Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Ngabuburit Tanpa Keluar Rumah: Dari Tenggelam di Buku hingga Marathon Dracin, Senja Ramadan Tetap Seru

Widodo • Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:41 WIB

Tak semua orang ngabuburit dengan keluar rumah. Membaca buku hingga marathon dracin kini jadi cara santai anak muda menikmati senja Ramadan.
Tak semua orang ngabuburit dengan keluar rumah. Membaca buku hingga marathon dracin kini jadi cara santai anak muda menikmati senja Ramadan.

RADARBONANG.ID – Bagi banyak orang, ngabuburit identik dengan jalan-jalan sore, berburu takjil, atau nongkrong di kafe bersama teman. Namun tidak semua orang menikmati suasana ramai menjelang waktu berbuka puasa.

Sebagian anak muda justru menemukan keseruan lain yang lebih tenang: ngabuburit di rumah. Tanpa macet, tanpa keramaian, dan tanpa harus keluar rumah.

Cukup duduk santai, membuka buku favorit, atau tenggelam dalam episode demi episode drama China yang bikin penasaran.

Menariknya, tren ngabuburit “versi rumah” ini semakin banyak dipilih oleh generasi muda. Selain lebih hemat, aktivitas ini juga dianggap mampu memberikan suasana yang lebih santai dan menenangkan selama menunggu waktu berbuka puasa.

Baca Juga: Pemerintah Mulai Program Gentengisasi, Serap Produk UMKM Jatiwangi hingga Rp3 Miliar

Ngabuburit, Tradisi yang Terus Beradaptasi

Istilah ngabuburit sendiri sudah lama menjadi bagian dari budaya Ramadan di Indonesia. Kata ini berasal dari bahasa Sunda “burit” yang merujuk pada waktu menjelang senja atau magrib.

Dalam praktiknya, ngabuburit berarti mengisi waktu sebelum berbuka puasa dengan berbagai aktivitas yang menyenangkan atau bermanfaat.

Tradisi ini berkembang luas karena masyarakat memanfaatkan waktu sore Ramadan untuk bersantai, bersosialisasi, atau sekadar mencari hiburan ringan.

Dulu, ngabuburit identik dengan berjalan-jalan di alun-alun, bermain bersama teman, atau berburu jajanan takjil di pasar Ramadan.

Namun seiring perubahan gaya hidup dan perkembangan teknologi, cara orang menghabiskan waktu menjelang berbuka juga semakin beragam.

Kini, banyak orang memilih menghabiskan waktu di rumah dengan kegiatan yang lebih personal dan menenangkan.

Tenggelam dalam Buku Saat Senja

Salah satu aktivitas yang cukup populer untuk ngabuburit di rumah adalah membaca buku. Bagi sebagian orang, membaca menjadi cara paling nyaman untuk menghabiskan waktu menjelang berbuka puasa.

Suasana sore Ramadan yang relatif tenang membuat kegiatan membaca terasa lebih fokus. Tanpa gangguan suara kendaraan atau keramaian, pembaca bisa benar-benar tenggelam dalam cerita yang mereka nikmati.

Banyak orang memilih membaca novel ringan, buku refleksi kehidupan, atau bahkan buku pengembangan diri.

Selain memberikan hiburan, membaca juga sering menjadi momen untuk menenangkan pikiran setelah aktivitas seharian.

Penelitian dari University of Sussex bahkan menunjukkan bahwa membaca selama beberapa menit saja dapat membantu menurunkan tingkat stres secara signifikan. Aktivitas sederhana ini mampu membuat pikiran lebih rileks dan suasana hati menjadi lebih stabil.

Tidak heran jika banyak orang menjadikan buku sebagai “teman ngabuburit” yang sederhana tetapi bermakna.

Marathon Dracin, Hiburan yang Bikin Lupa Waktu

Selain membaca buku, aktivitas lain yang cukup populer adalah menonton drama China atau yang sering disebut dracin.

Drama China dikenal memiliki alur cerita yang emosional, karakter yang kuat, serta visual sinematografi yang memanjakan mata. Ceritanya pun beragam, mulai dari kisah romantis kampus, drama keluarga, hingga cerita sejarah yang penuh konflik dan intrik.

Kini, menonton dracin semakin mudah karena tersedia di berbagai platform streaming seperti Netflix, iQIYI, hingga WeTV.

Tidak sedikit penonton yang awalnya hanya berniat menonton satu episode saat ngabuburit. Namun karena ceritanya membuat penasaran, mereka akhirnya menonton beberapa episode sekaligus.

Tahu-tahu, azan magrib sudah berkumandang.

Fenomena “marathon dracin” ini menjadi salah satu cara hiburan sederhana yang membuat waktu menunggu berbuka terasa lebih cepat.

Ngabuburit Versi Tenang yang Bikin “Healing”

Bagi sebagian orang, ngabuburit di rumah justru terasa lebih menenangkan atau bahkan terasa seperti “healing”.

Tidak ada hiruk pikuk jalanan, tidak perlu berdesakan di pusat keramaian, dan tidak harus menghadapi kemacetan menjelang waktu berbuka.

Sebaliknya, suasana rumah memberikan ritme yang lebih pelan. Seseorang bisa menikmati waktu dengan lebih santai, tanpa tekanan atau gangguan dari luar.

Kadang, ngabuburit cukup ditemani secangkir teh hangat, beberapa halaman buku, atau satu episode drama yang membuat emosi ikut hanyut.

Momen kecil seperti itu sering kali terasa sederhana, tetapi justru memberi ketenangan tersendiri.

Baca Juga: Lebaran Tak Harus Ikuti Tren Fashion, Tampil dengan Gaya Sendiri Bisa Lebih Percaya Diri

Senja Ramadan yang Tetap Berkesan

Pada akhirnya, cara orang menikmati ngabuburit memang bisa berbeda-beda. Ada yang lebih suka keluar rumah dan menikmati suasana pasar Ramadan, ada pula yang memilih menghabiskan waktu dengan aktivitas santai di rumah.

Keduanya sama-sama memiliki makna.

Karena ngabuburit pada dasarnya bukan soal di mana kita berada, tetapi bagaimana kita menikmati waktu menjelang berbuka puasa dengan cara yang membuat hati terasa nyaman.

Dan bagi sebagian anak muda hari ini, senja Ramadan yang paling berkesan justru terjadi di tempat yang paling sederhana: rumah sendiri. (*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#tren ngabuburit anak muda #marathon dracin ramadan #membaca buku saat puasa #ngabuburit di rumah #aktivitas ngabuburit tenang