Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Shopee dan Google Bersatu! Akan Ada Apa? Ini Dampaknya bagi E-Commerce dan Game

M Robit Bilhaq • Sabtu, 21 Februari 2026 | 14:55 WIB

 

Manfaatkan fitur serba 10 ribu termasuk salah satu cara belanja hemat di Shopee.
Manfaatkan fitur serba 10 ribu termasuk salah satu cara belanja hemat di Shopee.

RADARBONANG.ID – Dunia teknologi kembali dihebohkan dengan kolaborasi strategis antara Sea Ltd., induk perusahaan Shopee, dan raksasa teknologi global Google.

Kerja sama ini berfokus pada pengembangan perangkat berbasis kecerdasan buatan (AI) yang akan diintegrasikan ke dalam sektor e-commerce dan industri game.

Dalam siaran pers resminya, Sea dan Google menyebutkan bahwa inti kolaborasi ini adalah pengembangan prototipe agentic AI.

Teknologi ini dirancang untuk memandu pengalaman belanja pengguna di Shopee secara lebih personal dan otonom.

Baca Juga: Dulu Main Layangan Sampai Lupa Waktu, Sekarang Scroll TikTok Sampai Maghrib: Ngabuburit Berubah atau Kita yang Berubah?

Apa Itu Agentic AI?

Google menjelaskan bahwa agentic AI merupakan sistem kecerdasan buatan otonom yang mampu menetapkan tujuan, menyusun strategi, serta mengeksekusi langkah kerja secara mandiri tanpa banyak intervensi manusia.

Berbeda dengan AI generatif yang berfokus pada pembuatan konten seperti teks atau gambar, agentic AI memanfaatkan Large Language Models (LLM) untuk melakukan penalaran, mengambil keputusan, dan beradaptasi terhadap situasi yang berubah secara dinamis.

Artinya, di masa depan pengguna Shopee berpotensi dibantu oleh asisten AI yang tidak sekadar merekomendasikan produk, tetapi juga membandingkan harga, membaca ulasan, hingga menyarankan waktu terbaik untuk membeli—semua dilakukan secara otomatis.

Strategi Monetisasi AI Google

Bagi Google, kolaborasi ini merupakan bagian dari ambisi besar untuk mengonversi kecanggihan AI menjadi sumber pendapatan nyata. Selama ini, AI kerap dipandang sebatas chatbot atau fitur tambahan.

Melalui kemitraan dengan Sea, Google ingin membuktikan bahwa AI dapat berperan sebagai penggerak utama ekosistem digital.

Fungsi yang dibidik tidak lagi sederhana. Google mengincar pengembangan asisten belanja lintas aplikasi, sistem pengelolaan alur kerja kompleks, hingga otomatisasi proses yang sebelumnya memerlukan campur tangan manusia.

Dengan basis pengguna Shopee yang sangat besar di Asia Tenggara, integrasi AI semacam ini berpotensi menjadi laboratorium nyata bagi monetisasi teknologi cerdas Google.

Persaingan Makin Memanas

Langkah ini tentu tidak terjadi dalam ruang hampa. Kompetitor utama Shopee, yakni Lazada, yang berada di bawah naungan Alibaba Group, juga tengah agresif mengembangkan teknologi serupa.

Alibaba bahkan baru saja memperkenalkan model AI terbaru yang mereka sebut sebagai tonggak “era baru agentic AI”.

Persaingan e-commerce di Asia Tenggara pun diprediksi semakin ketat, bukan hanya dari sisi promosi dan harga, tetapi juga kecanggihan teknologi.

Berdasarkan laporan Momentum Works, Shopee saat ini masih memimpin pasar e-commerce Asia Tenggara dengan pangsa pasar sekitar 52 persen.

Dominasi ini menjadi modal kuat bagi Sea dalam mengintegrasikan inovasi AI secara luas.

Pasar Indonesia Sangat Potensial

Data dari Sensor Tower menunjukkan bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar paling aktif. Sepanjang 2025, jumlah unduhan aplikasi ritel di Indonesia mencapai 181 juta kali.

Tak hanya itu, masyarakat Indonesia tercatat menghabiskan sekitar 8,68 miliar jam untuk mengakses aplikasi belanja. Angka ini menunjukkan tingginya ketergantungan pada ekosistem digital.

Meski marketplace masih mendominasi, tren baru mulai muncul. Aplikasi penyedia diskon serta platform belanja daring milik toko ritel offline mulai menunjukkan peningkatan minat.

Namun demikian, Shopee tetap kokoh sebagai aplikasi ritel paling populer, terutama berkat strategi video commerce yang agresif.

Dampak ke Industri Game

Kolaborasi Google dan Sea tidak hanya berhenti pada e-commerce. Sea juga memiliki lini bisnis game melalui Garena.

Kerja sama ini akan diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pengembangan game dengan dukungan AI, mulai dari optimalisasi desain hingga manajemen operasional.

Langkah ini melanjutkan sinergi sebelumnya antara Shopee dan YouTube pada 2024, yang memperkuat integrasi ekosistem digital Sea.

Baca Juga: Gelombang Baru Ekonomi Syariah: Dari Nongkrong Biasa Jadi Mesin Cuan Halal, Anak Muda Mainkan Strategi Baru

Menuju Cara Belanja yang Lebih Cerdas

Jika implementasinya berjalan sesuai rencana, sinergi Google dan Sea berpotensi mengubah cara masyarakat berbelanja.

Asisten AI yang lebih mandiri dapat membantu pengguna mengambil keputusan lebih cepat, efisien, dan personal.

Persaingan kini bukan lagi sekadar diskon terbesar, tetapi siapa yang mampu menghadirkan pengalaman belanja paling cerdas dan intuitif.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#AI Google monetisasi #persaingan Shopee Lazada #agentic AI e commerce #Sea Ltd kolaborasi AI #Shopee dan Google