Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Kenali 3 Tipe Kepribadian yang Sering Mencari Validasi Sosial dan Cara Bijak Menghindarinya

Cicik Nur Latifah • Rabu, 8 April 2026 | 12:50 WIB
Sering butuh pengakuan dari orang lain? Bisa jadi ini dipengaruhi tipe kepribadianmu. Kenali dan atasi dengan bijak (Ilustrasi)
Sering butuh pengakuan dari orang lain? Bisa jadi ini dipengaruhi tipe kepribadianmu. Kenali dan atasi dengan bijak (Ilustrasi)

 

RADARBONANG.ID – Kebutuhan akan validasi sosial menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia.

Dalam perspektif Psikologi, keinginan untuk diakui, dihargai, dan diterima oleh lingkungan merupakan naluri dasar yang telah terbentuk sejak lama.

Namun, ketika kebutuhan ini menjadi berlebihan, seseorang bisa mulai bergantung pada penilaian orang lain untuk menentukan harga dirinya.

Menariknya, beberapa tipe kepribadian dalam konsep MBTI diketahui lebih rentan terhadap kecenderungan ini.

Mengutip berbagai sumber seperti PsychCentral, Simply Psychology, dan 16Personalities, berikut tiga tipe kepribadian yang cenderung sering mencari validasi sosial, serta cara mengatasinya.

Baca Juga: Pernah Dengar Sleepmaxxing? Ini 5 Alasan Kenapa Otak Butuh Istirahat Berkualitas

1. ENFP – Si Ekspresif yang Butuh Respon

ENFP dikenal sebagai pribadi yang hangat, ekspresif, dan mudah bergaul. Mereka senang berbagi ide, perasaan, serta energi positif kepada orang lain.

Namun, di balik sifatnya yang terbuka, ENFP memiliki kebutuhan tinggi untuk mendapatkan respons dari lingkungan.

Mereka merasa dihargai ketika ide dan perasaan mereka diterima dengan baik.

Sayangnya, ketika respons yang diterima berupa kritik atau penolakan, kepercayaan diri mereka bisa ikut terganggu.

Hal ini membuat ENFP rentan mencari validasi secara berulang.

2. ENFJ – Pemimpin yang Membutuhkan Afirmasi

ENFJ sering disebut sebagai pemimpin alami yang empatik, suportif, dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik.

Mereka sangat peduli terhadap hubungan sosial dan kesejahteraan orang di sekitarnya.

Karena itu, validasi dari lingkungan menjadi penting bagi ENFJ untuk memastikan bahwa peran mereka sebagai pemimpin atau penengah berjalan dengan baik.

Afirmasi dari orang lain membuat mereka merasa dihargai. Namun, jika terlalu bergantung pada penilaian eksternal, ENFJ bisa kehilangan arah dan terlalu mengorbankan diri demi menyenangkan orang lain.

3. ESFJ – Sang Pengasuh yang Haus Penghargaan

ESFJ dikenal sebagai sosok yang peduli, bertanggung jawab, dan penuh perhatian. Mereka senang membantu serta menjaga keharmonisan dalam lingkungan sosial.

Namun, di balik sifatnya yang hangat, ESFJ juga memiliki kebutuhan kuat untuk dihargai. Ketika usaha mereka tidak diakui, mereka bisa merasa kecewa bahkan tidak dihargai.

Akibatnya, ESFJ cenderung terus mencari validasi dari orang lain untuk memastikan bahwa mereka “cukup baik”.

Mengapa Manusia Mencari Validasi?

Secara alami, manusia adalah makhluk sosial. Sejak zaman dahulu, penerimaan dari kelompok menjadi faktor penting untuk bertahan hidup.

Tidak heran jika kebutuhan akan validasi masih tertanam kuat hingga sekarang.

Dalam konteks modern, validasi membantu seseorang merasa diterima, dihargai, dan memiliki tempat dalam lingkungan sosialnya. Namun, masalah muncul ketika validasi eksternal menjadi satu-satunya sumber rasa percaya diri.

Ketergantungan ini dapat membuat seseorang mudah terpengaruh, sulit mengambil keputusan sendiri, dan rentan terhadap tekanan sosial.

Cara Menghindari Ketergantungan Validasi

Mencari validasi bukanlah hal yang salah. Namun, penting untuk menjaga keseimbangan agar tidak bergantung sepenuhnya pada orang lain. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Tingkatkan Kesadaran Diri
Langkah pertama adalah menyadari kapan Anda mulai terlalu bergantung pada penilaian orang lain. Dengan memahami pola ini, Anda bisa lebih mudah mengontrolnya.

2. Bangun Validasi Internal
Mulailah menghargai diri sendiri tanpa menunggu pengakuan dari luar. Rayakan pencapaian kecil dan beri apresiasi pada usaha yang telah dilakukan.

3. Tetapkan Batasan Sosial
Tidak semua opini harus didengar. Belajar memilah mana masukan yang membangun dan mana yang justru merugikan.

4. Fokus pada Nilai Pribadi
Tentukan prinsip hidup yang Anda yakini, sehingga keputusan tidak selalu bergantung pada penerimaan orang lain.

Baca Juga: Pernah Dengar Sleepmaxxing? Ini 5 Alasan Kenapa Otak Butuh Istirahat Berkualitas

5. Latih Kepercayaan Diri Secara Bertahap
Kepercayaan diri tidak datang secara instan. Mulailah dari hal kecil, seperti berani mengambil keputusan sendiri tanpa meminta persetujuan banyak orang.

Kebutuhan akan validasi adalah hal yang manusiawi. Namun, menjadikannya sebagai satu-satunya sumber kebahagiaan bisa menjadi jebakan yang menghambat pertumbuhan diri.

Dengan memahami tipe kepribadian dan pola perilaku masing-masing, seseorang dapat belajar untuk lebih mandiri secara emosional. Pada akhirnya, validasi terbaik bukan datang dari luar, melainkan dari kemampuan diri untuk menerima dan menghargai diri sendiri.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#tipe MBTI butuh validasi #ENFP ENFJ ESFJ psikologi #validasi sosial adalah #cara berhenti haus validasi #kepercayaan diri psikologi