Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Bukan Sekadar Angka, Pengusaha Muda Theo Derick Ungkap Sisi Lain Dunia Pendidikan: Sekolah itu Tempat Membentuk Karakter, Bukan Tempat Cari Uang

Lailatul Khusna Febriyanti • Senin, 27 April 2026 | 10:26 WIB
Theo Derick seorang entrepreneur, investor, content creator, sekaligus public speaker asal Indonesia (Sumber : Instagram @theoderick_)
Theo Derick seorang entrepreneur, investor, content creator, sekaligus public speaker asal Indonesia (Sumber : Instagram @theoderick_)

 

RADARBONANG.ID – Di tengah maraknya perdebatan soal pentingnya pendidikan formal, pengusaha muda sekaligus content creator Theo Derick justru menghadirkan sudut pandang yang berbeda.

Ia menilai sekolah bukan sekadar tempat mengejar nilai atau gelar, melainkan ruang penting untuk membentuk karakter, etika, dan kesiapan menghadapi kehidupan nyata.

Pandangan ini muncul di saat banyak anak muda mulai mempertanyakan relevansi sekolah dengan dunia kerja.

Namun bagi Theo, justru pengalaman di bangku sekolah menjadi fondasi yang tak tergantikan.

Baca Juga: Seluruh Sekolah di Iran Ditutup Imbas Perang, Pembelajaran Beralih Daring Dengan Gunakan Siaran TV sekolah

Sekolah Bukan Soal Nilai Semata

Selama ini, ukuran keberhasilan siswa sering kali hanya dilihat dari angka—nilai rapor, peringkat kelas, hingga prestasi akademik. Padahal, menurut Theo, ada hal yang jauh lebih penting dari sekadar angka tersebut.

Ia menekankan bahwa kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi dalam sistem sekolah memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan menjadi siswa dengan nilai tertinggi.

Lingkungan sekolah mengajarkan banyak hal yang tidak tertulis dalam buku pelajaran. Mulai dari disiplin waktu, mengikuti aturan, hingga menghormati orang lain.

Semua itu menjadi bekal penting yang akan terus digunakan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat terjun ke dunia profesional.

Aturan yang Membentuk Disiplin

Bagi sebagian siswa, aturan sekolah sering dianggap membatasi. Jam masuk pagi, kewajiban mengenakan seragam rapi, hingga berbagai tata tertib lainnya kerap menjadi keluhan.

Namun dari sudut pandang berbeda, aturan tersebut justru berperan besar dalam membentuk kebiasaan positif.

Disiplin yang dibangun sejak sekolah akan terbawa hingga dewasa.

Kemampuan untuk mengikuti sistem, menghargai waktu, dan bertanggung jawab menjadi kualitas yang sangat dibutuhkan di dunia kerja.

Theo menilai bahwa pengalaman “bertahan” dalam sistem sekolah sebenarnya adalah latihan menghadapi realitas kehidupan.

Tempat Eksplorasi Diri Paling Murah

Selain membentuk karakter, sekolah juga menjadi ruang terbaik untuk mengeksplorasi potensi diri.

Berbagai kegiatan ekstrakurikuler memberikan kesempatan bagi siswa untuk mencoba banyak hal tanpa risiko besar.

Di dunia nyata, kesalahan bisa berujung pada kerugian finansial atau bahkan karier.

Namun di sekolah, siswa masih memiliki ruang aman untuk belajar dari kegagalan.

Inilah yang membuat sekolah menjadi tempat eksplorasi paling “murah” sekaligus berharga.

Theo juga mengingatkan bahwa kesempatan bersekolah adalah sebuah privilege yang tidak dimiliki semua orang. Karena itu, masa tersebut seharusnya dimanfaatkan sebaik mungkin.

Etika Lebih Penting dari Sekadar Pintar

Salah satu hal yang sering terlupakan dalam pendidikan adalah etika.

Theo menyoroti pentingnya sikap sopan santun yang diajarkan di sekolah, seperti menghormati guru dan berinteraksi dengan baik.

Menurutnya, kemampuan ini justru menjadi kunci dalam membangun relasi di dunia profesional.

Dalam dunia bisnis, kecerdasan saja tidak cukup. Cara berkomunikasi, menghargai orang lain, serta menjaga sikap sering kali menjadi faktor penentu keberhasilan seseorang.

Pengalaman sederhana di sekolah, seperti menyapa guru atau bekerja sama dengan teman, ternyata memiliki dampak besar dalam kehidupan jangka panjang.

Sekolah sebagai Simulasi Kehidupan

Proses pendidikan di sekolah sebenarnya mencerminkan perjalanan hidup itu sendiri.

Setiap jenjang memiliki tantangan yang berbeda, dan setiap siswa dituntut untuk terus berkembang.

Naik kelas, menghadapi ujian, hingga menyelesaikan berbagai tugas merupakan bentuk simulasi dari realita kehidupan yang lebih luas.

Semua itu mengajarkan bahwa keberhasilan tidak datang secara instan. Ada proses yang harus dilalui secara bertahap.

Theo menekankan bahwa pola ini penting untuk dipahami sejak dini, agar generasi muda tidak terbiasa mencari jalan pintas.

Mengubah Cara Pandang

Pandangan bahwa sekolah hanya sebagai tempat mencari nilai atau ijazah perlu diubah. Lebih dari itu, sekolah adalah tempat membangun fondasi kehidupan.

Dari sanalah seseorang belajar mengenali diri, mengasah kemampuan, serta membentuk karakter yang kuat.

Jika dimanfaatkan dengan baik, masa sekolah bisa menjadi investasi jangka panjang yang sangat berharga.

Baca Juga: Bukan Sekadar Bakat, Ini 8 Sifat yang Bawa Seseorang Menuju Sukses

Lebih dari Sekadar Tempat Belajar

Pada akhirnya, pesan yang disampaikan Theo Derick sederhana namun mendalam: sekolah bukan tempat untuk mencari uang, tetapi tempat untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan.

Nilai, ranking, dan prestasi memang penting, tetapi bukan satu-satunya hal yang menentukan masa depan.

Karakter, etika, dan kemampuan beradaptasi justru menjadi faktor yang akan bertahan lebih lama.

Dengan memahami hal ini, generasi muda diharapkan bisa melihat sekolah bukan sebagai beban, melainkan sebagai kesempatan berharga untuk tumbuh dan berkembang.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#theo derick pendidikan #fungsi sekolah sebenarnya #pendidikan karakter siswa #manfaat sekolah #etika dalam pendidikan