Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Gen Z Kembali ke Gaya Hidup Sederhana, Tren Sehat yang Lebih Realistis dan Berkelanjutan

Widodo • Kamis, 16 April 2026 | 13:19 WIB
Gen Z mulai meninggalkan tren sehat yang ribet dan beralih ke gaya hidup sederhana yang lebih realistis dan berkelanjutan. (Ilustrasi)
Gen Z mulai meninggalkan tren sehat yang ribet dan beralih ke gaya hidup sederhana yang lebih realistis dan berkelanjutan. (Ilustrasi)

 

RADARBONANG.ID – Di tengah maraknya tren gym estetik, suplemen mahal, dan pola diet viral, muncul pergeseran menarik di kalangan generasi muda.

Gen Z kini mulai meninggalkan pendekatan ekstrem dan kembali ke gaya hidup sehat yang lebih sederhana dan realistis.

Alih-alih mengejar “tubuh sempurna” ala media sosial, banyak dari mereka mulai fokus pada hal-hal mendasar seperti tidur cukup, makan makanan alami, dan menjalani hidup dengan ritme yang lebih tenang.

Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan bentuk kesadaran baru terhadap kesehatan yang lebih berkelanjutan.

Baca Juga: Geram Jalan Rusak Kerap Makan Korban, Pemuda Semanding Tuban Turun Tangan Tambal Lubang Pakai Batu Kapur

Dari Ribet ke Relevan

Beberapa tahun terakhir, gaya hidup sehat sering dikaitkan dengan rutinitas yang cukup melelahkan—latihan intens, pola makan super ketat, hingga standar disiplin tinggi tanpa jeda.

Kini, perspektif tersebut mulai berubah. Dalam kajian World Health Organization, gaya hidup sehat justru berakar pada kebiasaan sederhana seperti pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, dan istirahat yang cukup.

Gen Z mulai menyadari bahwa kesehatan bukan soal ekstrem, melainkan konsistensi.

Tidak harus mahal atau rumit, selama bisa dijalani dalam jangka panjang.

Makan Lebih “Real”, Hidup Lebih Ringan

Jika sebelumnya makanan sehat identik dengan bahan impor seperti quinoa atau almond milk, kini banyak yang kembali ke makanan lokal.

Sayur, buah, tempe, dan tahu yang dulu dianggap biasa, kini justru menjadi pilihan utama.

Selain lebih terjangkau, makanan alami cenderung minim proses dan lebih sesuai untuk kebutuhan tubuh jangka panjang.

Perubahan ini menunjukkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kualitas makanan, bukan sekadar mengikuti tren.

Slow Living, Bukan Malas

Tren slow living juga semakin populer. Gaya hidup ini bukan berarti tidak produktif, melainkan lebih sadar dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Mulai dari menikmati sarapan tanpa terburu-buru, berjalan kaki di sore hari, hingga meluangkan waktu untuk diri sendiri—hal-hal kecil yang dulu sering terabaikan kini justru menjadi prioritas.

Penelitian dari Harvard Medical School menunjukkan bahwa ritme hidup yang terlalu cepat dapat meningkatkan stres.

Sebaliknya, memperlambat tempo hidup dapat membantu menjaga kesehatan mental.

Olahraga Tidak Harus Rumit

Meski gym tetap diminati, banyak Gen Z kini memilih aktivitas fisik yang lebih fleksibel.

Jogging, yoga di rumah, hingga sekadar berjalan kaki menjadi alternatif yang lebih mudah dijalani.

Konsep “movement over workout” pun mulai populer—yang penting tubuh tetap bergerak, bukan seberapa berat atau intens latihannya.

Pendekatan ini membuat olahraga terasa lebih inklusif dan tidak membebani.

Mulai Mengurangi Ketergantungan Digital

Perubahan lain yang cukup terasa adalah meningkatnya kesadaran untuk melakukan digital detox.

Meski belum sepenuhnya konsisten, banyak yang mulai mencoba mengurangi waktu layar.

Baik dengan membatasi penggunaan media sosial maupun menyediakan waktu khusus tanpa gadget, langkah ini menjadi bagian penting dari menjaga kesehatan mental.

Baca Juga: Tunggakan UKT Menghantui Mahasiswa, Skema Bantuan Pemerintah Dinilai Belum Menyeluruh

Hal ini menegaskan bahwa kesehatan tidak hanya soal fisik, tetapi juga keseimbangan emosional dan psikologis.

Sederhana, Tapi Bermakna

Gaya hidup sehat versi Gen Z kini tidak lagi berorientasi pada penampilan atau validasi sosial, melainkan pada kenyamanan dan kebutuhan pribadi.

Tidak harus mengikuti semua tren atau mencapai standar sempurna. Yang terpenting adalah menemukan ritme hidup yang bisa dijalani secara konsisten.

Di tengah dunia yang semakin kompleks, kembali ke hal-hal sederhana justru menjadi bentuk self-care yang paling jujur.

Karena pada akhirnya, sehat bukan tentang siapa yang paling disiplin, melainkan siapa yang paling memahami kebutuhan tubuhnya sendiri.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#tren kesehatan gen z #gaya hidup sehat Gen Z #Slow Living #digital detox #Real food