RADARBONANG.ID – Perjalanan mudik Lebaran sering kali menempuh jarak sangat jauh, bahkan hingga ratusan sampai ribuan kilometer.
Kondisi tersebut membuat pengemudi rentan mengalami kelelahan yang dapat memicu fenomena berbahaya yang dikenal sebagai Microsleep.
Microsleep merupakan kondisi ketika seseorang tertidur secara tiba-tiba dalam waktu yang sangat singkat, biasanya hanya berlangsung sekitar 1 hingga 10 detik.
Meski terjadi dalam durasi yang sangat singkat, kondisi ini bisa berakibat fatal, terutama ketika terjadi saat seseorang sedang mengemudi.
Baca Juga: Andmesh Kamaleng dan Rombongan Touring Disambut Hangat Jokowi di Solo
Dalam beberapa kasus kecelakaan lalu lintas selama musim mudik, faktor kelelahan pengemudi dan microsleep kerap disebut sebagai penyebab utama.
Saat tubuh terlalu lelah namun pengemudi tetap memaksakan diri untuk terus berkendara, otak dapat “mematikan” kesadaran untuk sementara waktu sebagai mekanisme perlindungan alami.
Ketika hal tersebut terjadi saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi, pengemudi dapat kehilangan kendali sepenuhnya sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.
Gejala Awal Microsleep yang Perlu Diwaspadai
Sebelum microsleep benar-benar terjadi, tubuh biasanya memberikan sejumlah tanda peringatan.
Mengenali gejala awal ini sangat penting agar pengemudi dapat segera mengambil tindakan sebelum kondisi menjadi lebih berbahaya.
Salah satu tanda paling umum adalah kelopak mata yang terasa sangat berat sehingga frekuensi berkedip menjadi lebih sering.
Selain itu, pengemudi biasanya juga akan lebih sering menguap sebagai respons tubuh terhadap rasa kantuk.
Gejala lainnya adalah kesulitan untuk menjaga fokus terhadap kondisi jalan. Dalam beberapa situasi, kendaraan bahkan dapat keluar jalur tanpa disadari.
Ada pula kondisi di mana pengemudi tidak mengingat beberapa kilometer perjalanan yang baru saja dilalui. Hal ini terjadi karena otak sempat kehilangan kesadaran dalam waktu singkat.
Selain itu, kepala terasa sangat berat dan sering mengangguk secara spontan juga menjadi tanda bahwa tubuh sudah mengalami kelelahan ekstrem.
Jika gejala-gejala tersebut mulai muncul, pengemudi sangat dianjurkan untuk segera mencari tempat aman untuk berhenti dan beristirahat.
Cara Mencegah Microsleep Saat Mudik
Agar perjalanan menuju kampung halaman tetap aman dan nyaman, terdapat beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh para pemudik.
1. Istirahat Cukup Sebelum Berangkat
Sebelum memulai perjalanan jauh, pengemudi sebaiknya memastikan telah mendapatkan waktu tidur yang cukup, idealnya sekitar 6 hingga 8 jam. Kondisi tubuh yang segar akan membantu menjaga konsentrasi selama berkendara.
2. Istirahat Secara Berkala Selama Perjalanan
Saat perjalanan berlangsung, pengemudi disarankan berhenti di tempat aman seperti rest area setiap 2 hingga 3 jam sekali. Waktu istirahat ini dapat dimanfaatkan untuk meregangkan tubuh serta memulihkan konsentrasi.
3. Bergantian Mengemudi
Jika perjalanan dilakukan bersama penumpang lain yang mampu mengemudi, sebaiknya dilakukan pergantian pengemudi secara berkala. Cara ini dapat membantu menjaga kondisi fisik agar tidak terlalu lelah.
4. Mengonsumsi Kafein Secukupnya
Minuman yang mengandung kafein seperti Kopi atau Teh dapat membantu meningkatkan kewaspadaan sementara. Namun, kafein tidak boleh dijadikan solusi utama untuk melawan kantuk berat.
5. Hindari Jam Rawan Kantuk
Tubuh manusia memiliki ritme biologis alami yang dikenal sebagai Ritme Sirkadian. Pada waktu tertentu, energi tubuh akan menurun sehingga rasa kantuk meningkat.
Jam rawan tersebut biasanya terjadi antara pukul 01.00 hingga 05.00 dini hari, serta pukul 13.00 hingga 15.00 siang.
Sebisa mungkin hindari berkendara pada jam-jam tersebut jika kondisi tubuh tidak cukup fit.
Baca Juga: Dubes Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka bagi Negara yang Patuhi Protokol Pelayaran
Jika rasa kantuk sudah tidak tertahankan, langkah terbaik adalah segera berhenti dan melakukan tidur singkat selama 15 hingga 30 menit untuk memulihkan kondisi tubuh.
Keselamatan Harus Jadi Prioritas
Mudik Lebaran merupakan momen yang sangat dinantikan untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Namun, keselamatan selama perjalanan harus tetap menjadi prioritas utama.
Perjalanan yang aman tidak ditentukan oleh seberapa cepat seseorang sampai di tujuan, melainkan oleh kemampuan menjaga kondisi tubuh dan konsentrasi selama berkendara.
Dengan memahami bahaya microsleep, mengenali gejala awalnya, serta disiplin mengatur waktu istirahat, risiko kecelakaan selama perjalanan mudik dapat diminimalisir.
Editor : Muhammad Azlan Syah