RADARBONANG.ID – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, ada satu topik yang diam-diam membuat banyak orang rutin mengecek ponsel setiap pagi. Bukan tiket mudik, bukan juga diskon baju Lebaran.
Jawabannya adalah harga emas.
Dalam beberapa pekan terakhir, pergerakan logam mulia menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Angkanya kini menyentuh kisaran Rp3 juta per gram—level yang membuat banyak orang langsung bereaksi.
Sebagian masyarakat merasa ini menjadi sinyal untuk segera membeli sebelum harga semakin naik. Namun ada pula yang memilih menunggu dengan harapan harga akan kembali turun.
Fenomena ini membuat pasar emas kembali ramai diperbincangkan menjelang Lebaran.
Harga Emas Maret 2026 Masih Bertahan Tinggi
Sepanjang Maret 2026, harga emas batangan dari PT Aneka Tambang Tbk atau Antam bergerak cukup dinamis. Dalam beberapa hari, nilainya bisa naik atau turun puluhan ribu rupiah.
Sebagai contoh, harga emas Antam pada awal Maret sempat berada di sekitar Rp3.024.000 per gram, lalu melonjak hingga sekitar Rp3.059.000 per gram dalam waktu singkat.
Meski mengalami fluktuasi harian, secara umum harga emas masih bertahan di kisaran Rp3 juta per gram. Angka ini tergolong tinggi jika dibandingkan dengan harga beberapa tahun sebelumnya.
Pergerakan yang cukup cepat ini membuat banyak orang mulai memantau pasar emas dengan lebih serius. Tidak sedikit yang setiap hari membuka aplikasi atau situs harga emas hanya untuk melihat apakah nilainya naik atau turun.
Di sejumlah toko emas, calon pembeli bahkan datang bukan hanya untuk membeli, tetapi sekadar menanyakan harga terbaru.
Menjelang Lebaran, Permintaan Emas Biasanya Naik
Menariknya, fenomena meningkatnya minat terhadap emas menjelang Lebaran sebenarnya bukan hal baru.
Setiap tahun, permintaan emas biasanya meningkat menjelang Idul Fitri. Ada beberapa alasan yang membuat logam mulia kembali dilirik masyarakat pada periode ini.
Pertama, tradisi membeli perhiasan baru untuk dipakai saat Lebaran. Kedua, emas sering dijadikan hadiah untuk keluarga, pasangan, atau orang tua.
Selain itu, banyak orang juga membeli emas sebagai tabungan jangka panjang atau sebagai bentuk persiapan menghadapi kebutuhan finansial di masa depan.
Momentum Lebaran sering dianggap waktu yang tepat untuk menyimpan aset dalam bentuk yang relatif stabil.
Emas Masih Dianggap “Safe Haven”
Dalam dunia investasi, emas dikenal sebagai safe haven atau aset pelindung nilai. Artinya, ketika kondisi ekonomi global tidak menentu, banyak investor cenderung mengalihkan dana mereka ke emas.
Hal ini terjadi karena emas dinilai memiliki kemampuan mempertahankan nilai dalam jangka panjang. Ketika pasar saham atau nilai mata uang berfluktuasi, logam mulia sering kali menjadi pilihan yang dianggap lebih aman.
Faktor tersebut juga ikut mendorong permintaan emas meningkat pada periode tertentu, termasuk menjelang Lebaran.
Dilema Investor: Beli Sekarang atau Tunggu?
Meski terlihat menggiurkan, tidak semua orang langsung memutuskan membeli emas ketika harga sedang tinggi.
Sebagian calon investor memilih bersabar. Mereka berharap harga emas akan mengalami koreksi sehingga bisa membeli dengan harga yang lebih rendah.
Namun di sisi lain, ada juga yang khawatir harga akan terus naik dalam waktu dekat.
Inilah yang membuat banyak orang berada dalam dilema klasik investasi emas: membeli sekarang atau menunggu momen yang dianggap lebih ideal.
Strategi yang Banyak Dilakukan Investor
Di tengah kondisi pasar yang tidak selalu stabil, investor biasanya memiliki strategi sendiri saat membeli emas.
Beberapa cara yang sering dilakukan antara lain membeli emas secara bertahap dalam jumlah kecil, memanfaatkan momen ketika harga turun, serta menyimpan emas sebagai investasi jangka panjang.
Strategi ini dinilai lebih aman dibandingkan membeli emas dalam jumlah besar sekaligus ketika harga sedang tinggi.
Emas Jadi Sorotan Jelang Lebaran
Dengan harga yang masih berada di level tinggi, emas kini kembali menjadi salah satu topik yang paling banyak diperbincangkan menjelang Lebaran 2026.
Bagi sebagian orang, kondisi ini dianggap sebagai peluang untuk mengamankan investasi. Namun bagi yang lain, momen ini justru menjadi waktu untuk menunggu peluang harga yang lebih bersahabat.
Satu hal yang pasti, harga emas tampaknya masih akan menjadi sorotan hingga Hari Raya tiba.
Dan seperti yang sering terjadi di pasar logam mulia, satu perubahan kecil saja bisa membuat banyak orang langsung bertanya-tanya:
apakah ini saat yang tepat untuk membeli? (*)
Editor : Muhammad Azlan Syah