Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Hidup Tanpa Musik Terasa Sepi? Ini Alasan Gen Z Selalu Punya Playlist untuk Setiap Suasana Hati

Arinie Khaqqo • Jumat, 8 Mei 2026 | 09:16 WIB
Bangun tidur denger musik, kerja pakai playlist, sampai tidur masih pakai earphone, Buat Gen Z, musik sekarang bukan cuma hiburan—tapi “teman hidup” yang selalu nemenin di setiap mood (Foto: Getty Images/AsiaVision)
Bangun tidur denger musik, kerja pakai playlist, sampai tidur masih pakai earphone, Buat Gen Z, musik sekarang bukan cuma hiburan—tapi “teman hidup” yang selalu nemenin di setiap mood (Foto: Getty Images/AsiaVision)

RADARBONANG.ID – Bangun tidur dengar musik. Kerja ditemani playlist. Naik motor pakai earphone.

Bahkan sebelum tidur pun masih memutar lagu favorit.

Bagi banyak Gen Z, musik bukan lagi sekadar hiburan tambahan.

Musik sudah berubah menjadi bagian dari rutinitas hidup sehari-hari.

Di era digital sekarang, fenomena itu semakin terasa nyata.

Dengan akses mudah ke platform seperti Spotify dan YouTube Music, generasi muda bisa mendengarkan lagu kapan saja dan di mana saja tanpa batas.

Baca Juga: LHKPN Prabowo Belum Tampil di e-LHKPN, KPK Sebut Masih Tahap Verifikasi Administratif

Tapi pertanyaannya, kenapa Gen Z begitu dekat dengan playlist mereka?

Playlist Jadi “Cerminan Diri”

Bagi generasi muda sekarang, playlist bukan sekadar kumpulan lagu acak.

Playlist justru sering dianggap sebagai representasi suasana hati dan kepribadian seseorang.

Ada playlist khusus lagu galau tengah malam.

Ada playlist untuk menemani kerja.

Ada juga playlist yang diputar saat sedang overthinking, jatuh cinta, atau ingin merasa lebih semangat.

Bahkan, tidak sedikit anak muda memberi nama playlist mereka dengan judul unik, lucu, emosional, sampai nyeleneh.

Fenomena ini menunjukkan bahwa musik kini menjadi salah satu cara Gen Z mengekspresikan diri tanpa harus banyak bicara.

Kadang, satu lagu bisa mewakili perasaan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Musik dan Emosi Sulit Dipisahkan

Secara psikologis, musik memang punya hubungan kuat dengan emosi manusia.

Lagu tertentu bisa membuat seseorang merasa lebih tenang, bahagia, nostalgia, bahkan sedih hanya dalam hitungan detik.

Karena itu, banyak Gen Z menggunakan musik sebagai cara untuk mengatur suasana hati mereka.

Saat stres, mereka mencari lagu yang menenangkan.

Saat sedih, mereka justru memutar lagu galau agar merasa “ditemani”.

Dan saat sedang semangat, playlist upbeat jadi pilihan utama.

Fenomena ini bukan sekadar kebiasaan biasa.

Musik bekerja langsung pada bagian otak yang berhubungan dengan emosi dan memori, sehingga efeknya terasa sangat nyata bagi pendengarnya.

Teknologi Membuat Musik Makin Personal

Perkembangan teknologi juga membuat hubungan Gen Z dengan musik terasa semakin dekat.

Kalau dulu orang harus membeli kaset atau CD untuk mendengarkan lagu favorit, sekarang semuanya bisa diakses hanya lewat satu klik di ponsel.

Platform streaming seperti Spotify bahkan menggunakan algoritma yang mampu merekomendasikan lagu sesuai kebiasaan dan mood pengguna.

Fitur seperti “Daily Mix”, “On Repeat”, atau playlist otomatis membuat banyak orang merasa aplikasi tersebut seperti memahami perasaan mereka.

Tidak heran jika musik sekarang terasa jauh lebih personal dibanding era sebelumnya.

Musik Jadi Teman di Saat Sepi

Di balik kehidupan digital yang terlihat ramai, banyak Gen Z ternyata diam-diam sering merasa kesepian.

Aktivitas media sosial yang padat tidak selalu membuat seseorang merasa benar-benar terhubung secara emosional.

Di situlah musik hadir sebagai “teman” yang selalu tersedia.

Tanpa menghakimi.

Tanpa menuntut.

Dan tanpa perlu banyak penjelasan.

Banyak anak muda merasa lagu-lagu tertentu mampu memahami perasaan mereka lebih baik daripada orang lain.

Karena itu, tidak sedikit yang merasa lebih nyaman ditemani musik saat sendiri.

Bukan Lagi Tren Sementara

Kebiasaan mendengarkan musik sebenarnya sudah ada sejak lama.

Namun bagi Gen Z, intensitas kedekatan dengan musik terasa jauh lebih besar.

Musik bukan lagi sekadar latar belakang aktivitas sehari-hari.

Musik sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan cara bertahan menghadapi tekanan hidup modern.

Mulai dari menemani perjalanan, belajar, bekerja, sampai membantu menenangkan pikiran di malam hari.

Semua terasa lebih lengkap dengan playlist yang tepat.

Baca Juga: Dompet Makin Sepi, Transaksi Makin Ramai: Fenomena Non Tunai Jadi Gaya Hidup Baru Masyarakat Digital

Wajar Kalau Sulit Lepas dari Playlist

Di tengah kehidupan yang serba cepat dan penuh tekanan, musik menjadi salah satu cara paling sederhana untuk menjaga suasana hati tetap stabil.

Murah, mudah diakses, dan bisa langsung memberi efek emosional.

Karena itu, merasa sulit lepas dari playlist sebenarnya adalah hal yang sangat wajar.

Bagi banyak Gen Z, hidup tanpa musik bukan cuma terasa sepi.

Tapi juga terasa ada yang kurang. (*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#musik gen z #playlist spotify #kebiasaan mendengar musik #musik dan emosi #gaya hidup Gen Z