Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Sering Refresh Feed Media Sosial? Ini 7 Ciri Kepribadian di Baliknya Menurut Psikologi

Cicik Nur Latifah • Rabu, 8 April 2026 | 16:12 WIB
Sering scroll tanpa sadar? Bisa jadi ada sesuatu di baliknya secara psikologis. (Ilustrasi/Freepik)
Sering scroll tanpa sadar? Bisa jadi ada sesuatu di baliknya secara psikologis. (Ilustrasi/Freepik)

 

RADARBONANG.ID – Di era digital, kebiasaan membuka dan memperbarui feed media sosial seperti Instagram, TikTok, hingga X sudah menjadi bagian dari rutinitas harian.

Sekilas tampak sepele, namun dalam kajian Psikologi, kebiasaan ini ternyata dapat mencerminkan kondisi emosional dan pola pikir seseorang yang lebih dalam.

Mengutip Expert Editor, berikut tujuh ciri kepribadian yang sering dimiliki oleh orang yang terus-menerus memperbarui feed media sosial:

Baca Juga: Akhir Pelarian si Boneng, Preman Penganiayaan Pemilik Hajatan di Purwakarta Diterjang Timah Panas

1. Rasa Ingin Tahu Tinggi

Orang dengan kebiasaan ini biasanya memiliki rasa ingin tahu yang besar. Mereka terdorong untuk selalu mengetahui informasi terbaru, tren viral, atau aktivitas orang lain.

Dorongan ini berkaitan dengan kebutuhan kognitif untuk memahami lingkungan sekitar secara cepat.

2. Sensitif terhadap Reward Instan

Setiap kali membuka feed, seseorang berpeluang menemukan konten menarik yang memberikan kepuasan singkat.

Dalam psikologi, pola ini disebut sebagai sistem reward tidak pasti, yang membuat otak terus terdorong untuk mengulang perilaku tersebut.

3. Menghindari Ketidaknyamanan

Banyak orang tanpa sadar membuka media sosial saat merasa bosan, cemas, atau tertekan.

Kebiasaan ini dikenal sebagai avoidance coping, yaitu cara menghindari emosi tidak nyaman dengan distraksi cepat.

4. Kebutuhan Akan Koneksi Sosial

Memperbarui feed juga bisa menjadi cara untuk tetap merasa terhubung dengan orang lain.

Meskipun tanpa interaksi langsung, seseorang tetap merasa menjadi bagian dari lingkungan sosialnya.

5. Rentan FOMO (Fear of Missing Out)

Ketakutan akan ketinggalan informasi atau tren membuat seseorang terus membuka media sosial.

Perasaan ini dapat memicu kecemasan jika tidak segera mengetahui apa yang sedang terjadi.

6. Regulasi Emosi yang Belum Stabil

Sebagian orang menggunakan media sosial sebagai cara instan untuk memperbaiki suasana hati.

Namun jika dilakukan terus-menerus, hal ini bisa menjadi tanda bahwa kemampuan mengelola emosi masih perlu diperkuat.

7. Overstimulation dan Sulit Fokus

Paparan konten cepat secara berulang membuat otak terbiasa dengan stimulasi tinggi.

Akibatnya, aktivitas yang membutuhkan konsentrasi lama terasa membosankan dan sulit dijalani.

Antara Kebiasaan dan Kesadaran

Penting untuk dipahami bahwa memperbarui feed media sosial bukanlah hal yang sepenuhnya negatif. Dalam batas wajar, aktivitas ini bisa menjadi sarana hiburan, relaksasi, bahkan sumber informasi.

Namun, jika dilakukan secara berlebihan dan tanpa kesadaran, kebiasaan ini dapat berdampak pada fokus, produktivitas, hingga kesehatan mental.

Baca Juga: Hadapi Ancaman El Nino, Mentan Pastikan Stok Beras Aman Hingga Puncak Panen 2027

Cara Mengelola dengan Lebih Bijak

Agar tetap sehat secara digital, beberapa langkah sederhana bisa dilakukan:

Pada akhirnya, yang terpenting bukan seberapa sering kita membuka media sosial, tetapi alasan di baliknya. Dengan memahami pola perilaku ini, seseorang dapat lebih bijak dalam menggunakan teknologi tanpa kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#psikologi scrolling #FOMO adalah #kebiasaan buka Instagram #dampak TikTok ke otak #kecanduan media sosial