Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Inovasi Keren dari UB Malang, Rambut Jagung yang Biasanya Dibuang Kini Jadi Sunscreen Berkualitas Tinggi

Amaliya Syafithri • Minggu, 10 Mei 2026 | 10:14 WIB
Siapa sangka rambut jagung bisa jadi sunscreen SPF 50?. Inovasi dosen UB ini sukses mengubah limbah pertanian menjadi produk skincare ramah lingkungan dan bernilai tinggi. (Ilustrasi jagung dan rambut jagung, Sumber: Pixabay)
Siapa sangka rambut jagung bisa jadi sunscreen SPF 50?. Inovasi dosen UB ini sukses mengubah limbah pertanian menjadi produk skincare ramah lingkungan dan bernilai tinggi. (Ilustrasi jagung dan rambut jagung, Sumber: Pixabay)

RADARBONANG.ID - Limbah pertanian selama ini sering dianggap tidak memiliki nilai guna dan hanya berakhir menjadi sampah.

Namun siapa sangka, rambut jagung yang biasanya dibuang begitu saja ternyata menyimpan potensi besar bagi dunia kecantikan dan kesehatan kulit.

Tim peneliti dari Universitas Brawijaya berhasil menghadirkan inovasi menarik dengan mengolah limbah rambut jagung menjadi produk sunscreen alami berkualitas tinggi dengan perlindungan hingga SPF 50.

Penelitian ini menjadi salah satu terobosan yang menarik perhatian karena menggabungkan konsep teknologi, kesehatan kulit, dan pelestarian lingkungan dalam satu inovasi.

Baca Juga: Banyak Orang Tua Masih Salah, Ini Waktu yang Tepat Bayi Mulai MPASI Menurut Ahli Kesehatan Anak

Rambut jagung selama ini dikenal sebagai bagian tanaman yang jarang dimanfaatkan.

Setelah jagung dipanen, bagian serabut halus berwarna cokelat kekuningan tersebut biasanya langsung dibuang atau dijadikan limbah pertanian.

Padahal, berdasarkan penelitian, rambut jagung ternyata mengandung senyawa flavonoid dan fenolik dalam jumlah tinggi.

Kedua senyawa tersebut dikenal memiliki sifat antioksidan alami yang mampu membantu melindungi kulit dari paparan radiasi ultraviolet (UV).

Mengandung Antioksidan Alami Pelindung Kulit

Paparan sinar UV-A dan UV-B secara berlebihan diketahui dapat menyebabkan berbagai masalah kulit, mulai dari penuaan dini, kulit kusam, hingga meningkatkan risiko kerusakan kulit dalam jangka panjang.

Karena itu, penggunaan sunscreen menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan kulit, terutama di negara tropis seperti Indonesia yang memiliki intensitas sinar matahari cukup tinggi sepanjang tahun.

Melalui proses ekstraksi laboratorium, tim peneliti UB berhasil mengambil kandungan aktif dari rambut jagung dan mengolahnya menjadi formula sunscreen alami.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rambut jagung memiliki kemampuan perlindungan tinggi terhadap sinar UV, bahkan mencapai tingkat SPF 50.

Tidak hanya berfungsi melindungi kulit dari paparan matahari, kandungan antioksidan di dalamnya juga membantu menjaga kelembapan serta menutrisi kulit secara alami.

Inovasi ini dinilai menarik karena memanfaatkan bahan alami lokal yang mudah ditemukan dan selama ini belum dimaksimalkan potensinya.

Mendukung Konsep Ramah Lingkungan dan Zero Waste

Keberhasilan penelitian ini juga mendapat banyak apresiasi karena mendukung konsep zero waste atau minim limbah.

Alih-alih menjadi sampah pertanian yang terbuang percuma, rambut jagung kini bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Penggunaan bahan alami seperti rambut jagung juga dinilai lebih ramah lingkungan dibanding beberapa bahan kimia sintetis yang umum digunakan dalam produk perawatan kulit tertentu.

Selain itu, inovasi berbasis bahan lokal berpotensi membantu mengurangi ketergantungan terhadap bahan impor dalam industri kosmetik dan skincare nasional.

Dengan melimpahnya hasil pertanian jagung di Indonesia, pengembangan produk seperti ini dinilai memiliki peluang besar untuk diproduksi secara lebih luas di masa depan.

Berpotensi Jadi Produk Skincare Terjangkau

Selain ramah lingkungan, sunscreen berbahan rambut jagung juga diharapkan dapat menjadi alternatif produk perawatan kulit dengan harga yang lebih terjangkau.

Saat ini, produk sunscreen berkualitas tinggi masih dianggap cukup mahal bagi sebagian masyarakat.

Padahal penggunaan sunscreen sangat penting untuk melindungi kulit dari dampak buruk sinar matahari sehari-hari.

Dengan memanfaatkan limbah pertanian lokal yang mudah diperoleh, biaya produksi diharapkan bisa lebih efisien sehingga produk dapat diakses lebih banyak kalangan.

Inovasi ini juga membuka peluang baru bagi pengembangan industri kosmetik berbasis bahan alam di Indonesia.

Jika terus dikembangkan, bukan tidak mungkin produk berbahan rambut jagung bisa bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Bukti Riset Kampus Bisa Berdampak Nyata

Keberhasilan tim peneliti Universitas Brawijaya menjadi bukti bahwa riset akademis tidak hanya berhenti di laboratorium atau jurnal ilmiah semata.

Baca Juga: Usai Dua Kekalahan di Derby Jawa Timur, Arema FC Dituntut Bangkit dan Sapu Bersih Sisa Pertandingan

Penelitian seperti ini menunjukkan bahwa kampus mampu menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan, mulai dari pengelolaan limbah hingga pengembangan produk inovatif bernilai ekonomi tinggi.

Pemanfaatan rambut jagung menjadi sunscreen juga menjadi contoh bagaimana kreativitas dan ilmu pengetahuan dapat mengubah sesuatu yang dianggap tidak berguna menjadi produk bermanfaat bagi banyak orang.

Di tengah meningkatnya tren penggunaan produk alami dan ramah lingkungan, inovasi seperti ini memiliki potensi besar untuk terus berkembang di masa mendatang.

Dan dari limbah sederhana yang sering terabaikan, lahirlah sebuah produk pelindung kulit yang membuktikan bahwa alam masih menyimpan banyak solusi menakjubkan untuk kehidupan manusia.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#sunscreen rambut jagung #inovasi Universitas Brawijaya #sunscreen alami SPF 50 #limbah jagung jadi skincare #penelitian UB Malang