Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

WALHI Dorong UMKM Pakai Daun Pisang dan Kertas di Tengah Harga Plastik Melonjak

Ika Nur Jannah • Kamis, 9 April 2026 | 16:53 WIB
WALHI mendorong UMKM beralih ke kemasan daun pisang dan kertas sebagai solusi atas mahalnya plastik sekaligus menjaga lingkungan (Ilustrasi daun Pisang)
WALHI mendorong UMKM beralih ke kemasan daun pisang dan kertas sebagai solusi atas mahalnya plastik sekaligus menjaga lingkungan (Ilustrasi daun Pisang)

 

RADARBONANG.IDWahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mulai beralih dari kemasan plastik ke bahan ramah lingkungan seperti daun pisang dan kertas.

Langkah ini diusulkan di tengah tren kenaikan harga plastik yang dipicu ketergantungan pada bahan baku energi fosil yang fluktuatif di pasar global.

Harga Plastik Naik, UMKM Tertekan

Kenaikan harga plastik dinilai mulai membebani pelaku UMKM yang selama ini mengandalkan bahan tersebut karena dianggap praktis dan murah.

Namun, WALHI menilai persepsi murah tersebut tidak sepenuhnya tepat. Biaya lingkungan dari penggunaan plastik, seperti pencemaran dan dampak kesehatan, sering kali tidak diperhitungkan dalam biaya produksi.

Selain itu, gangguan rantai pasok global juga membuat harga bahan baku plastik semakin tidak stabil, sehingga menambah kerentanan usaha kecil.

Ancaman Mikroplastik bagi Lingkungan dan Kesehatan

Penggunaan plastik secara masif juga memicu persoalan serius berupa Mikroplastik yang mencemari tanah, udara, dan sumber makanan.

Partikel mikroplastik dapat masuk ke rantai pangan melalui hasil pertanian seperti padi maupun produk perikanan, yang pada akhirnya berpotensi membahayakan kesehatan manusia.

Kondisi ini memperkuat urgensi untuk mengurangi ketergantungan pada plastik dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

Alternatif Ramah Lingkungan Mulai Didorong

Sebagai solusi, WALHI mengusulkan penggunaan bahan alami seperti daun pisang serta kemasan berbasis kertas sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Selain mudah terurai, bahan-bahan tersebut juga dinilai lebih aman bagi kesehatan dan dapat mendukung konsep ekonomi berkelanjutan.

Meski demikian, peralihan ini tidak lepas dari tantangan, terutama terkait biaya awal yang lebih tinggi serta adaptasi dalam proses produksi.

Perlu Dukungan Pemerintah

Wakil Ketua Bidang Kampanye Urban dan Kebijakan Tata Ruang WALHI, Wahyu Eka Styawan, menekankan pentingnya peran pemerintah dalam mendorong transisi ini.

Menurutnya, kebijakan insentif dan dukungan terhadap UMKM sangat dibutuhkan agar pelaku usaha tidak terbebani dalam proses peralihan dari plastik ke bahan alternatif.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya memilih produk dengan kemasan ramah lingkungan.

Momentum Perubahan Model Usaha

Kenaikan harga plastik saat ini dinilai sebagai momentum yang tepat untuk mendorong perubahan model usaha yang lebih berkelanjutan.

WALHI menilai ketergantungan pada plastik membuat UMKM rentan terhadap fluktuasi harga global, sehingga diversifikasi bahan kemasan menjadi langkah strategis.

Baca Juga: Soal Motor MBG, BGN Klaim Pengadaan Motor Listrik di Bawah Harga Pasar

Dengan beralih ke bahan alami, pelaku usaha tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga berpotensi meningkatkan nilai jual produk di mata konsumen yang semakin peduli terhadap isu keberlanjutan.

Menuju Usaha yang Lebih Tahan dan Ramah Lingkungan

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan UMKM terhadap plastik sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Ke depan, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#WALHI #plastik mahal #kemasan ramah lingkungan #umkm #daun pisang