Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

95 Persen Orang Indonesia Terancam Gagal Pensiun Nyaman, Ini Strategi agar Masa Tua Tetap Sejahtera

Adinda Dwi Wahyuni • Rabu, 22 April 2026 | 13:12 WIB
Mayoritas masyarakat Indonesia belum siap menghadapi masa pensiun. Tanpa perencanaan keuangan sejak dini, risiko hidup sulit di usia tua semakin besar. (Ilustrasi)
Mayoritas masyarakat Indonesia belum siap menghadapi masa pensiun. Tanpa perencanaan keuangan sejak dini, risiko hidup sulit di usia tua semakin besar. (Ilustrasi)

 

RADARBONANG.ID – Ancaman masa tua yang tidak sejahtera kini membayangi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Data menunjukkan sekitar 95 persen orang Indonesia berpotensi gagal menikmati masa pensiun yang nyaman akibat minimnya persiapan keuangan sejak usia produktif.

Kondisi ini membuat banyak orang tetap harus bekerja keras di usia senja karena tidak memiliki dana yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Fenomena ini menjadi perhatian serius para perencana keuangan. Salah satunya disampaikan oleh Financial Trainer sekaligus Founder QM Financial, Ligwina Hananto, yang menilai rendahnya kesadaran masyarakat dalam menyiapkan dana pensiun menjadi akar utama persoalan.

Baca Juga: Degradasi Wolverhampton Wanderers Jadi Salah Satu yang Tercepat di Premier League

Minim Kesadaran, Pensiun Sering Dianggap Masih Lama

Banyak orang masih menganggap masa pensiun sebagai sesuatu yang jauh dan belum perlu dipikirkan.

Akibatnya, penghasilan yang diterima saat usia produktif lebih banyak dihabiskan untuk kebutuhan konsumtif dibanding dialokasikan untuk tabungan hari tua.

Menurut Ligwina, kebiasaan menunda persiapan pensiun menjadi kesalahan yang paling umum terjadi.

Tidak sedikit orang baru memikirkan dana pensiun saat usia sudah mendekati 50 tahun, padahal waktu terbaik untuk memulai justru sejak menerima penghasilan pertama.

Semakin cepat seseorang menyiapkan dana pensiun, semakin ringan beban yang harus ditanggung.

Dengan memulai lebih awal, hasil investasi dan tabungan memiliki waktu lebih panjang untuk berkembang, sehingga dana yang terkumpul saat pensiun bisa lebih optimal.

Jangan Bergantung pada Warisan atau Anak

Selain kebiasaan menunda, banyak masyarakat juga masih mengandalkan warisan atau bantuan anak sebagai sumber kehidupan di masa tua.

Pola pikir ini dianggap berisiko karena tidak ada jaminan bahwa warisan akan cukup menopang kebutuhan jangka panjang.

Ligwina menegaskan bahwa warisan bukanlah solusi utama untuk masa pensiun.

Keterampilan mengelola keuangan jauh lebih penting dibanding besarnya jumlah aset yang dimiliki.

Tanpa pengelolaan yang baik, warisan sebesar apa pun dapat habis dalam waktu singkat.

Karena itu, membangun kemampuan finansial sejak muda menjadi fondasi utama agar seseorang dapat mandiri secara ekonomi saat memasuki masa pensiun.

Mulai Investasi dari Nominal Kecil

Bagi generasi muda, memulai investasi tidak harus dengan nominal besar. Justru, kebiasaan menyisihkan uang secara konsisten jauh lebih penting daripada menunggu memiliki dana besar.

Menyisihkan uang setara harga kopi atau pengeluaran kecil lainnya bisa menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan investasi.

Konsistensi inilah yang akan membentuk dana pensiun secara bertahap.

Dua Jenis Investasi untuk Masa Pensiun

Dalam perencanaan keuangan, terdapat dua jenis investasi yang perlu dipahami.

Pertama adalah investasi pertumbuhan atau growth investment, yaitu instrumen yang bertujuan menambah nilai aset dalam jangka panjang, seperti reksadana, saham, dan emas.

Jenis kedua adalah investasi yang menghasilkan arus kas atau cashflow.

 Instrumen ini dirancang untuk memberikan pemasukan rutin saat pensiun.

Bentuknya bisa berupa bisnis, properti, surat berharga seperti deposito atau obligasi negara, hingga kekayaan intelektual.

Dengan memiliki aset produktif, seseorang tidak hanya mengandalkan tabungan, tetapi juga memiliki sumber pendapatan pasif.

Seiring bertambahnya usia, strategi investasi juga perlu disesuaikan.

Ketika mendekati masa pensiun, sebagian dana idealnya dialihkan ke instrumen yang lebih stabil agar nilai aset tetap terjaga.

Strategi Khusus untuk Freelancer

Tantangan menyiapkan dana pensiun lebih besar bagi pekerja lepas atau freelancer yang penghasilannya tidak tetap.

Ketidakpastian pemasukan sering membuat mereka kesulitan mengatur keuangan.

Untuk mengatasinya, pekerja lepas disarankan menerapkan sistem keuangan layaknya perusahaan kecil.

Semua penghasilan proyek dikumpulkan dalam satu rekening, lalu pemilik usaha membayar dirinya sendiri dengan jumlah tetap setiap bulan.

Cara ini membantu menciptakan kestabilan keuangan sehingga pengeluaran lebih terkontrol dan dana pensiun tetap bisa disiapkan.

Pensiun Sehat: Mandiri Tanpa Beban

Masa pensiun yang sehat bukan berarti harus memiliki kekayaan berlimpah, tetapi mampu memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri tanpa bergantung pada orang lain.

Baca Juga: Konsistensi dan Disiplin: Kunci Yuliana Nyoto Bangun Imperium Bisnis Kecantikan dari Nol

Kemandirian finansial dapat dicapai dengan memiliki aset yang menghasilkan pendapatan atau tetap bekerja melalui profesi yang sesuai dengan kemampuan.

Tanpa persiapan, masa tua berisiko menjadi periode yang berat karena kebutuhan hidup meningkat sementara kemampuan fisik menurun.

Oleh karena itu, menyiapkan dana pensiun harus menjadi prioritas sejak dini.

Langkah kecil yang dilakukan hari ini akan menentukan kualitas hidup di masa depan. Dengan disiplin menabung dan berinvestasi, peluang menikmati masa tua yang tenang dan sejahtera akan semakin besar.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#dana pensiun #strategi pensiun nyaman #investasi masa tua #persiapan pensiun #keuangan masa pensiun