RADARBONANG.ID – Membangun bisnis dari nol bukan hanya soal ide dan keberanian memulai, tetapi tentang bagaimana menjaga kualitas dan keberlangsungan di tengah persaingan yang terus berubah.
Hal inilah yang menjadi prinsip utama Yuliana Nyoto dalam mengembangkan kerajaan bisnis kecantikannya.
Lewat grup usaha yang menaungi brand seperti Everlash dan Ruhi, ia berhasil membangun ekosistem kecantikan modern yang kini telah berkembang hingga belasan lokasi.
Dalam perbincangan di kanal YouTube Paraswara, Yuliana menegaskan bahwa motivasi hanyalah awal, sementara konsistensi dan disiplin adalah fondasi utama kesuksesan jangka panjang.
Baca Juga: IPK Tinggi, Tapi Tidak Siap Kerja: Potret Kesenjangan Pendidikan dan Dunia Industri
Melihat Peluang dari Masalah Industri
Perjalanan Yuliana dimulai dari profesinya sebagai makeup artist. Dari sana, ia melihat celah besar dalam industri lash extension di Indonesia, khususnya pada aspek standar keamanan dan kualitas layanan.
Pada tahun 2015, layanan sambung bulu mata masih banyak dilakukan tanpa prosedur yang tepat, bahkan berisiko bagi pelanggan.
Kondisi ini justru menjadi peluang bagi Yuliana untuk menghadirkan standar baru.
“Standar di industri saat itu masih sangat rendah. Saya tidak puas hanya mengikuti yang sudah ada,” ujarnya.
Berangkat dari keresahan tersebut, lahirlah Everlash yang tidak hanya menawarkan jasa kecantikan, tetapi juga edukasi kepada pelanggan tentang pentingnya prosedur yang aman dan profesional.
Standar Operasional Jadi Kunci
Seiring berkembangnya bisnis, tantangan terbesar bukan lagi membangun brand, melainkan menjaga kualitas di setiap cabang.
Dalam industri jasa, pengalaman pelanggan sangat bergantung pada siapa yang memberikan layanan secara langsung.
Karena itu, Yuliana Nyoto menempatkan Standard Operating Procedure (SOP) sebagai fondasi utama.
Ia menekankan bahwa sistem yang kuat menjadi kunci agar kualitas tetap konsisten, meski bisnis berkembang pesat.
Tanpa SOP yang jelas, standar layanan akan sulit dikontrol.
Investasi Besar pada Sumber Daya Manusia
Selain sistem, faktor manusia menjadi elemen paling krusial dalam bisnis jasa. Yuliana mengungkapkan bahwa pelatihan karyawan membutuhkan investasi besar, baik dari segi waktu maupun biaya.
Untuk mencetak satu tenaga ahli, dibutuhkan waktu tiga hingga enam bulan dengan biaya yang bisa mencapai puluhan juta rupiah.
“Kalau dihitung total, bisa sampai Rp50 juta per orang. Jadi seleksi awal harus benar-benar ketat,” jelasnya.
Investasi ini dilakukan untuk memastikan setiap pelanggan mendapatkan pengalaman yang sama di setiap cabang, tanpa kompromi terhadap kualitas.
Gagal Bukan Akhir, Tapi Proses
Perjalanan bisnis Yuliana tidak selalu berjalan mulus. Ia pernah mengalami kerugian besar akibat penipuan di masa awal merintis usaha.
Namun, pengalaman tersebut tidak membuatnya berhenti. Justru sebaliknya, ia menjadikannya sebagai pelajaran penting dalam membangun mentalitas bisnis.
Ia mengusung prinsip the courage to fail, yaitu keberanian untuk menghadapi kegagalan tanpa terjebak dalam penyesalan.
Alih-alih fokus pada kerugian, ia memilih mencari solusi dan terus bergerak maju.
Pentingnya Partner yang Tepat
Dalam membangun bisnis, Yuliana juga menekankan pentingnya memiliki partner yang saling melengkapi.
Ia menyadari bahwa tidak semua aspek bisnis bisa dikuasai sendiri.
Sebagai sosok yang kuat di sisi kreatif dan visi, ia membutuhkan partner yang mampu mengelola operasional dan keuangan dengan baik.
Kolaborasi ini menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan bisnisnya.
Perempuan, Karier, dan Keluarga
Sebagai seorang ibu dari dua anak, Yuliana juga menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan kehidupan pribadi dan profesional.
Ia mengakui bahwa di awal membangun bisnis, terutama dalam tiga tahun pertama, banyak waktu yang harus dikorbankan.
Namun, ia percaya bahwa perempuan tidak harus memilih antara keluarga atau karier.
Kuncinya adalah manajemen ekspektasi dan dukungan dari pasangan.
Baca Juga: Rasa Minder Picu Ekspektasi Tinggi, Ini 5 Kebiasaan Buruk yang Sering Tak Disadari
Disiplin Lebih Kuat dari Motivasi
Di akhir perbincangan, Yuliana Nyoto menekankan satu hal penting: motivasi tidak selalu bisa diandalkan.
Menurutnya, motivasi bersifat fluktuatif, sementara disiplin adalah sesuatu yang bisa dijaga setiap hari.
“Langkah pertama menuju kesuksesan adalah hadir. Jangan menunggu mood, karena disiplin akan selalu mengalahkan motivasi,” tegasnya.
Kisah Yuliana menjadi bukti bahwa kesuksesan bukan hanya tentang ide besar, tetapi tentang konsistensi dalam menjalankan hal-hal kecil secara terus-menerus.
Dengan kombinasi visi, sistem yang kuat, dan keberanian menghadapi kegagalan, ia berhasil membangun bisnis dari nol hingga menjadi salah satu pemain penting di industri kecantikan Indonesia. (*)
Editor : Muhammad Azlan Syah