RADARBONANG.ID - Game spin-off dari PUBG: Blindspot dipastikan resmi menghentikan operasinya secara permanen mulai 30 Maret 2026.
Keputusan ini cukup mengejutkan karena usia game tersebut belum genap dua bulan sejak dirilis.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh ARC Team bersama PUBG Corporation setelah melihat performa game yang terus menurun sejak fase Early Access dimulai pada 5 Februari 2026.
Baca Juga: Mengapa IQ Tinggi Bukan Penentu Utama Kekayaan Seseorang, Ini Penjelasannya Menurut Verry Irwandi
Gagal Penuhi Ekspektasi Pemain
Informasi penutupan disampaikan oleh Sequoia Yang dari ARC Team melalui Steam Community Hub.
Dalam pernyataannya, tim pengembang mengakui bahwa mereka belum mampu menghadirkan pengalaman bermain yang sesuai harapan.
Selama masa Early Access, berbagai masukan dari pemain menunjukkan bahwa game ini masih memiliki banyak kekurangan, baik dari sisi gameplay maupun teknis.
Konsep Baru yang Tak Berhasil Menarik Minat
Sebagai bagian dari semesta PUBG: Battlegrounds, Blindspot sebenarnya hadir dengan konsep berbeda.
Game ini mengusung format pertempuran 5v5 dengan sudut pandang top-down, meninggalkan gaya battle royale yang selama ini identik dengan PUBG.
Blindspot menggabungkan elemen strategi dan tactical shooter yang menuntut koordinasi tim.
Namun, konsep ini rupanya belum cukup kuat untuk menarik basis pemain yang besar.
Penurunan Pemain yang Drastis
Saat pertama kali dirilis di Steam, PUBG: Blindspot sempat mencatatkan lebih dari 3.000 pemain aktif secara bersamaan. Angka tersebut cukup menjanjikan untuk game baru.
Namun dalam beberapa minggu, jumlah pemain terus merosot. Data dari SteamDB menunjukkan bahwa menjelang penutupan, pemain aktif hanya tersisa sekitar 148 orang.
Penurunan ini berdampak langsung pada kualitas matchmaking yang semakin sulit karena minimnya pemain aktif.
Masalah Teknis dan Cheating
Selain jumlah pemain yang menurun, berbagai masalah teknis juga menjadi sorotan.
Sejumlah pemain mengeluhkan performa game yang tidak stabil, bug yang mengganggu, hingga maraknya praktik cheating.
Kondisi ini memperparah pengalaman bermain dan membuat banyak pemain memilih untuk meninggalkan game lebih awal.
Evaluasi untuk Proyek Selanjutnya
ARC Team menyampaikan apresiasi kepada para pemain yang telah mencoba game ini.
Mereka juga memastikan bahwa semua masukan akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk pengembangan proyek berikutnya.
Penutupan PUBG: Blindspot dalam waktu singkat ini menjadi salah satu contoh tercepat kegagalan game Early Access dalam industri game live-service.
Kejadian ini menegaskan bahwa inovasi saja tidak cukup.
Stabilitas teknis, komunitas yang aktif, dan pengalaman bermain yang solid tetap menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan sebuah game di pasar yang sangat kompetitif.
Editor : Muhammad Azlan Syah