Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Multitasking Terlihat Hebat, tapi Sebenarnya Tidak Efektif, Kenapa Demikian?

M. Afiqul Adib • Jumat, 27 Februari 2026 | 14:25 WIB

Multitasking bukan tanda produktif. Fokus pada satu tugas justru bikin hasil kerja lebih maksimal dan pikiran lebih tenang.
Multitasking bukan tanda produktif. Fokus pada satu tugas justru bikin hasil kerja lebih maksimal dan pikiran lebih tenang.

RADARBONANG.ID – Di era digital yang serbacepat, multitasking kerap dipandang sebagai simbol produktivitas.

Banyak orang merasa bangga bisa membalas pesan sambil mengikuti rapat daring, atau mengerjakan laporan sembari memantau media sosial.

Aktivitas serba bersamaan ini bahkan dianggap sebagai keterampilan penting di dunia kerja modern.

Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa multitasking tidak seefektif yang dibayangkan dan justru berisiko menurunkan kualitas kinerja.

Baca Juga: Quarter-life crisis Makin Menghantui Gen Z, Kenapa Usia 20-an Justru Penuh Overthinking?

Ilusi Produktivitas

Multitasking menciptakan ilusi seolah-olah kita mampu menyelesaikan lebih banyak hal dalam waktu singkat.

Padahal secara ilmiah, otak manusia tidak benar-benar mengerjakan beberapa tugas kompleks secara bersamaan. Yang terjadi sebenarnya adalah task switching, yakni perpindahan fokus dari satu tugas ke tugas lain dalam waktu sangat cepat.

Setiap kali berpindah tugas, otak membutuhkan waktu untuk menyesuaikan konteks baru. Proses ini menguras energi mental dan memperlambat penyelesaian pekerjaan. Akibatnya, waktu yang dibutuhkan justru lebih lama dibandingkan jika seseorang fokus pada satu pekerjaan hingga tuntas.

Dampak Negatif Multitasking

Multitasking bukan hanya soal efisiensi waktu, tetapi juga berdampak pada kualitas hasil kerja dan kondisi psikologis. Beberapa dampak negatif yang sering terjadi antara lain:

1. Menurunkan kualitas kerja
Perhatian yang terbagi membuat detail kecil lebih mudah terlewat. Kesalahan sederhana pun lebih sering muncul karena fokus tidak optimal.

2. Meningkatkan stres dan kelelahan mental
Otak yang terus berpindah fokus bekerja lebih keras dari biasanya. Hal ini dapat memicu kelelahan kognitif dan meningkatkan hormon stres.

3. Mengurangi daya ingat
Informasi yang diproses saat multitasking cenderung hanya masuk ke memori jangka pendek. Tanpa fokus penuh, otak sulit menyimpannya dalam ingatan jangka panjang.

4. Menghambat kreativitas
Kreativitas membutuhkan ruang berpikir yang mendalam. Ketika pikiran terus terganggu notifikasi atau tugas lain, ide-ide segar sulit berkembang.

Mengapa Otak Tidak Dirancang untuk Multitasking?

Secara neurologis, otak manusia memiliki keterbatasan dalam memproses informasi. Area prefrontal cortex—bagian otak yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan dan konsentrasi—bekerja optimal ketika fokus pada satu tugas kompleks.

Saat dipaksa multitasking, otak harus membagi sumber daya kognitifnya, sehingga kinerja masing-masing tugas menjadi kurang maksimal.

Multitasking mungkin masih efektif untuk kombinasi tugas sederhana dan otomatis, seperti mendengarkan musik sambil membersihkan rumah.

Namun untuk pekerjaan yang memerlukan analisis, perhitungan, atau pengambilan keputusan penting, multitasking justru kontraproduktif.

Alternatif yang Lebih Efektif: Single-Tasking

Daripada membanggakan kemampuan multitasking, para ahli justru menyarankan pendekatan single-tasking atau fokus penuh pada satu pekerjaan dalam satu waktu.

Strategi ini terbukti lebih efektif dalam meningkatkan kualitas dan kecepatan kerja.

Beberapa langkah yang bisa diterapkan antara lain:

Fokus Lebih Baik, Hasil Lebih Maksimal

Multitasking memang terlihat impresif di permukaan, tetapi kenyataannya tidak selalu efektif. Alih-alih meningkatkan produktivitas, kebiasaan ini justru dapat menurunkan kualitas kerja, meningkatkan stres, dan menghambat kreativitas.

Pada akhirnya, produktivitas bukan soal seberapa banyak hal yang dilakukan secara bersamaan, melainkan seberapa baik kita menyelesaikan satu tugas dengan perhatian penuh.

Dengan membiasakan diri fokus pada satu hal dalam satu waktu, hasil kerja menjadi lebih maksimal, pikiran lebih tenang, dan keseimbangan hidup lebih terjaga. (*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#multitasking tidak efektif #dampak multitasking #Ilusi produktivitas #single tasking #teknik pomodoro