Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Membedah Makna Otentisitas Dan Kedewasaan Bersama Omara Esteghlal: Pentingnya Berdamai Dengan Diri Sendiri

Lailatul Khusna Febriyanti • Rabu, 22 April 2026 | 07:56 WIB
Omara Esteglal membagikan pandangan tentang pentingnya otentisitas, berpikir kritis, dan menjaga kesehatan mental di tengah tekanan sosial. (Sumber : Instagram @omara.esteghlal)
Omara Esteglal membagikan pandangan tentang pentingnya otentisitas, berpikir kritis, dan menjaga kesehatan mental di tengah tekanan sosial. (Sumber : Instagram @omara.esteghlal)

 

RADARBONANG.ID – Dunia remaja kerap diwarnai dengan proses pencarian jati diri yang tidak mudah.

Banyak anak muda terjebak dalam tekanan sosial, ekspektasi lingkungan, hingga tuntutan untuk tampil “sempurna”, terutama di era digital saat ini. 

Namun bagi Omara Esteglal, menghadapi kompleksitas tersebut justru membutuhkan keberanian untuk menjadi diri sendiri secara utuh.

Dalam perbincangan mendalam di kanal YouTube Suara Berkelas, Omara membagikan pandangannya mengenai kedewasaan, cara mengambil keputusan, hingga pentingnya menjaga kesehatan mental melalui kebiasaan sederhana yang konsisten.

Baca Juga: 3 Strategi Mengoptimalkan Kekuatan Diri: Cara Cerdas Mengarahkan Karakter untuk Hidup Berkualitas

Pendidikan Karakter Dimulai dari Rumah

Menurut Omara Esteglal, fondasi cara berpikir seseorang terbentuk sejak dini, terutama dari lingkungan keluarga.

Ia menilai bahwa pola asuh yang memberi ruang dialog dan kebebasan berpikir memiliki dampak besar terhadap perkembangan karakter.

Omara mengaku beruntung dibesarkan dalam lingkungan yang mendorongnya untuk berpikir kritis dan berani mempertanyakan banyak hal.

Baginya, pendekatan rasional dan komunikasi dua arah jauh lebih efektif dibanding pola didik yang hanya menuntut kepatuhan tanpa penjelasan.

“Aku dibesarkan dengan logika dan rasionalitas, dan itu sangat membantu dalam melihat dunia secara lebih jernih,” ungkapnya.

Pendekatan ini, menurutnya, membuat seseorang tidak mudah terpengaruh oleh tekanan sosial dan mampu mengambil keputusan secara mandiri.

Otentisitas Jadi Kunci Utama

Di tengah arus media sosial yang kerap mendorong pencitraan, Omara Esteglal justru menekankan pentingnya otentisitas.

Ia percaya bahwa menjadi diri sendiri adalah kekuatan terbesar yang dimiliki setiap individu.

Banyak orang, kata dia, merasa perlu menyesuaikan diri agar diterima lingkungan.

Padahal, kesan pertama yang jujur justru lebih kuat dibandingkan citra yang dibuat-buat.

Menurutnya, hal-hal yang sering dianggap sebagai kekurangan bisa berubah menjadi keunikan yang membedakan seseorang dari yang lain.

Di situlah letak nilai personal yang tidak bisa ditiru.

“Yang membuat kita beda itu justru hal-hal kecil yang kita anggap aneh. Itu bisa jadi kekuatan,” ujarnya.

Ritual Sederhana untuk Kesehatan Mental

Selain berbicara soal identitas, Omara Esteglal juga menyoroti pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah aktivitas yang padat.

Ia mengaku memiliki kebiasaan sederhana yang selalu dilakukan sebelum memulai hari, yakni menikmati secangkir kopi.

Bagi Omara, momen tersebut bukan sekadar rutinitas, melainkan cara untuk memberi jeda bagi tubuh dan pikiran.

“Take a moment dulu, biasanya ngopi. Kita kasih waktu buat badan dan pikiran untuk benar-benar sadar,” jelasnya.

Ritual kecil seperti ini dinilai penting untuk membantu meningkatkan kesadaran diri (self-awareness) serta mempersiapkan mental sebelum menghadapi berbagai tuntutan harian.

Pentingnya Memberi Ruang untuk Berpikir

Dalam pandangannya, salah satu kesalahan terbesar yang sering terjadi adalah menekan keinginan untuk berpikir kritis.

Omara Esteglal bahkan menyebut bahwa larangan untuk “tidak berpikir terlalu jauh” adalah nasihat terburuk yang pernah ia dengar.

Ia meyakini bahwa manusia memiliki kemampuan berpikir untuk memahami makna di balik setiap tindakan, bukan sekadar mengikuti arus tanpa arah.

Dengan berpikir kritis, seseorang bisa lebih sadar terhadap keputusan yang diambil, serta memahami konsekuensi dari setiap pilihan.

Kedewasaan Bukan Soal Usia

Omara juga menegaskan bahwa kedewasaan tidak selalu berkaitan dengan usia. Banyak orang yang secara umur sudah dewasa, tetapi belum benar-benar memahami dirinya sendiri.

Sebaliknya, ada pula individu yang mampu menunjukkan kedewasaan melalui cara berpikir, sikap, dan kemampuannya mengelola emosi.

Baginya, kedewasaan adalah proses yang terus berkembang, bukan tujuan akhir yang bisa dicapai dalam waktu singkat.

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial

Di era digital, tekanan untuk tampil sempurna semakin besar. Media sosial sering kali menciptakan standar yang tidak realistis, sehingga membuat banyak orang merasa tidak cukup baik.

Baca Juga: Alasan Kenapa Mobil Tua Kembali Digemari Anak Muda dari pada Mobil Baru

Dalam kondisi ini, Omara Esteglal mengingatkan pentingnya kembali pada diri sendiri.

Ia percaya bahwa kebahagiaan dan ketenangan tidak datang dari validasi orang lain, melainkan dari penerimaan terhadap diri sendiri.

Pesan ini menjadi relevan bagi generasi muda yang tengah berjuang menemukan arah hidup di tengah berbagai distraksi.

Pada akhirnya, menjadi otentik bukan hanya tentang keberanian untuk tampil berbeda, tetapi juga tentang kejujuran dalam memahami siapa diri kita sebenarnya.

Dari situlah seseorang bisa membangun kehidupan yang lebih bermakna dan seimbang. (*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#self awareness #Omara Esteglal #generasi muda Indonesia #motivasi hidup #kesehatan mental anak muda