Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Ramadan Jadi “Bootcamp” Frugal Living: Saat Puasa Diam-Diam Mengajarkan Hidup Lebih Hemat

Widodo • Rabu, 11 Maret 2026 | 11:05 WIB

Refinitiv mencatat kurs penutupan Senin (16/6), rupiah menembus level 16.260 per dolar AS atau menguat 0,18 persen. Foto adalah ilustrasi.
Refinitiv mencatat kurs penutupan Senin (16/6), rupiah menembus level 16.260 per dolar AS atau menguat 0,18 persen. Foto adalah ilustrasi.

RADARBONANG.ID – Bulan Ramadan selama ini identik dengan ibadah dan pengendalian diri. Umat Islam menahan lapar, haus, serta berusaha menjaga emosi dan perilaku sepanjang hari.

Namun tanpa banyak disadari, Ramadan sebenarnya juga mengajarkan satu keterampilan hidup yang kini semakin populer di kalangan generasi muda, yakni hidup hemat.

Dalam istilah gaya hidup modern, konsep tersebut dikenal sebagai frugal living, yaitu pola hidup yang menekankan penggunaan uang secara bijak, sadar, dan tidak berlebihan.

Menariknya, prinsip-prinsip frugal living sebenarnya telah lama dipraktikkan dalam tradisi Ramadan. Melalui puasa, seseorang tidak hanya belajar menahan diri secara spiritual, tetapi juga belajar mengatur pola konsumsi dan mengendalikan keinginan.

Baca Juga: Bukan Soal Gaji Besar! Ini Cara Mengelola Investasi yang Diam-Diam Dipakai Orang Kaya

Puasa Melatih Mengendalikan Keinginan

Selama berpuasa, seseorang secara tidak langsung belajar membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Pada hari-hari biasa, orang bisa makan kapan saja, membeli minuman favorit di siang hari, atau membeli makanan ringan tanpa terlalu memikirkan dampaknya.

Namun ketika Ramadan tiba, semua kebiasaan tersebut berubah. Waktu makan menjadi lebih teratur, yakni saat sahur dan berbuka. Di luar waktu itu, keinginan untuk mengonsumsi sesuatu harus ditahan.

Perubahan ritme ini membuat banyak orang menjadi lebih sadar terhadap pola konsumsi mereka.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa praktik puasa dapat melatih disiplin diri. Menurut kajian dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, puasa dalam berbagai tradisi agama dapat membantu meningkatkan kesadaran terhadap kebiasaan makan dan pola hidup.

Artinya, puasa tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga membentuk kemampuan mengontrol diri. Kemampuan ini merupakan salah satu fondasi utama dalam konsep frugal living.

Belajar Bahwa Kebahagiaan Tidak Selalu dari Belanja

Ramadan juga sering mengubah cara orang menikmati waktu.

Kegiatan sederhana seperti ngabuburit dengan berjalan santai, membaca buku, atau berkumpul bersama keluarga menjadi aktivitas yang terasa lebih bermakna.

Buka puasa pun tidak selalu harus di restoran atau dengan hidangan mewah. Banyak keluarga justru merasakan kebahagiaan dari makanan rumahan sederhana.

Kurma, air putih, dan makanan hangat buatan rumah sering kali sudah cukup untuk menghadirkan suasana kebersamaan.

Dalam konsep frugal living, hal ini dikenal sebagai spending with intention, yaitu mengeluarkan uang secara sadar dan memiliki tujuan yang jelas, bukan sekadar mengikuti dorongan sesaat.

Mengurangi Konsumsi yang Tidak Perlu

Selama Ramadan, banyak orang juga secara alami mengurangi beberapa kebiasaan konsumtif.

Misalnya kebiasaan membeli kopi berkali-kali di kafe, membeli camilan berlebihan, atau melakukan belanja impulsif yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

Meski menjelang Lebaran konsumsi masyarakat biasanya meningkat, banyak keluarga justru mulai mengatur ulang prioritas pengeluaran selama Ramadan.

Sebagian orang memilih menabung untuk kebutuhan penting, sementara yang lain mulai menyadari pentingnya mengelola keuangan secara lebih bijak.

Kondisi ini menunjukkan bahwa Ramadan dapat menjadi momen refleksi, tidak hanya secara spiritual tetapi juga secara finansial.

Hidup Hemat yang Penuh Makna

Frugal living sebenarnya bukan sekadar menekan pengeluaran atau hidup serba kekurangan.

Konsep ini lebih menekankan pada penggunaan sumber daya secara bijak dan tidak berlebihan.

Nilai tersebut sejalan dengan semangat Ramadan yang mengajarkan kesederhanaan, pengendalian diri, serta kepedulian terhadap sesama.

Tradisi berbagi seperti zakat, infak, dan sedekah juga meningkat selama bulan suci ini. Banyak orang memanfaatkan Ramadan sebagai waktu untuk membantu mereka yang membutuhkan.

Melalui kebiasaan berbagi, masyarakat belajar bahwa harta tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga untuk memberikan manfaat bagi orang lain.

Lebih dari Sekadar Menahan Lapar

Di balik aktivitas sahur, ngabuburit, hingga buka puasa bersama, Ramadan sebenarnya menyimpan banyak pelajaran tentang cara menjalani kehidupan.

Bulan ini mengajarkan bahwa tidak semua hal harus dimiliki. Menunda keinginan terkadang justru menghadirkan ketenangan.

Baca Juga: Penampakan iPhone Fold Mulai Terungkap, Desainnya Lebar Seperti Paspor dan Bebas Notch

Ramadan juga mengingatkan bahwa hidup sederhana tidak selalu berarti kekurangan, tetapi justru bisa membuat seseorang lebih menghargai apa yang dimiliki.

Tanpa disadari, selama satu bulan penuh umat Islam sebenarnya sedang menjalani semacam “bootcamp” kecil dalam mengelola kehidupan.

Latihan untuk hidup lebih sadar, lebih terkontrol, dan lebih bijak dalam menggunakan sumber daya.

Dengan kata lain, Ramadan bukan hanya latihan spiritual. Ia juga menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana menjalani hidup dengan lebih sederhana, hemat, dan penuh makna.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#manfaat puasa bagi gaya hidup #frugal living saat ramadan #ramadan dan pengelolaan keuangan #konsep frugal living #hidup hemat saat puasa