Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Berawal dari Obat Keluarga, Petani Muda Ini Sukses Kirim Ratusan Kuintal Buah Bit ke Berbagai Daerah

Jeny Tri Kurnia Putri • Selasa, 28 April 2026 | 14:10 WIB
Dari kebutuhan keluarga jadi bisnis besar! Petani muda ini sukses kirim hingga 1 ton buah bit per hari ke berbagai daerah. (Sumber Foto: Freepik
Ilustrasi Buah Bit)
Dari kebutuhan keluarga jadi bisnis besar! Petani muda ini sukses kirim hingga 1 ton buah bit per hari ke berbagai daerah. (Sumber Foto: Freepik Ilustrasi Buah Bit)

 

RADARBONANG.ID – Siapa sangka, sebuah perjalanan yang berawal dari kebutuhan pengobatan keluarga justru berkembang menjadi peluang usaha yang menjanjikan.

Kisah inspiratif ini datang dari Prasetyo, seorang petani muda asal Dusun Getasan, Kabupaten Semarang, yang kini sukses membudidayakan buah bit dalam skala besar.

Berbekal ketekunan dan keberanian mencoba hal baru, usaha yang ia rintis kini mampu menghasilkan hingga ratusan kuintal buah bit yang dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga: DPR Desak Pengusutan Tuntas Kasus Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta, Sistem Pengawasan Nasional Ikut Disorot

Berawal dari Ikhtiar untuk Keluarga

Prasetyo, yang akrab disapa Pras, mengungkapkan bahwa awal mula ia mengenal buah bit bukanlah karena peluang bisnis, melainkan karena kebutuhan mendesak.

Saat itu, ibu mertuanya tengah berjuang melawan kanker, sehingga ia dan keluarga berusaha mencari alternatif pengobatan herbal.

Salah satu yang direkomendasikan adalah buah bit merah yang dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan.

Pengalaman sulit tersebut justru membuka jalan baru. Dari situ, muncul ide untuk mencoba menjual buah bit secara online melalui marketplace.

Ia mulai memasarkan produknya sekitar tahun 2019. Awalnya, penjualan masih terbatas, namun mulai menunjukkan peningkatan signifikan pada tahun 2021, terutama saat pandemi COVID-19 ketika masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan.

Potensi Usaha dengan Modal Terjangkau

Berbeda dengan komoditas lain yang sebelumnya ia tanam, Pras menilai budidaya buah bit memiliki banyak keunggulan.

Salah satunya adalah biaya produksi yang relatif rendah.

Selain itu, masa panen yang cukup singkat—sekitar 40 hingga 50 hari—membuat siklus produksi menjadi lebih cepat.

Dalam satu tahun, tanaman ini bisa dipanen hingga 10 kali.

Hal ini tentu berbeda dengan tanaman seperti cabai yang membutuhkan waktu lebih lama dan biaya yang lebih besar.

Efisiensi tersebut menjadikan buah bit sebagai komoditas yang menarik untuk dikembangkan, terutama bagi petani yang ingin memaksimalkan hasil dengan risiko yang lebih terkontrol.

Kualitas Jadi Kunci Kepercayaan Pasar

Keberhasilan usaha Pras tidak lepas dari komitmennya menjaga kualitas produk. Buah bit yang ia hasilkan memiliki ciri khas tangkai yang kokoh dan kulit yang halus, menandakan kesegaran dan kualitas yang baik.

Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat, permintaan terhadap buah bit pun terus meningkat.

Produk dari kebunnya kini tidak hanya memenuhi pasar lokal, tetapi juga telah menjangkau berbagai kota besar.

Tembus Pasar Antar Pulau

Permintaan yang terus bertambah membuat usaha Pras berkembang pesat. Ia kini mampu mengirimkan minimal 5 kuintal hingga 1 ton buah bit setiap harinya.

Pasarnya tidak hanya terbatas di Pulau Jawa seperti Jakarta, Surabaya, dan Malang, tetapi juga merambah ke luar pulau.

Beberapa daerah seperti Palembang, Padang, hingga Bangka menjadi tujuan pengiriman rutin.

Melalui toko online miliknya, Sinar Sayur Segar, jumlah pesanan bahkan bisa mencapai 300 hingga 400 paket setiap harinya.

Peran Digital dalam Pengembangan Usaha

Kesuksesan ini juga tidak lepas dari pemanfaatan teknologi digital.

Dengan memanfaatkan platform marketplace, Pras mampu menjangkau pasar yang lebih luas tanpa harus bergantung pada distribusi konvensional.

Strategi ini terbukti efektif, terutama di masa pandemi ketika transaksi online mengalami lonjakan signifikan.

Ke depan, ia berencana terus mengembangkan usahanya dengan memperluas jaringan distribusi serta meningkatkan kapasitas produksi.

Inspirasi bagi Generasi Muda

Sebagai petani muda yang sukses, Pras berharap kisahnya dapat menjadi inspirasi bagi generasi milenial.

Ia menilai bahwa sektor pertanian masih memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan, terutama di negara agraris seperti Indonesia.

Menurutnya, anak muda tidak perlu ragu untuk kembali ke desa dan mengembangkan usaha di bidang pertanian.

Dengan inovasi dan pemanfaatan teknologi, sektor ini justru bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.

Pertanian sebagai Masa Depan

Pras juga mengingatkan pentingnya menjaga keberlanjutan sektor pertanian.

Baca Juga: Rahasia Naik Kelas Anak Muda, Theo Derick Bongkar Cara Tingkatkan Earning Power

Ia berharap generasi muda dapat melanjutkan perjuangan para petani sebelumnya.

Jika tidak, bukan tidak mungkin Indonesia yang dikenal sebagai negara agraris justru kehilangan kekuatannya di sektor tersebut.

Kisah Prasetyo menjadi bukti bahwa dengan tekad, kreativitas, dan kerja keras, pertanian bisa menjadi jalan menuju kesuksesan.

Dari sekadar ikhtiar untuk keluarga, kini usahanya berkembang menjadi bisnis besar yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga memberikan manfaat bagi banyak orang.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#budidaya buah bit #petani muda sukses #bisnis sayur organik #buah bit manfaat #kisah inspiratif petani