RADARBONANG.ID – Pertanyaan tentang kenapa di kamar hotel tidak ada guling kerap muncul, terutama di kalangan masyarakat Indonesia yang terbiasa tidur dengan bantal peluk di rumah.
Bagi sebagian orang, guling bukan sekadar pelengkap, tetapi bagian penting dari kenyamanan saat beristirahat.
Fenomena absennya guling di kamar hotel memang menarik. Tidak semua akomodasi menjadikannya sebagai standar fasilitas utama. Padahal, di Indonesia sendiri, guling sudah seperti “teman tidur” yang sulit dipisahkan dari kebiasaan sehari-hari.
Baca Juga: Menteri Agama Tegaskan Perbedaan Penentuan Awal Ramadan Bukan untuk Diperdebatkan, Ini Penjelasannya
Faktor Higienitas Jadi Pertimbangan Utama
Praktisi perhotelan Ferrolio Mokodompit S.Tr.Par menjelaskan bahwa alasan utama tidak disediakannya guling berkaitan dengan aspek kebersihan dan efisiensi operasional.
Menurutnya, guling memiliki risiko higienitas lebih tinggi dibandingkan bantal kepala biasa. Hal ini karena guling cenderung bersentuhan dengan lebih banyak bagian tubuh.
“Ya biar tidak terlihat ramai kasurnya, tapi faktor utamanya higienis karena kan guling paling sering bersentuhan dengan semua anggota badan,” jelas Ferrolio.
Dari sudut pandang housekeeping, tambahan satu guling berarti tambahan satu sarung dan satu isi yang harus dicuci dan dirawat setiap hari.
Dalam skala hotel besar dengan ratusan kamar, beban kerja dan biaya laundry bisa meningkat signifikan.
Karena itu, banyak manajemen hotel memilih mempertahankan standar minimal perlengkapan tidur: dua atau empat bantal kepala, duvet, dan seprai, tanpa menambahkan guling sebagai fasilitas wajib.
Standar Hotel Mengikuti Pasar Global
Industri perhotelan modern umumnya mengacu pada standar internasional. Mayoritas hotel, terutama hotel berbintang dan jaringan global, menyesuaikan fasilitas kamar dengan preferensi tamu dari berbagai negara.
“Ngikutin pasar juga, karena kebanyakan hotel itu pasti tamunya orang barat, sedangkan orang barat jarang pakai guling,” ungkap Ferrolio yang juga merupakan pengajar di SMKN 8 Surabaya.
Di negara-negara Barat seperti Amerika Serikat atau Inggris, penggunaan guling tidak umum. Mereka lebih familiar dengan bantal standar berbentuk persegi panjang atau square pillow.
Karena hotel melayani tamu internasional, standar fasilitas kamar dibuat seragam agar sesuai dengan ekspektasi global. Penambahan fasilitas yang tidak umum secara internasional sering kali dianggap tidak efisien.
Selain itu, desain interior kamar hotel juga mempertimbangkan estetika minimalis. Terlalu banyak bantal atau perlengkapan tambahan dapat membuat tampilan tempat tidur terlihat penuh dan kurang rapi.
Perspektif Psikologi: Mengapa Kita Butuh Guling?
Dari sudut pandang psikologi, kebiasaan tidur sambil memeluk bantal bukan sekadar kebiasaan fisik. Tokoh psikoanalisis Sigmund Freud pernah membahas pentingnya rasa aman melalui kontak fisik saat beristirahat.
Konsep ini kemudian diperdalam oleh Donald Winnicott yang memperkenalkan istilah transitional object atau objek transisi. Objek ini membantu seseorang merasa tenang dan nyaman ketika sendirian.
Dalam konteks budaya Indonesia, guling sering berfungsi sebagai objek transisi tersebut. Memeluk guling dapat memberikan rasa aman, relaksasi, bahkan membantu kualitas tidur.
Inilah sebabnya sebagian tamu domestik merasa ada yang “kurang” ketika menginap di hotel tanpa guling.
Bisa Minta Tambahan, Jika Dibutuhkan
Meski tidak menjadi standar, beberapa hotel di Indonesia tetap menyediakan guling sebagai fasilitas tambahan berdasarkan permintaan.
Tamu biasanya cukup menghubungi resepsionis atau layanan kamar untuk memintanya.
Baca Juga: Stop Ramadhan Cuma Jadi Rutinitas! Ini Cara “Next Level” Ibadah Biar Pahalamu Meledak Tahun Ini
Hal ini menunjukkan bahwa absennya guling bukan berarti hotel mengabaikan kenyamanan tamu, melainkan bagian dari strategi operasional dan penyesuaian terhadap pasar global.
Pada akhirnya, perbedaan ini mencerminkan pertemuan antara budaya lokal dan standar internasional.
Bagi sebagian orang, guling adalah kebutuhan emosional. Bagi industri hotel, efisiensi dan higienitas tetap menjadi prioritas utama.
Jadi, jika Anda termasuk tim “tidur wajib pakai guling”, jangan ragu untuk menanyakannya saat check-in. Bisa jadi, hotel sudah menyiapkannya—hanya tidak ditaruh langsung di atas kasur.
Editor : Muhammad Azlan Syah