Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Post-Holiday Blues, Saat Liburan Usai tapi Semangat Belum Kembali

Shafa Dina Hayuning Mentari • Jumat, 20 Maret 2026 | 12:30 WIB

Tidur setelah sahur memang nikmat, tapi bisa ganggu pencernaan dan kesehatan saat Ramadan. Ini risiko dan tips amannya.
Tidur setelah sahur memang nikmat, tapi bisa ganggu pencernaan dan kesehatan saat Ramadan. Ini risiko dan tips amannya.

RADARBONANG – Libur panjang Lebaran selalu terasa seperti jeda yang menyenangkan. Ada yang memanfaatkannya untuk mudik, bepergian, atau sekadar beristirahat tanpa alarm dan tekanan pekerjaan.

Selama beberapa hari, ritme hidup berubah. Waktu terasa lebih longgar, tawa lebih sering terdengar, dan beban pikiran seolah ikut libur. Bahkan, bagi sebagian orang, diam di rumah tanpa melakukan apa-apa pun sudah cukup untuk mengisi ulang energi.

Namun, semua itu kerap berakhir dengan satu kenyataan: liburan usai.

Dan tidak semua orang siap kembali.

Di hari-hari pertama setelah cuti, tak sedikit yang justru merasa kosong.

Baca Juga: Lebaran Bareng? Kemenag Sebut Ada Kemungkinan Penetapan 1 Syawal Sama dengan Muhammadiyah

Bangun pagi terasa berat, semangat kerja menurun, fokus buyar, bahkan muncul rasa cemas atau sedih tanpa alasan yang jelas.

Kondisi ini dikenal sebagai post-holiday blues—fase psikologis ketika seseorang kesulitan beradaptasi kembali ke rutinitas setelah menikmati masa liburan.

Fenomena ini cukup umum terjadi. Berbagai riset kesehatan menunjukkan bahwa peralihan mendadak dari suasana santai ke tuntutan aktivitas harian dapat memicu stres ringan.

Terlebih jika selama liburan seseorang terbiasa tidur larut, makan tidak teratur, atau menjalani agenda yang terlalu padat.

Akibatnya, tubuh dan pikiran belum sepenuhnya siap kembali ke ritme kerja.

Selain perubahan pola hidup, faktor lain seperti pengeluaran berlebih selama liburan, berkurangnya waktu bersama keluarga, hingga tekanan pekerjaan juga dapat memperparah kondisi ini.

Perasaan kehilangan momen menyenangkan pun ikut memperdalam efeknya.

Meski demikian, kondisi ini bukan sesuatu yang harus dibiarkan berlarut-larut. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#lebaran #holiday #libur