Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Induk Rockstar Games Dikabarkan Pangkas Tim AI di Tengah Persiapan GTA VI

Andika Julia Perdana Putra • Minggu, 5 April 2026 | 11:16 WIB
Take-Two dikabarkan memangkas tim AI saat persiapan GTA VI, memicu pertanyaan tentang arah penggunaan AI dalam industri game. (Adrenaline/Pinterest)
Take-Two dikabarkan memangkas tim AI saat persiapan GTA VI, memicu pertanyaan tentang arah penggunaan AI dalam industri game. (Adrenaline/Pinterest)

 

RADARBONANG.ID – Perusahaan induk Rockstar Games, yakni Take-Two Interactive, dilaporkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap tim yang menangani pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Langkah ini mengejutkan banyak pihak, mengingat industri game saat ini justru tengah gencar mengadopsi teknologi AI.

Kepala Divisi AI Ikut Terdampak

Salah satu sosok yang terdampak dalam keputusan ini adalah Luke Dicken, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala divisi AI di Take-Two.

Baca Juga: Bukan Sekadar Skincare, Tubuh Ternyata Perlu “Buang Sampah”: Ini Rahasia Kulit Glowing Alami

Kabar tersebut pertama kali mencuat melalui unggahan Dicken di platform profesional LinkedIn.

Dalam pernyataannya, ia mengungkapkan kekecewaan karena masa kerjanya bersama perusahaan serta tim yang dipimpinnya telah resmi berakhir.

Dicken juga menyiratkan bahwa sejumlah anggota timnya kemungkinan turut terdampak kebijakan tersebut, meskipun belum ada rincian resmi terkait jumlah karyawan yang terkena PHK.

Kontribusi Tim AI dalam Pengembangan Game

Dalam unggahannya, Dicken menjelaskan bahwa selama beberapa tahun terakhir timnya telah mengembangkan berbagai teknologi canggih untuk mendukung proses pembuatan game.

Beberapa di antaranya mencakup sistem procedural content generation, yang memungkinkan pembuatan konten game secara otomatis, serta teknologi berbasis machine learning untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Teknologi ini dinilai penting dalam industri game modern, terutama untuk mempercepat pengembangan dunia game yang semakin kompleks dan detail.

Upaya Membantu Rekan Kerja

Menariknya, setelah pengumuman tersebut, Dicken juga berinisiatif membantu mantan rekan-rekannya.

Ia membuka peluang bagi perusahaan lain yang membutuhkan talenta di bidang seperti machine learning, DevOps, hingga pengembangan konten prosedural.

Langkah ini menunjukkan solidaritas di tengah situasi yang tidak mudah, sekaligus menyoroti tingginya nilai tenaga ahli di bidang teknologi AI dalam industri kreatif.

Bertolak Belakang dengan Tren Industri

Keputusan Take-Two ini terbilang kontras dengan tren industri game global yang justru semakin agresif dalam mengadopsi AI.

Banyak perusahaan memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menekan biaya pengembangan.

AI juga semakin banyak digunakan untuk menciptakan pengalaman bermain yang lebih dinamis, termasuk pengembangan karakter non-pemain (NPC), desain dunia terbuka, hingga analisis perilaku pemain.

Pandangan CEO tentang Peran AI

CEO Take-Two, Strauss Zelnick, sebelumnya pernah menyampaikan pandangannya terkait AI dalam industri game.

Ia menilai bahwa teknologi tersebut memang dapat membantu proses pengembangan, tetapi tidak akan mampu menggantikan kreativitas manusia.

Menurutnya, game berskala besar seperti Grand Theft Auto VI tetap membutuhkan sentuhan kreatif manusia untuk menghasilkan pengalaman yang autentik dan menarik.

Fokus di Tengah Persiapan GTA VI

Langkah PHK ini terjadi di tengah persiapan peluncuran GTA VI, yang diperkirakan akan menjadi salah satu rilis game terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Keputusan untuk memangkas tim AI di fase krusial ini memunculkan berbagai spekulasi, mulai dari restrukturisasi internal hingga perubahan strategi pengembangan teknologi di dalam perusahaan.

Namun hingga saat ini, pihak Take-Two belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan tersebut.

Baca Juga: Di Bawah Sinar UV, Bunga Ternyata Menunjukkan Warna yang Tak TerlihatAmaliya Syafithri

Dampak bagi Industri Game

Jika benar terjadi, langkah ini bisa menjadi sinyal bahwa tidak semua perusahaan game memiliki pendekatan yang sama terhadap pemanfaatan AI.

Sebagian mungkin memilih untuk mengandalkan kreativitas tim internal secara tradisional, sementara yang lain terus berinvestasi dalam otomatisasi dan teknologi berbasis AI.

Ke depan, keseimbangan antara teknologi dan kreativitas manusia kemungkinan akan menjadi faktor kunci dalam menentukan arah perkembangan industri game global.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Take-Two PHK #Rockstar Games AI #GTA VI #Luke Dicken #industri game AI