Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Di Indonesia Dianggap Rusak, Jagung Berjamur Justru Jadi Makanan Premium di Luar Negeri

Amaliya Syafithri • Jumat, 3 April 2026 | 13:05 WIB
Jagung berjamur yang dianggap rusak di Indonesia ternyata bisa menjadi makanan premium di negara lain dengan nilai ekonomi tinggi. (Sumber: Instagram @infarm.id)
Jagung berjamur yang dianggap rusak di Indonesia ternyata bisa menjadi makanan premium di negara lain dengan nilai ekonomi tinggi. (Sumber: Instagram @infarm.id)

 

RADARBONANG.ID – Di Indonesia, jagung yang berjamur umumnya langsung dianggap rusak dan tidak layak konsumsi. Namun di beberapa negara lain, kondisi ini justru dipandang berbeda.

Bahkan, jenis jamur tertentu pada jagung bisa menjadi bahan makanan bernilai tinggi dan tergolong premium.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa cara pandang terhadap bahan pangan tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisiknya, tetapi juga oleh pengetahuan dan budaya yang berkembang di masyarakat.

Baca Juga: 8 Kebiasaan Malam Ini Bantu Orang-orang Sukses Meraih Impian Mereka, Penasaran?

Fenomena Jagung Berjamur yang Bernilai Tinggi

Salah satu contoh paling terkenal adalah huitlacoche, hidangan khas dari Meksiko.

Huitlacoche berasal dari jamur yang tumbuh pada jagung, yang secara ilmiah dikenal sebagai Ustilago maydis.

Alih-alih dibuang, jamur ini justru dimanfaatkan sebagai bahan masakan tradisional dengan cita rasa unik.

Teksturnya lembut dengan rasa gurih yang sering dibandingkan dengan jamur premium lainnya.

Di Meksiko, huitlacoche bahkan dijuluki sebagai “truffle-nya jagung” karena nilai ekonominya yang cukup tinggi.

Perbedaan Persepsi Budaya

Perbedaan cara pandang ini sangat dipengaruhi oleh budaya. Di Indonesia, jamur pada jagung identik dengan pembusukan atau kontaminasi yang berbahaya, sehingga dianggap tidak aman untuk dikonsumsi.

Sebaliknya, di negara seperti Meksiko, jamur tersebut telah lama dikenal, dipelajari, dan diolah menjadi bagian dari tradisi kuliner.

Hal ini membuktikan bahwa suatu bahan pangan bisa memiliki nilai yang sangat berbeda tergantung pada pemahaman masyarakat terhadapnya.

Tidak Semua Jamur Berbahaya

Secara ilmiah, tidak semua jamur berbahaya bagi manusia. Beberapa jenis justru aman dikonsumsi dan bahkan memiliki kandungan nutrisi tertentu.

Dalam kasus jagung berjamur seperti huitlacoche, jamur tersebut dapat memberikan rasa khas yang tidak ditemukan pada jagung biasa.

Namun, penting untuk diingat bahwa hanya jenis jamur tertentu yang aman, sehingga tidak semua jagung berjamur bisa dikonsumsi sembarangan.

Peluang Pengembangan Pangan Alternatif

Fenomena ini membuka peluang besar bagi pengembangan pangan alternatif, termasuk di Indonesia.

Dengan riset yang tepat, bahan yang sebelumnya dianggap tidak bernilai bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Baca Juga: 8 Kebiasaan Malam Ini Bantu Orang-orang Sukses Meraih Impian Mereka, Penasaran?

Namun, langkah ini tentu membutuhkan kajian ilmiah mendalam untuk memastikan keamanan, standar produksi, serta penerimaan masyarakat.

Cara Pandang Menentukan Nilai

Jagung berjamur bukan sekadar soal makanan rusak atau tidak, tetapi juga tentang bagaimana manusia memahami dan memanfaatkan sumber daya alam.

Dengan pendekatan yang tepat, sesuatu yang awalnya dianggap tidak berguna bisa berubah menjadi komoditas bernilai tinggi. Hal ini menjadi pengingat bahwa potensi alam sering kali belum dimanfaatkan secara optimal.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#jagung berjamur #huitlacoche #makanan unik Meksiko #jamur jagung #pangan alternatif