Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Jangan Anggap Remeh! Jika Kentut Anda Dibarengi Gejala Ini, Segera Konsultasi ke Dokter Sebelum Terlambat

M Robit Bilhaq • Rabu, 18 Februari 2026 | 14:50 WIB

Jangan sepelekan kentut berlebihan! Jika disertai nyeri, kembung, atau BAB berdarah, segera periksa ke dokter.
Jangan sepelekan kentut berlebihan! Jika disertai nyeri, kembung, atau BAB berdarah, segera periksa ke dokter.

RADARBONANG.ID – Buang angin atau kentut merupakan proses alami tubuh untuk mengeluarkan gas dari saluran pencernaan.

Dalam kondisi normal, hal ini menandakan sistem pencernaan bekerja sebagaimana mestinya. Namun, ketika frekuensinya meningkat drastis atau disertai gejala tertentu, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele.

Setiap orang memiliki frekuensi buang angin yang berbeda-beda. Rata-rata orang mengeluarkan gas sekitar 10–20 kali per hari.

Bahkan dalam beberapa kasus, angka tersebut bisa mencapai 40 kali dan masih tergolong normal, tergantung pola makan dan kondisi pencernaan masing-masing individu.

Gas dalam perut umumnya terbentuk dari dua sumber utama, yakni udara yang tertelan saat makan atau minum, serta hasil fermentasi makanan oleh bakteri di usus besar.

Baca Juga: Barongsai di Imlek: Bukan Sekadar Tarian, Tapi Panggilan Keberuntungan

Konsumsi makanan tinggi serat seperti kacang-kacangan, kol, brokoli, dan minuman berkarbonasi dapat meningkatkan produksi gas.

Ketika Gas Menjadi Masalah

Masalah muncul ketika produksi gas berlebihan terjadi secara terus-menerus dan menimbulkan keluhan fisik.

Penumpukan gas dapat menyebabkan perut kembung, rasa penuh atau begah, kram perut, hingga nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Selain itu, aroma kentut yang sangat menyengat, suara yang lebih keras dari biasanya, serta sensasi tidak nyaman di perut bagian bawah juga bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem pencernaan.

Tak hanya berdampak secara fisik, kondisi ini juga bisa memengaruhi kesehatan mental.

Rasa cemas atau malu akibat sering buang angin di tempat umum dapat menurunkan rasa percaya diri seseorang, terutama saat berada dalam lingkungan sosial atau profesional.

Penyebab Umum Kentut Berlebihan

Beberapa faktor yang dapat memicu frekuensi kentut meningkat antara lain:

  1. Terlalu banyak menelan udara saat makan atau minum, terutama jika makan terburu-buru.

  2. Gangguan pencernaan yang menyebabkan proses pengolahan makanan tidak optimal.

  3. Konsumsi makanan tinggi serat dalam jumlah berlebihan.

  4. Intoleransi laktosa, yaitu kondisi ketika tubuh kesulitan mencerna gula dalam susu.

  5. Sensitivitas terhadap kelompok karbohidrat tertentu seperti FODMAP (Fermentable Oligosaccharides, Disaccharides, Monosaccharides, and Polyols).

FODMAP merupakan jenis karbohidrat yang mudah difermentasi di dalam usus dan dapat memicu produksi gas berlebih.

Zat ini banyak ditemukan pada madu, sirup jagung, apel, pir, bawang, serta beberapa produk olahan gandum.

Waspadai Gejala Serius

Dalam beberapa kasus, gas berlebih bisa menjadi tanda gangguan medis seperti sindrom iritasi usus besar atau Irritable Bowel Syndrome (IBS).

Kondisi ini membuat penderitanya merasa seolah-olah produksi gas sangat berlebihan, padahal masalah utamanya adalah sensitivitas usus yang meningkat.

Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter apabila kentut disertai dengan gejala berikut:

Gejala-gejala tersebut bisa menjadi indikasi adanya gangguan serius pada saluran pencernaan, seperti infeksi, peradangan usus, gangguan penyerapan nutrisi, hingga kemungkinan kondisi yang lebih berat.

Baca Juga: Jangan Sampai Menyesal! Inilah Kebiasaan Harian yang Terlihat Berkelas Tapi Bikin Miskin Menurut Lo Kheng Hong

Jangan Tunda Pemeriksaan

Sering kali orang menunda pemeriksaan karena menganggap kentut sebagai hal sepele. Padahal, perubahan pola buang angin yang signifikan dapat menjadi sinyal awal tubuh sedang mengalami gangguan.

Jika Anda merasa frekuensi kentut meningkat secara drastis tanpa perubahan pola makan yang jelas, atau disertai keluhan lain yang mengganggu, langkah terbaik adalah berkonsultasi dengan tenaga medis profesional.

Pemeriksaan lebih lanjut dapat membantu mengetahui penyebab pastinya dan mencegah komplikasi yang lebih serius.

Menjaga pola makan seimbang, menghindari makan terlalu cepat, serta mengenali makanan pemicu dapat membantu mengurangi produksi gas berlebih. Namun, jika gejala terus berlanjut, jangan ragu mencari bantuan medis.

Karena pada akhirnya, tubuh selalu memberi sinyal. Tinggal bagaimana kita cukup peka untuk tidak mengabaikannya.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#kentut berlebihan #Penyebab perut kembung #Tanda IBS #gejala gangguan pencernaan #intoleransi laktosa