RADARTUBAN – Penyakit kanker tidak selalu muncul secara tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas. Dalam banyak kasus, risiko kanker ternyata dapat diturunkan dari generasi orang tua kepada anak bahkan cucu melalui mutasi gen tertentu yang diwariskan dalam keluarga.
Menurut para pakar kesehatan, kanker terjadi ketika ada kerusakan atau perubahan pada gen di dalam sel tubuh. Gen sendiri berfungsi sebagai “instruksi biologis” yang mengatur pertumbuhan, perkembangan, dan cara kerja sel.
Ketika gen mengalami gangguan, sel dapat kehilangan fungsi normalnya. Akibatnya, sel tersebut tumbuh secara tidak terkendali dan akhirnya membentuk jaringan kanker.
Sebagian besar perubahan gen memang terjadi sepanjang kehidupan seseorang akibat berbagai faktor, seperti penuaan, paparan bahan kimia berbahaya seperti asap rokok, hingga radiasi sinar matahari. Kondisi ini dikenal sebagai kanker sporadis dan merupakan jenis yang paling sering terjadi.
Baca Juga: Google Maps Kini Bisa Cari Tempat Ngecas HP Terdekat Berkat Integrasi AI Gemini
Namun dalam beberapa kasus, perubahan gen tersebut dapat diwariskan dari orang tua kepada keturunannya.
Berdasarkan informasi dari Cancer Research UK, kondisi ini dikenal sebagai mutasi genetik germline atau mutasi gen yang diturunkan. Jika salah satu orang tua memiliki mutasi gen tertentu, maka setiap anak yang lahir memiliki kemungkinan sekitar 50 persen untuk mewarisi kondisi tersebut.
Karena itu, pola kemunculan kanker dalam sebuah keluarga besar sering kali menjadi indikator penting adanya faktor genetik yang berperan.
Para ahli memperkirakan sekitar 12 persen kasus kanker di dunia berkaitan dengan faktor genetik yang diwariskan. Meski begitu, sebagian besar kasus lainnya tetap dipengaruhi oleh gaya hidup, lingkungan, serta proses penuaan.
Empat Indikator Kanker yang Berpotensi Diturunkan
Para ahli kesehatan menyebutkan bahwa terdapat beberapa tanda yang bisa menjadi indikasi kuat adanya faktor keturunan dalam kasus kanker di sebuah keluarga.
Berikut empat indikator utama yang perlu diwaspadai:
1. Diagnosis Kanker pada Usia Dini
Jika ada anggota keluarga yang didiagnosis kanker pada usia relatif muda, terutama sebelum 50 tahun, hal ini bisa menjadi tanda adanya faktor genetik. Contohnya pada kasus kanker usus besar, kanker payudara, atau kanker rahim yang muncul lebih awal dari usia yang biasanya terjadi.
2. Banyak Anggota Keluarga Mengalami Kanker
Indikator lain adalah ketika beberapa anggota keluarga dalam satu garis keturunan mengalami kanker. Semakin banyak kerabat dekat yang terkena penyakit ini, semakin besar kemungkinan adanya mutasi gen yang diwariskan dalam keluarga tersebut.
3. Jenis Kanker yang Saling Berkaitan
Dalam keluarga yang memiliki mutasi gen tertentu, biasanya jenis kanker yang muncul juga memiliki keterkaitan. Misalnya kombinasi kanker payudara dan kanker ovarium, atau kanker usus besar yang muncul pada beberapa anggota keluarga.
4. Bukti dari Tes Genetik
Indikator paling jelas adalah ketika hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya mutasi gen tertentu pada anggota keluarga. Tes genetik dapat membantu dokter memastikan apakah seseorang memiliki risiko lebih tinggi terhadap jenis kanker tertentu.
Semakin banyak indikator tersebut ditemukan dalam satu keluarga, maka kemungkinan adanya faktor genetika yang diwariskan akan semakin besar.
Pentingnya Konsultasi dan Deteksi Dini
Bagi seseorang yang mengetahui adanya riwayat kanker yang cukup dominan dalam keluarganya, para dokter sangat menyarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis atau ahli genetika.
Melalui penelusuran riwayat kesehatan keluarga dan pemeriksaan genetik, dokter dapat menilai apakah seseorang memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap kanker tertentu.
Baca Juga: Hyundai Ioniq 9 Sudah Muncul di Jakarta, Kapan Dijual Resmi ke Konsumen Indonesia?
Jika seseorang terbukti membawa mutasi gen yang berkaitan dengan kanker, tim medis biasanya akan merekomendasikan langkah pencegahan tertentu. Misalnya dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, menjalani skrining kanker lebih awal dari usia yang disarankan, atau menerapkan pola hidup yang lebih sehat.
Deteksi dini menjadi salah satu kunci penting untuk menurunkan risiko dan meningkatkan peluang kesembuhan apabila kanker ditemukan lebih awal.
Para peneliti hingga kini juga masih terus mempelajari hubungan antara faktor genetik dan lingkungan dalam memicu kanker. Tujuannya adalah menemukan strategi pencegahan yang lebih efektif sehingga risiko penyakit ini dapat ditekan di masa depan.
Dengan memahami riwayat kesehatan keluarga, masyarakat diharapkan bisa lebih waspada sekaligus mengambil langkah pencegahan sejak dini. (*)
Editor : Muhammad Azlan Syah