Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Ngabuburit Anti Gabut! 5 Cara Produktif Nunggu Adzan yang Bikin Skill Naik Level Tanpa Terasa

Defy Maulida Puspaaji • Minggu, 22 Februari 2026 | 14:10 WIB

Passive income bukan cuma soal “duit tidur”, tapi tentang rasa aman, fleksibilitas, dan kebebasan memilih masa depan.
Passive income bukan cuma soal “duit tidur”, tapi tentang rasa aman, fleksibilitas, dan kebebasan memilih masa depan.

RADARBONANG.ID - NGABUBURIT identik dengan jalan sore, berburu takjil, atau sekadar scrolling media sosial sampai adzan Magrib berkumandang.

Tapi di tengah tren self-improvement dan produktivitas, anak muda kini mulai mengubah momen menunggu berbuka jadi waktu emas untuk upgrade diri.

Fenomena “ngabuburit produktif” makin ramai dibicarakan di media sosial. Alih-alih rebahan dan menghitung menit, banyak yang memanfaatkan 60–90 menit jelang berbuka untuk belajar skill baru, membangun personal branding, bahkan menambah penghasilan.

Lalu, seperti apa tren ngabuburit produktif yang sedang naik daun? Simak sampai habis!

1. Belajar Skill Digital, Modal HP dan Kuota

Di era serbadigital, belajar tak lagi harus duduk di kelas. Banyak anak muda memanfaatkan waktu ngabuburit untuk belajar desain grafis, editing video, copywriting, hingga coding lewat platform online.

Hanya bermodalkan smartphone dan internet, satu jam terasa cukup untuk menyelesaikan satu modul kecil. Konsisten 30 hari selama Ramadan? Bukan tidak mungkin kamu sudah punya portofolio baru sebelum Lebaran.

2. Baca Buku 15–30 Menit, Otak Tetap Aktif

Menjelang magrib sering jadi momen paling “berat”. Nah, membaca buku ringan atau e-book bisa jadi distraksi sehat dari rasa lapar.

Tak perlu lama-lama. Target 10–20 halaman per hari saja sudah luar biasa. Dalam 30 hari, satu hingga dua buku bisa tamat. Lumayan banget buat nambah wawasan tanpa terasa.

3. Olahraga Ringan Jelang Buka, Tubuh Lebih Segar

Ngabuburit tak selalu soal duduk santai. Jalan kaki sore, stretching, atau yoga ringan bisa jadi pilihan.

Selain menjaga kebugaran selama puasa, olahraga ringan menjelang berbuka membantu tubuh tetap bugar dan tidur lebih nyenyak. Bonusnya? Mood ikut naik.

4. Bangun Personal Branding di Media Sosial

Daripada scroll tanpa tujuan, kenapa tidak mulai bikin konten?
Beberapa kreator justru memanfaatkan momen Ramadan untuk konsisten upload konten edukatif, religi, atau lifestyle. Konsistensi 30 hari bisa meningkatkan engagement secara signifikan.

Siapa tahu, Ramadan kali ini bukan cuma dapat pahala, tapi juga follower baru.

5. Refleksi Diri dan Perencanaan Masa Depan

Ramadan sering disebut bulan refleksi. Waktu menunggu adzan bisa dipakai untuk journaling, evaluasi target hidup, atau menyusun resolusi jangka pendek.

Tenang, hening, dan minim distraksi—ini momen yang jarang didapat di luar Ramadan.

Kenapa Ngabuburit Produktif Jadi Tren?

Gaya hidup produktif kini bukan lagi sekadar tuntutan, tapi kebutuhan. Banyak orang sadar bahwa waktu luang yang dibiarkan begitu saja akan terasa sia-sia.

Dengan mengubah cara pandang, ngabuburit bukan lagi momen “menahan lapar”, tapi kesempatan membangun diri.

Bayangkan, jika setiap hari kamu upgrade 1% saja. Dalam 30 hari Ramadan, perubahan itu terasa signifikan.

Jadi, Masih Mau Ngabuburit Cuma Scroll Tanpa Arah?

Tak ada yang salah dengan bersantai. Tapi kalau bisa santai sambil berkembang, kenapa tidak?
Ramadan hanya datang setahun sekali. Mungkin tahun ini saatnya menjadikan ngabuburit bukan sekadar tradisi, tapi investasi diri.

Karena sejatinya, yang paling indah dari menunggu bukanlah adzannya saja—tapi proses bertumbuh di dalamnya.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#passive income #generasi milenial #stabilitas keuangan #kebebasan finansial #tujuan passive income