RADARBONANG.ID - Presenter dan desainer kondang, Ivan Gunawan, kini tidak hanya dikenal lewat layar kaca dan karya fesyennya, tetapi juga lewat aktivitas sosial yang menjadi fokus hidupnya belakangan ini.
Igun — sapaan akrabnya — mengambil langkah besar dengan menjadi orang tua asuh bagi puluhan santri di sebuah rumah tahfiz di kawasan Sawangan, Depok.
Di tengah kesibukan dunia hiburan, Ivan memilih untuk berdedikasi pada sebuah misi mulia: membina dan mengasuh anak yatim yang menimba ilmu di tempat tersebut, menjadikan mereka bukan sekadar penghuni sementara, melainkan bagian dari keluarganya sendiri.
Rumah Tahfiz dan Peran Integral Igun
Rumah tahfiz yang dibina Ivan Gunawan menampung sekitar 130 santri — angka yang tergolong besar untuk sebuah lembaga pendidikan informal seperti ini.
Ia menyatakan bahwa keberadaan anak-anak ini bukan tamu sementara, melainkan anggota keluarga yang perlu dibimbing secara holistik, dari kebutuhan dasar hingga pendidikan.
Ivan menegaskan bahwa ia ingin memastikan setiap anak yang diasuh tidak terbebani masalah biaya hidup atau sekolah.
Selama ini, ia sendiri yang menanggung segala kebutuhan tersebut, termasuk pendidikan formal sampai jenjang yang lebih tinggi seperti kuliah.
“Saya ingin mereka fokus kepada belajar, tanpa perlu memikirkan makan atau biaya sekolah. Mereka harus punya masa depan yang cerah,” ujar Ivan dalam keterangannya kepada media.
Pendidikan dan Masa Depan Santri
Peran Igun sebagai orang tua asuh selama ini bukan sekadar memberi makan dan tempat tinggal.
Ia juga ikut mendukung akses pendidikan formal bagi para santri — termasuk membuka peluang hingga jenjang universitas.
Model bantuan semacam ini mirip dengan hubungan kemitraan yang ideal antara asrama dan wali santri dalam sistem pesantren, yang menurut riset dapat meningkatkan keterlibatan emosional dan kualitas hidup santri jika dikelola dengan baik.
Selain biaya sekolah, Ivan juga menerapkan pendekatan pembinaan yang menyeimbangkan pendidikan agama dan pengetahuan umum, meskipun tidak disebutkan detail kurikulum yang diterapkan.
Tujuan utamanya adalah memastikan santri memiliki pondasi kuat dalam agama sekaligus keterampilan yang relevan di kehidupan modern.
Balancing Dunia dan Akhirat
Langkah Ivan Gunawan menjadi orang tua asuh sekaligus pembina bagi ratusan anak ini juga bagian dari perubahan sikap Igun terhadap kehidupan.
Ia pernah menyatakan bahwa ia ingin memfokuskan diri pada amal dan persiapan akhirat, tak sekadar mengejar dunia hiburan.
Dalam sebuah wawancara lain, ia bahkan mengungkap persiapan kain kafan, ambulans, hingga perlengkapan jenazah untuk dirinya sendiri sebagai bentuk tanggung jawab akhirat.
Menurut Ivan, semua kegiatan amal yang ia lakukan saat ini merupakan bentuk keseimbangan antara rezeki dunia yang ia miliki dan kewajiban spiritualnya:
“Apa yang saya punya ini titipan, jadi harus dikembalikan kepada mereka yang membutuhkan,” jelasnya.
Dampak Sosial dan Inspirasi
Aktivitas sosial Ivan ini mendapatkan respons positif dari berbagai kalangan. Tidak jarang warganet dan tokoh publik memuji kontribusinya terhadap pendidikan dan kehidupan anak-anak yatim.
Langkah Ivan membuka ruang untuk dialog lebih luas tentang peran selebriti dalam kegiatan sosial, terutama ketika kehidupan publik bisa dimanfaatkan untuk mengadvokasi isu pendidikan dan kesejahteraan anak.
Salah satu poin penting dari pendekatan Ivan adalah bahwa ia tidak hanya memberi santunan, tetapi juga membangun hubungan emosional dan jangka panjang dengan anak-anak asuhnya — sesuatu yang sering disebut para pendidik sebagai bentuk pengasuhan yang ideal dalam konteks pesantren dan pendidikan anak yatim.(*)
Editor : Muhammad Azlan Syah