Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Kedewasaan Bukan Mati Rasa: Abigail Limuria Ungkap Cara Sehat Mengelola Emosi di Tengah Krisis

Lailatul Khusna Febriyanti • Selasa, 14 April 2026 | 15:58 WIB
Abigail Limuria tekankan kedewasaan bukan mati rasa, melainkan kemampuan mengelola emosi secara sehat di tengah krisis (Sumber : Instagram @abigailimuria)
Abigail Limuria tekankan kedewasaan bukan mati rasa, melainkan kemampuan mengelola emosi secara sehat di tengah krisis (Sumber : Instagram @abigailimuria)

 

RADARBONANG.ID – Banyak orang masih mengartikan kedewasaan sebagai kemampuan untuk selalu terlihat tenang, tidak reaktif, dan cenderung “dingin” dalam menghadapi masalah.

Namun, pandangan tersebut justru dinilai keliru oleh Abigail Limuria.

Menurutnya, kedewasaan sejati bukan tentang menekan atau menghilangkan emosi, melainkan bagaimana seseorang mampu memahami, mengolah, dan merespons emosi dengan sehat.

Dalam perbincangan yang diunggah di kanal YouTube, Abigail membedah bagaimana banyak orang tanpa sadar terjebak dalam kondisi mati rasa (numb) yang justru dianggap sebagai tanda kematangan.

Baca Juga: Fenomena Gengsi Gen Z: Rela Utang Demi Konten, Jebakan Pamer yang Berujung Sengsara

Beda Tipis Antara Dewasa dan Mati Rasa

Abigail menceritakan pengalamannya saat menghadapi masa sulit setelah lulus kuliah.

Ia sempat berada di titik emosional terendah hingga merasa mati rasa. Namun, kondisi tersebut justru mendapat pujian dari lingkungan sekitarnya.

Fenomena ini, menurutnya, sangat berbahaya. Banyak orang yang dianggap dewasa sebenarnya hanya menahan emosi tanpa pernah benar-benar memprosesnya.

Ia menegaskan bahwa emosi adalah bagian penting dari kemanusiaan.

Tanpa emosi, seseorang akan kesulitan membangun hubungan yang bermakna dengan orang lain.

Kedewasaan bukan berarti tidak merasakan apa-apa, melainkan tetap mampu merasakan, namun tidak dikendalikan oleh emosi tersebut.

Kedewasaan Diuji Saat Krisis

Lebih jauh, Abigail menjelaskan bahwa kedewasaan tidak bisa diukur saat hidup berjalan lancar.

Justru, karakter seseorang baru terlihat saat menghadapi krisis.

Ia mengibaratkan bahwa seseorang tidak bisa disebut pelaut andal jika hanya berlayar di laut yang tenang.

Begitu pula dengan manusia, kedewasaan akan terlihat dari cara seseorang merespons tekanan dan tantangan hidup.

Dalam situasi sulit, kemampuan mengelola emosi menjadi kunci utama.

Bukan sekadar menahan reaksi, tetapi memahami apa yang dirasakan dan mengambil keputusan dengan lebih bijak.

Proses Belajar yang Tidak Pernah Selesai

Abigail juga menekankan bahwa menjadi dewasa adalah proses yang terus berlangsung. Tidak ada titik akhir dalam perjalanan ini.

Salah satu ciri kedewasaan adalah keberanian untuk mengakui bahwa diri sendiri tidak mengetahui segalanya.

Dari kesadaran tersebut, seseorang akan lebih terbuka terhadap perspektif baru dan lebih siap untuk belajar.

Sikap open-minded ini menjadi fondasi penting dalam membangun kedewasaan yang autentik.

Pentingnya Kejelasan dalam Dunia Profesional

Selain membahas aspek emosional, Abigail juga membagikan pelajaran penting dari pengalaman profesionalnya bersama What Is Up Indonesia.

Ia menyoroti bagaimana asumsi yang tidak dikomunikasikan dengan jelas dapat memicu konflik dan krisis dalam tim.

Dari pengalaman tersebut, ia belajar bahwa segala sesuatu perlu memiliki kejelasan dan dasar yang kuat, terutama dalam bentuk kesepakatan tertulis.

Menurutnya, prinsip “hitam di atas putih” bukan hanya untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga untuk menjaga hubungan kerja tetap sehat dan profesional.

Hidup Lebih Intentional

Menatap masa depan, Abigail mengaku ingin menjalani hidup dengan lebih terarah atau intentional.

Ia menekankan pentingnya mengelola waktu dan energi untuk hal-hal yang benar-benar memiliki makna.

Memahami prioritas menjadi langkah penting agar seseorang tidak terjebak dalam aktivitas yang melelahkan namun tidak memberikan dampak signifikan.

Baca Juga: Tangis Suster Natalia Pecah, Dana Umat Rp 28 Miliar Diduga Digelapkan Oknum Bank

Dengan kejelasan tujuan, seseorang dapat menjalani hidup dengan lebih fokus dan bermakna.

Pandangan Abigail Limuria menjadi pengingat bahwa kedewasaan bukanlah tentang menjadi dingin atau tidak bereaksi.

Sebaliknya, kedewasaan adalah tentang keberanian untuk merasakan, memahami, dan mengelola emosi secara sehat.

Di tengah tekanan hidup yang semakin kompleks, kemampuan ini menjadi bekal penting untuk membangun kehidupan yang lebih seimbang dan bermakna.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#mengelola emosi #arti kedewasaan #Abigail Limuria #psikologi emosi #kesehatan mental