RADARBONANG.ID – Menjelang sore hari di bulan Ramadan, suasana di berbagai tempat biasanya dipenuhi aktivitas ngabuburit.
Sebagian orang memilih berjalan-jalan mencari takjil, menikmati suasana kota, atau berburu kuliner khas Ramadan.
Namun bagi sebagian anak muda, ada cara lain yang tak kalah seru untuk menunggu waktu berbuka: bermain video game di depan layar.
Dengan stik di tangan dan mata fokus pada pertandingan virtual, banyak anak muda menjadikan bermain PlayStation sebagai kegiatan favorit untuk mengisi waktu menjelang azan magrib.
Baik di rumah bersama teman-teman maupun di tempat rental game, suasana menjelang berbuka sering berubah menjadi arena kompetisi kecil yang penuh tawa dan sorakan.
Baca Juga: Trauma Bisa Diwariskan Lewat Genetik, dr Jiemi Ardian Ungkap Fakta Mengejutkan tentang Luka Batin
Game olahraga seperti EA Sports FC 24 atau FIFA 23 masih menjadi pilihan utama. Pertandingannya yang cepat dan kompetitif membuat permainan terasa seru, apalagi jika dimainkan bersama teman yang sama-sama ingin menang.
Dari Satu Match ke Match Berikutnya
Banyak pemain sebenarnya hanya berniat bermain sebentar untuk mengisi waktu. Namun begitu pertandingan dimulai, suasana langsung berubah. Konsentrasi tertuju pada layar, strategi mulai disusun, dan setiap peluang gol terasa menegangkan.
Satu pertandingan selesai, biasanya langsung muncul tantangan baru dari lawan main. Kata “rematch” hampir selalu terdengar di antara para pemain. Tanpa disadari, pertandingan demi pertandingan terus berlanjut.
Terkadang suasana menjadi semakin ramai ketika terjadi gol dramatis di menit-menit akhir. Sorakan, tawa, bahkan protes kecil sering muncul, membuat suasana bermain terasa semakin hidup.
Tanpa terasa, waktu yang awalnya terasa lama saat berpuasa justru berjalan sangat cepat. Ketika pertandingan terakhir selesai, azan magrib pun hampir berkumandang.
Ngabuburit Versi Anak Muda
Bagi sebagian anak muda, bermain game bukan sekadar hiburan semata. Aktivitas ini juga menjadi cara untuk berkumpul dan bersosialisasi dengan teman-teman.
Ada yang memilih bermain di rumah sambil bercengkerama santai. Namun tidak sedikit juga yang datang ke rental game yang biasanya mulai ramai menjelang sore selama bulan Ramadan.
Di tempat seperti ini, suasananya sering terasa seperti mini turnamen. Beberapa pemain serius fokus pada pertandingan, sementara yang lain berdiri di belakang sambil memberi komentar atau dukungan.
Interaksi inilah yang membuat aktivitas bermain game terasa lebih seru dibandingkan bermain sendirian. Bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi juga tentang kebersamaan dan momen kebersamaan menjelang berbuka puasa.
Game dan Manfaat Sosial
Meski sering dianggap hanya sebagai hiburan semata, bermain video game ternyata memiliki sejumlah manfaat jika dilakukan secara seimbang.
Penelitian yang dipublikasikan oleh American Psychological Association menunjukkan bahwa bermain video game dapat membantu meningkatkan koordinasi tangan dan mata, kemampuan memecahkan masalah, serta kemampuan mengambil keputusan dengan cepat.
Selain itu, permainan yang dilakukan bersama teman juga dapat memperkuat interaksi sosial. Pemain belajar bekerja sama, berkomunikasi, hingga mengelola emosi ketika menghadapi kemenangan maupun kekalahan.
Meski begitu, para peneliti tetap mengingatkan pentingnya menjaga durasi bermain agar tidak berlebihan. Bermain game sebaiknya tetap disesuaikan dengan waktu istirahat, aktivitas fisik, dan kegiatan lainnya.
Baca Juga: BRIN Ungkap Indonesia Perlu 200 Peneliti Nuklir Demi Wujudkan Pembangkit Listrik Nuklir 2032
Waktu yang Terasa Lebih Cepat
Salah satu tantangan terbesar saat berpuasa adalah menunggu waktu berbuka yang terasa lama. Terutama pada jam-jam terakhir menjelang magrib, rasa lapar dan haus biasanya mulai terasa lebih kuat.
Di momen inilah aktivitas seperti bermain game terasa membantu. Fokus pada pertandingan, strategi permainan, dan persaingan kecil dengan teman membuat pikiran teralihkan dari rasa lapar.
Tanpa disadari, waktu berjalan lebih cepat. Pertandingan demi pertandingan membuat sore Ramadan terasa lebih singkat.
Ketika azan magrib akhirnya terdengar, para pemain biasanya langsung menghentikan permainan. Stik diletakkan, layar dimatikan, dan semua orang beralih menuju meja makan untuk berbuka bersama.
Bagi para gamer, ngabuburit tidak selalu harus dilakukan dengan berjalan-jalan atau berburu takjil di luar rumah. Kadang, cukup dengan satu konsol, dua stik, dan pertandingan seru yang membuat waktu terasa melesat lebih cepat hingga waktu berbuka tiba.
Editor : Muhammad Azlan Syah