Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Bukan Pacaran, Tapi Nggak Temenan: Fenomena Situationship yang Bikin Gen Z Overthinking

Widodo • Jumat, 10 April 2026 | 09:12 WIB
Situationship terlihat nyaman tanpa status, tapi diam-diam bisa jadi sumber overthinking dan kelelahan emosional. (Ilustrasi)
Situationship terlihat nyaman tanpa status, tapi diam-diam bisa jadi sumber overthinking dan kelelahan emosional. (Ilustrasi)

 

RADARBONANG.ID – “Dia perhatian, tapi nggak pernah ngajak jadian.” Kalimat ini mungkin terdengar klise, tapi bagi banyak Gen Z, ini adalah realita yang semakin sering terjadi.

Fenomena ini dikenal dengan istilah situationship, yaitu hubungan yang terasa seperti pacaran, tetapi tanpa kejelasan status.

Kedekatan ada, komunikasi intens, bahkan terkadang sudah melibatkan perasaan—namun tanpa komitmen yang pasti.

Di era digital, topik ini semakin ramai diperbincangkan. Mulai dari media sosial hingga obrolan santai, banyak yang merasa terjebak dalam hubungan “abu-abu” ini.

Baca Juga: Prabowo Wanti-wanti Krisis Pangan, Energi, dan Air di Tengah Gejolak Global

Dekat, Tapi Tidak Pernah Jelas

Situationship biasanya dimulai dari intensitas komunikasi yang tinggi. Chat setiap hari, saling berbagi cerita, hingga sering menghabiskan waktu bersama.

Namun, ketika muncul pertanyaan sederhana seperti “kita ini apa?”, jawabannya sering kali mengambang atau bahkan dihindari.

Bagi sebagian orang, kondisi ini terasa nyaman karena tidak ada tuntutan.

Namun di sisi lain, ketidakjelasan justru menjadi sumber kelelahan emosional karena tidak ada kepastian arah hubungan.

Antara Takut Komitmen dan Takut Kehilangan

Fenomena situationship tidak lepas dari dua faktor utama: fear of commitment (takut berkomitmen) dan fear of missing out atau FOMO.

Banyak Gen Z ingin tetap memiliki kedekatan emosional tanpa harus terikat dalam hubungan yang serius.

Di saat yang sama, mereka juga takut kehilangan seseorang yang sudah dekat.

Kombinasi ini menciptakan hubungan yang berjalan, tetapi tanpa arah yang jelas. Seolah ada di tengah-tengah—tidak maju, tapi juga tidak benar-benar berhenti.

Dipengaruhi Budaya Digital

Perkembangan teknologi dan media sosial turut memperkuat fenomena ini. Interaksi seperti like, reply, story, dan direct message membuat hubungan tetap terasa “hidup” tanpa perlu komitmen nyata.

Seseorang bisa hadir setiap hari di layar ponsel, tetapi belum tentu hadir secara emosional dalam kehidupan nyata.

Hal ini menciptakan ilusi kedekatan yang membuat banyak orang sulit melepaskan, meskipun hubungan tersebut tidak memiliki kejelasan.

Normalisasi yang Diam-Diam Berisiko

Yang menarik, situationship kini mulai dianggap sebagai sesuatu yang normal.

Banyak yang beranggapan bahwa menjalani hubungan tanpa label adalah hal yang wajar, terutama di usia muda.

Namun, tanpa disadari, kondisi ini bisa membuat seseorang terjebak lebih lama dari yang seharusnya.

Waktu berjalan, perasaan semakin dalam, tetapi arah hubungan tetap tidak berubah.

Ketika ekspektasi tidak sejalan, konflik emosional pun mulai muncul.

Jadi Pilihan atau Jebakan?

Bagi sebagian orang, situationship mungkin hanya fase sebelum masuk ke hubungan yang lebih serius.

Namun bagi yang lain, ini bisa menjadi jebakan emosional yang melelahkan.

Karena pada dasarnya, manusia membutuhkan kejelasan dalam hubungan.

Bukan hanya rasa nyaman, tetapi juga tujuan dan arah yang pasti.

Pertanyaan penting yang perlu diajukan bukan lagi tentang pasangan, melainkan tentang diri sendiri: apakah ingin terus berada dalam hubungan yang tidak jelas?

Baca Juga: Waspadai Perut Buncit Meski Badan Ramping, Ada Ancaman Lemak Viseral yang Mengintai Kesehatan

Kepastian Masih Jadi Kebutuhan

Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat dan fleksibel, kebutuhan akan kepastian sebenarnya tidak pernah berubah.

Meski sering dihindari, kejelasan tetap menjadi fondasi penting dalam hubungan yang sehat. Tanpa itu, hubungan cenderung berjalan di tempat dan berisiko melukai salah satu pihak.

Pada akhirnya, situationship bukan hanya soal tren, tetapi tentang bagaimana seseorang memahami kebutuhan emosionalnya sendiri.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#situationship adalah #hubungan tanpa status gen z #fear of commitment #FOMO hubungan #psikologi hubungan modern