Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Kacang Arab Berpotensi Jadi Tanaman Pertama yang Tumbuh di Bulan, Ilmuwan Ungkap Hasil Penelitian Terbaru

Muhammad Azlan Syah • Selasa, 17 Maret 2026 | 15:27 WIB

Kacang arab bisa tumbuh di “tanah Bulan”! Terobosan ini jadi langkah awal manusia bercocok tanam di luar angkasa
Kacang arab bisa tumbuh di “tanah Bulan”! Terobosan ini jadi langkah awal manusia bercocok tanam di luar angkasa

RADARBONANG.ID – Kabar mengejutkan datang dari dunia sains. Para peneliti berhasil menumbuhkan dan memanen kacang arab (chickpea) dalam simulasi tanah Bulan, membuka peluang besar bagi manusia untuk bercocok tanam di luar angkasa.

Penelitian ini dilakukan oleh tim ilmuwan dari University of Texas at Austin yang bekerja sama dengan berbagai institusi riset lainnya.

Hasilnya menunjukkan bahwa tanaman kacang arab bisa tumbuh di lingkungan yang menyerupai permukaan Bulan, meski dengan sejumlah penyesuaian.

Baca Juga: Mudik Bukan Sekadar Pulang Kampung, Tapi Mesin Waktu yang Membawa Kita ke Masa Kecil

Tumbuh di “Tanah Bulan” Buatan

Dalam eksperimen tersebut, para ilmuwan menggunakan regolith—material yang menyerupai tanah Bulan.

Regolith ini sebenarnya sangat tidak ramah bagi tanaman karena tidak mengandung mikroorganisme dan bahan organik yang dibutuhkan untuk pertumbuhan.

Namun, peneliti menemukan solusi dengan mencampurkan regolith dengan kompos alami serta menambahkan jamur khusus yang membantu akar tanaman menyerap nutrisi dan mengurangi efek racun logam berat.

Hasilnya cukup mengejutkan. Kacang arab berhasil tumbuh hingga bisa dipanen pada media yang mengandung hingga 75% regolith.

Langkah Besar Menuju Pertanian Luar Angkasa

Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam upaya menciptakan sistem pertanian di luar Bumi.

Selama ini, salah satu tantangan terbesar eksplorasi luar angkasa adalah bagaimana menyediakan sumber makanan yang berkelanjutan bagi astronaut.

Penelitian ini memberikan harapan bahwa manusia tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasokan makanan dari Bumi, yang biaya pengirimannya sangat mahal.

“Ini adalah langkah besar untuk memahami bagaimana tanaman bisa tumbuh di Bulan,” ujar salah satu peneliti dalam studi tersebut.

Kenapa Kacang Arab?

Pemilihan kacang arab bukan tanpa alasan. Tanaman ini dikenal kaya protein dan serat, serta relatif efisien dalam penggunaan air—dua faktor penting untuk kehidupan di luar angkasa.

Selain itu, kacang arab memiliki kemampuan alami bekerja sama dengan mikroorganisme untuk memperbaiki kualitas tanah, menjadikannya kandidat ideal untuk percobaan awal pertanian di lingkungan ekstrem.

Tantangan Masih Besar

Meski hasilnya menjanjikan, para ilmuwan menegaskan bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi.

Tanah Bulan mengandung logam berat yang bisa berbahaya bagi tanaman, bahkan berpotensi memengaruhi keamanan pangan jika dikonsumsi manusia.

Selain itu, kondisi lingkungan di Bulan—seperti suhu ekstrem, radiasi tinggi, dan minimnya air—juga menjadi faktor yang perlu diteliti lebih lanjut.

Baca Juga: ByteDance Tunda Peluncuran Global Seedance 2.0 Usai Dihujani Kritik Soal Hak Cipta

Harapan Masa Depan

Penelitian ini menjadi bagian penting dari upaya besar manusia untuk membangun kehidupan di luar Bumi, termasuk misi eksplorasi Bulan di masa depan.

Jika teknologi ini terus berkembang, bukan tidak mungkin suatu hari nanti manusia bisa menanam dan memanen makanan langsung di Bulan.

Dan siapa tahu, di masa depan, hidangan sederhana seperti hummus dari kacang arab bisa benar-benar dibuat dari hasil panen di luar angkasa. (*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#sains #bulan #regolith bulan #sains terbaru 2026 #penelitian nasa #kacang arab