Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Harga Tiket Piala Dunia 2026 Tuai Kritik, Fans Keluhkan Biaya Fantastis

Bihan Mokodompit • Jumat, 10 April 2026 | 14:22 WIB
Harga tiket Piala Dunia 2026 menuai kritik tajam karena melonjak tinggi, membuat banyak suporter kesulitan mengakses pertandingan secara langsung. (Ilustrasi)
Harga tiket Piala Dunia 2026 menuai kritik tajam karena melonjak tinggi, membuat banyak suporter kesulitan mengakses pertandingan secara langsung. (Ilustrasi)

 

RADARBONANG.ID – Harga tiket Piala Dunia FIFA 2026 menjadi sorotan tajam dari penggemar sepak bola dunia.

Biaya yang dinilai terlalu tinggi memicu kritik luas karena dianggap memberatkan suporter, terutama dari kalangan menengah ke bawah.

Turnamen yang akan digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini seharusnya menjadi pesta sepak bola global.

Namun, mahalnya harga tiket justru memunculkan kekhawatiran soal aksesibilitas bagi fans yang ingin menyaksikan langsung di stadion.

Lonjakan Harga Tiket Picu Keresahan Global

Sejak rincian harga tiket mulai beredar, gelombang kritik terus bermunculan. Banyak pihak menilai harga tiket Piala Dunia 2026 sudah jauh dari kata terjangkau.

Kondisi ini terutama dirasakan pada pertandingan yang digelar di Amerika Serikat, yang disebut-sebut memiliki harga paling tinggi dibandingkan dua negara tuan rumah lainnya.

Bagi sebagian besar suporter, menghadiri Piala Dunia bukan hanya soal menonton pertandingan, tetapi juga pengalaman emosional.

Namun, harga yang melambung tinggi membuat pengalaman tersebut terasa semakin sulit dijangkau.

Harga Final dan Fenomena Resale Jadi Sorotan

Salah satu yang paling disorot adalah harga tiket final. Dalam penjualan resmi, tiket kategori premium dilaporkan mencapai 10.000 dolar AS.

Namun, di pasar sekunder atau resale, harga tiket melonjak drastis hingga menyentuh £62.000 atau sekitar Rp1,24 miliar.

Lonjakan ini dinilai tidak masuk akal dan menjadi simbol mahalnya akses ke ajang sepak bola terbesar di dunia.

Bahkan, terdapat laporan tiket pertandingan tertentu yang dijual hingga hampir 1 juta dolar AS.

Fenomena ini menunjukkan bahwa sistem resale tiket menjadi faktor utama dalam kenaikan harga yang tidak terkendali.

Suporter Inggris dan Skotlandia Paling Terdampak

Keluhan paling banyak datang dari suporter Inggris dan Skotlandia. Bagi fans Skotlandia, situasi ini terasa semakin berat karena momen tampil di Piala Dunia merupakan kesempatan langka, terakhir kali terjadi pada 1998.

Selain tiket, biaya perjalanan juga menjadi beban tambahan. Perjalanan dari Boston ke Foxboro, misalnya, diperkirakan mencapai 80 dolar AS pulang-pergi.

Harga tersebut disebut hingga empat kali lipat lebih mahal dibandingkan tarif normal, sehingga semakin memperberat total biaya yang harus dikeluarkan suporter.

Kasus Harga Fantastis dan Kritik ke FIFA

Sejumlah laporan media menyoroti harga tiket yang dinilai tidak rasional.

Ada tiket laga Skotlandia melawan Brasil yang dijual hingga £44.000, padahal harga awalnya hanya £273.

Lebih ekstrem lagi, ditemukan tiket yang dipasarkan hingga £8,6 juta atau sekitar Rp172 miliar di pasar sekunder.

Angka ini memicu reaksi keras dari publik yang mempertanyakan sistem pengawasan harga.

Sorotan pun mengarah ke FIFA sebagai penyelenggara. FIFA disebut akan mendapatkan komisi sekitar 15 persen dari setiap transaksi resale tiket melalui platform resmi mereka.

Hal ini menimbulkan perdebatan terkait sejauh mana tanggung jawab FIFA dalam mengendalikan lonjakan harga di pasar sekunder.

Ancaman bagi Aksesibilitas Sepak Bola

Kelompok suporter dari berbagai negara menyuarakan kekhawatiran serius.

Mereka menilai mahalnya tiket Piala Dunia 2026 berpotensi menghilangkan esensi sepak bola sebagai olahraga rakyat.

Sepak bola selama ini dikenal sebagai olahraga yang menyatukan berbagai kalangan.

Namun, jika harga tiket terus melambung, hanya kelompok tertentu yang mampu menikmati pertandingan secara langsung.

Selain itu, sistem resale yang tidak terkontrol membuka peluang bagi spekulan untuk mengambil keuntungan besar.

Akibatnya, fans sejati justru kesulitan mendapatkan tiket dengan harga wajar.

Perlunya Evaluasi Sistem Penjualan Tiket

Isu harga tiket Piala Dunia 2026 kini menjadi perhatian global. Banyak pihak mendesak adanya evaluasi terhadap sistem penjualan dan distribusi tiket agar lebih transparan dan adil.

Baca Juga: Bukan Pacaran, Tapi Nggak Temenan: Fenomena Situationship yang Bikin Gen Z Overthinking

Pengamat menilai perlu ada pembatasan harga di pasar sekunder serta pengawasan yang lebih ketat untuk mencegah praktik spekulasi.

Jika tidak segera diatasi, kondisi ini dikhawatirkan akan merusak citra Piala Dunia sebagai ajang yang inklusif dan dekat dengan penggemar.

Sebagai turnamen sepak bola terbesar di dunia, Piala Dunia seharusnya dapat dinikmati oleh semua kalangan, bukan hanya mereka yang mampu membayar harga fantastis.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#tiket FIFA 2026 #resale tiket Piala Dunia #kritik tiket mahal #fans sepak bola #Harga Tiket Piala Dunia 2026