Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Frugal Living Jadi Cara Gen Z Bertahan: Tetap Stylish Tanpa Harus Boros

Widodo • Kamis, 23 April 2026 | 09:30 WIB
Gen Z membuktikan: hidup hemat bukan berarti ketinggalan—justru jadi cara paling realistis untuk tetap enjoy tanpa boncos. (Ilustrasi)
Gen Z membuktikan: hidup hemat bukan berarti ketinggalan—justru jadi cara paling realistis untuk tetap enjoy tanpa boncos. (Ilustrasi)

 

RADARBONANG.ID — Di tengah harga kebutuhan yang terus naik dan godaan belanja digital yang semakin agresif, generasi Z mulai mengubah cara mereka mengelola uang.

Bukan lagi sekadar ikut tren konsumtif, kini banyak anak muda justru memilih jalur berbeda: frugal living.

Sekilas, gaya hidup ini terdengar seperti konsep lama—hemat, irit, bahkan cenderung “menahan diri”.

Namun di tangan Gen Z, frugal living berevolusi menjadi sesuatu yang lebih modern: sadar finansial, terkontrol, dan tetap relevan dengan gaya hidup masa kini.

Baca Juga: Nge-Gym Mati-Matian Tapi Tidur Kacau? Siap-Siap Hasilmu Mandek! Ini Fakta yang Sering Diabaikan

Frugal living bukan berarti hidup serba kekurangan. Justru sebaliknya, ini tentang kemampuan memilah antara kebutuhan dan keinginan, serta berani mengambil keputusan finansial yang lebih rasional.

Tekanan Ekonomi Ubah Pola Pikir

Perubahan ini tidak terjadi tanpa sebab. Dalam beberapa tahun terakhir, tekanan ekonomi seperti inflasi membuat banyak anak muda mulai berpikir ulang soal pengeluaran.

Data dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa kenaikan harga di berbagai sektor berdampak langsung pada daya beli masyarakat.

Sementara itu, riset dari Nielsen juga mengungkap bahwa generasi muda kini lebih selektif dalam berbelanja dan mulai memprioritaskan nilai jangka panjang.

Kondisi ini mendorong lahirnya kebiasaan baru: tidak lagi membeli karena ingin, tapi karena memang perlu.

Hemat Tanpa Kehilangan Gaya

Menariknya, frugal living versi Gen Z tidak menghilangkan unsur gaya hidup. Mereka tetap ingin tampil keren, bersosialisasi, dan menikmati hidup—hanya saja dengan cara yang lebih cerdas.

Ngopi masih dilakukan, tapi tidak harus setiap hari di kafe mahal.

Banyak yang mulai membuat kopi sendiri di rumah atau memilih tempat yang lebih terjangkau.

Dalam urusan fashion, thrifting menjadi pilihan populer. Pakaian bekas berkualitas dipadukan dengan item lama menciptakan gaya baru tanpa harus menguras dompet.

Begitu juga dengan nongkrong. Alih-alih selalu ke tempat hits, konsep kumpul sederhana seperti potluck atau hangout di rumah teman mulai diminati.

Makna “Healing” yang Bergeser

Salah satu perubahan paling terasa adalah cara Gen Z menikmati waktu luang.

Jika dulu healing identik dengan liburan mahal atau staycation, kini konsep itu menjadi lebih sederhana.

Banyak anak muda mulai menemukan kebahagiaan dari aktivitas yang lebih terjangkau, seperti berjalan santai di taman, piknik kecil, atau sekadar menonton film bersama teman di rumah.

Esensinya tetap sama: melepas penat. Namun caranya lebih realistis secara finansial.

Cerdas di Era Digital

Di tengah derasnya arus digital, Gen Z juga semakin pintar memanfaatkan teknologi.

Aplikasi keuangan, promo, hingga cashback digunakan bukan untuk konsumsi berlebihan, tapi sebagai alat kontrol.

Platform seperti Shopee dan Tokopedia tetap digunakan, namun dengan pendekatan berbeda.

Diskon tidak lagi menjadi alasan utama untuk membeli, melainkan sekadar keuntungan tambahan jika memang sudah direncanakan.

Prinsip yang mulai banyak dianut: belanja itu keputusan, bukan impuls.

Fokus ke Masa Depan

Frugal living juga berkaitan erat dengan kesadaran finansial jangka panjang. Banyak Gen Z mulai mengalihkan fokus dari konsumsi ke investasi.

Data dari Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan peningkatan signifikan jumlah investor muda dalam beberapa tahun terakhir.

Ini menandakan adanya perubahan pola pikir: dari “menghabiskan” menjadi “mengembangkan”.

Menabung rutin, memiliki dana darurat, hingga mulai berinvestasi di reksa dana atau saham menjadi langkah yang semakin umum dilakukan.

Antara Gaya Hidup dan Realita

Pada akhirnya, frugal living bukan sekadar tren viral. Ini adalah respons nyata terhadap kondisi ekonomi yang terus berubah.

Gen Z berada di persimpangan: ingin menikmati hidup, tapi juga sadar bahwa masa depan membutuhkan persiapan matang.

Dari situ lahirlah gaya hidup yang lebih seimbang—tidak berlebihan, tapi juga tidak mengekang.

Frugal living menjadi cara untuk tetap hidup nyaman tanpa harus terjebak dalam siklus konsumtif.

Baca Juga: Bayar Janji yang Sempat Tertunda, Wapres Gibran Sambangi Yahukimo: Fokus Kesehatan dan Pendidikan

Kebebasan Versi Baru

Lebih dari sekadar menghemat, frugal living adalah bentuk kontrol. Kontrol atas uang, keputusan, dan arah hidup.

Di era di mana segala sesuatu terasa cepat dan instan, kemampuan untuk menahan diri justru menjadi keunggulan.

Dan bagi Gen Z, mungkin di situlah letak kebebasan yang sebenarnya:
bisa memilih, tanpa harus selalu mengikuti.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#frugal living gen z #gaya hidup hemat gen z #tren hemat anak muda #mindful spending #investasi anak muda