Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Ilmuwan Weizmann Temukan Pengaruh Gen hingga 50 Persen terhadap Usia Harapan Hidup

M Robit Bilhaq • Selasa, 17 Februari 2026 | 07:10 WIB

Separuh peluang hidup panjang ternyata sudah diwariskan lewat gen sejak lahir, tetapi gaya hidup tetap jadi kunci penentu.
Separuh peluang hidup panjang ternyata sudah diwariskan lewat gen sejak lahir, tetapi gaya hidup tetap jadi kunci penentu.

RADARBONANG.ID – Umur panjang kerap diasosiasikan dengan pola makan sehat, olahraga teratur, serta manajemen stres yang baik.

Namun, riset terbaru dari Weizmann Institute of Science mengungkap fakta menarik: sekitar 50 persen peluang seseorang untuk hidup hingga usia lanjut ternyata sudah diwariskan melalui gen sejak lahir.

Temuan ini mempertegas bahwa panjang pendeknya usia bukan sekadar hasil gaya hidup semata.

Faktor biologis yang tertanam dalam DNA memainkan peran yang sangat signifikan dalam menentukan potensi umur panjang seseorang.

Baca Juga: Penampilan Gemilang Donyell Malen di Roma: Gol, Rekor, dan Perbandingan Legenda

Studi Baru Koreksi Penelitian Lama

Penelitian ini dipimpin oleh Ben Shenhar, mahasiswa doktoral bidang fisika yang menjadi peneliti utama dalam proyek tersebut.

Ia menjelaskan bahwa usia manusia merupakan hasil interaksi kompleks antara genetika, lingkungan, gaya hidup, serta faktor keberuntungan yang tidak dapat diprediksi.

Studi-studi terdahulu banyak mengandalkan data saudara kembar di Swedia dan Denmark pada abad ke-19 untuk mengukur pengaruh gen terhadap usia.

Metode itu efektif dalam menilai kemiripan sifat seperti tinggi badan atau tekanan darah. Namun, pendekatan lama dinilai kurang mempertimbangkan penyebab kematian dari faktor eksternal.

Riset terbaru ini melakukan kalkulasi ulang dengan memasukkan variabel yang sebelumnya kurang diperhatikan, sehingga menghasilkan estimasi kontribusi genetik yang lebih akurat.

Mortalitas Ekstrinsik: Faktor yang Sering Terlupakan

Salah satu konsep kunci dalam penelitian ini adalah mortalitas ekstrinsik, yaitu kematian yang disebabkan oleh faktor luar tubuh manusia. Contohnya meliputi kecelakaan, kekerasan, serta penyakit menular.

Pada era sebelum ditemukannya antibiotik, risiko kematian akibat infeksi jauh lebih tinggi dibandingkan sekarang.

Data menunjukkan bahwa angka mortalitas ekstrinsik pada masa tersebut bisa mencapai sepuluh kali lipat dibanding era modern.

Kondisi ini membuat pengaruh genetik terhadap umur panjang menjadi seolah-olah lebih kecil, karena banyak individu meninggal akibat faktor luar sebelum potensi genetiknya “terwujud” sepenuhnya.

Dengan pendekatan matematis dan analisis statistik modern, para ilmuwan memisahkan pengaruh kematian ekstrinsik dari faktor keturunan.

Hasilnya menunjukkan bahwa jika risiko eksternal dikendalikan, faktor genetik menyumbang sekitar 50 persen variasi usia harapan hidup manusia.

Dua Sisi Peran Gen dalam Kehidupan

Secara biologis, gen memengaruhi usia melalui dua mekanisme yang saling bertolak belakang.

Di satu sisi, mutasi atau kerusakan gen dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif seperti kanker, penyakit jantung, atau gangguan metabolik yang memperpendek usia.

Di sisi lain, terdapat gen pelindung yang mampu meningkatkan ketahanan tubuh terhadap penyakit dan memperlambat proses penuaan.

Kombinasi gen inilah yang menentukan seberapa besar peluang seseorang untuk mencapai usia lanjut dalam kondisi sehat.

Shenhar memberikan ilustrasi tentang individu yang mampu hidup hingga usia 100 tahun tanpa gangguan kesehatan serius.

Kemungkinan besar, mereka memiliki kombinasi gen yang mendukung daya tahan tubuh secara optimal.

Namun, ia juga menegaskan bahwa umur panjang bukan hasil kerja satu atau dua gen saja. Fenomena ini sangat kompleks dan melibatkan ratusan bahkan ribuan gen yang saling berinteraksi dalam sistem biologis tubuh manusia.

Gaya Hidup Tetap Menjadi Penentu Penting

Meski faktor genetik berkontribusi besar, bukan berarti manusia sepenuhnya pasrah pada warisan DNA. Gaya hidup sehat tetap memiliki peran penting dalam mengoptimalkan potensi genetik tersebut.

Baca Juga: Scroll, Swipe, Repeat! Kenapa Kita Tak Bisa Berhenti? Fakta Mengejutkan di Balik Fenomena Screen Time yang Bikin Ketagihan

Pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, tidur cukup, serta menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan dapat membantu meminimalkan risiko penyakit.

Lingkungan yang aman dan akses terhadap layanan kesehatan modern juga turut menekan angka mortalitas ekstrinsik.

Temuan ini justru memberikan pesan optimistis: meski separuh peluang hidup panjang sudah ditentukan sejak lahir, separuh lainnya masih berada dalam kendali individu melalui pilihan hidup sehari-hari.

Pada akhirnya, umur panjang adalah hasil kolaborasi antara warisan genetik dan keputusan yang kita ambil sepanjang hidup. Gen mungkin membuka pintu, tetapi gaya hiduplah yang menentukan seberapa jauh kita melangkah.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#riset ilmiah terbaru #Weizmann Institute of Science #umur panjang #faktor genetik #usia harapan hidup