RADARBONANG.ID – Perbincangan soal metode penanganan kesurupan kembali mencuat setelah praktisi spiritual Kang Sarif hadir dalam podcast di kanal YouTube Sumar Adi Wijaya.
Dalam tayangan tersebut, ia memaparkan teknik yang disebutnya sebagai “rukiah instan”, sebuah metode yang diklaim efektif untuk menangani kesurupan parsial secara cepat.
Dalam podcast yang ramai diperbincangkan itu, Kang Sarif menjelaskan bahwa kesurupan parsial berbeda dengan kesurupan total.
Jika pada kesurupan total seseorang kehilangan kesadaran sepenuhnya, maka pada kesurupan parsial individu masih sadar, masih bisa mendengar dan melihat, tetapi sebagian kendali tubuhnya disebut telah “diambil alih”.
Baca Juga: Pipi Bengkak Bukan Sekadar Masuk Angin: Kenali Gondongan, Gejala, dan Cara Menanganinya
Menurutnya, kondisi ini sering membingungkan keluarga maupun orang di sekitar karena korban tampak normal, namun respons dan perilakunya berubah drastis.
Ciri-Ciri Kesurupan Parsial
Kang Sarif memaparkan beberapa tanda yang disebut sebagai ciri kesurupan parsial.
Pertama, kesadaran tidak hilang sepenuhnya. Orang tersebut masih dapat diajak berbicara, tetapi jawabannya terasa tertahan atau bukan seperti dirinya sendiri.
Kedua, perubahan suara dan ekspresi wajah. Nada bicara bisa berubah menjadi lebih berat, kasar, atau terdengar berbeda dari biasanya. Tatapan mata pun kerap terlihat kosong atau tajam.
Ketiga, gerakan tubuh tidak wajar. Misalnya tubuh terasa kaku, kepala menunduk dalam waktu lama, atau muncul gerakan refleks yang tidak biasa.
Keempat, emosi yang meledak tiba-tiba. Korban bisa tertawa tanpa sebab, menangis mendadak, atau marah secara berlebihan tanpa pemicu yang jelas.
Kelima, reaksi berbeda saat dibacakan doa atau ayat suci. Dalam beberapa kasus yang diceritakan, korban justru tertawa atau menunjukkan respons menantang saat dibacakan ayat Al-Qur’an.
Menurut Kang Sarif, kondisi inilah yang membuat metode rukiah biasa terkadang dinilai kurang efektif.
Ia menyebut adanya “penutupan indra” yang membuat bacaan doa tidak langsung memberikan efek.
Metode “Rukiah Instan”
Sebagai solusi, Kang Sarif memperkenalkan teknik yang ia sebut sebagai rukiah instan.
Metode ini bertujuan untuk mengembalikan kontrol kesadaran manusia secara cepat melalui rangsangan fisik dan pembacaan lafaz tauhid.
Langkah pertama, praktisi dianjurkan menggunakan sarung tangan sebelum melakukan kontak fisik.
Kedua, target berada dalam posisi duduk agar lebih stabil dan meminimalkan risiko cedera.
Ketiga, jempol diletakkan di area dahi atau otak depan. Pada titik ini, praktisi menekan sambil mengucapkan lafaz, “Bismillahi Wallahu Akbar”.
Keempat, dilakukan gerakan ringan mendorong kepala atau tulang belakang ke arah belakang, yang disebut mirip teknik induksi dalam hipnosis. Gerakan ini diklaim membantu mengembalikan kendali penuh kesadaran korban.
Kang Sarif menjelaskan bahwa secara teknis gerakan tubuh manusia dikendalikan oleh otak.
Dengan memberikan rangsangan di area depan kepala, kendali yang disebutnya sedang “menempel” pada sistem saraf pusat dapat tergeser sehingga kesadaran korban kembali sepenuhnya.
Namun ia juga menegaskan bahwa metode ini hanya untuk kasus yang benar-benar nyata, bukan untuk orang yang berpura-pura.
Untuk penyembuhan total, terkadang tetap diperlukan proses rukiah lanjutan dan pendalaman lebih jauh.
Baca Juga: Pipi Bengkak Bukan Sekadar Masuk Angin: Kenali Gondongan, Gejala, dan Cara Menanganinya
Perlu Bijak Menyikapi
Fenomena kesurupan sendiri kerap memunculkan perdebatan antara sudut pandang spiritual dan medis.
Beberapa ahli kesehatan mental menilai kondisi serupa bisa berkaitan dengan gangguan disosiatif, stres berat, atau tekanan psikologis.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dan mempertimbangkan bantuan profesional jika kejadian terjadi berulang atau membahayakan.
Terlepas dari pro dan kontra, pembahasan di podcast tersebut sukses memicu diskusi luas di media sosial.
Banyak warganet yang penasaran sekaligus ingin memahami lebih dalam tentang ciri-ciri kesurupan parsial dan metode penanganannya.
Editor : Muhammad Azlan Syah