Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Tak Sekadar Makan, Ini Cara Nikita Willy Atur Nutrisi Anak dengan Konsultasi Dokter dan Pola Asuh Lembut

Muhammad Azlan Syah • Senin, 9 Februari 2026 | 12:40 WIB

Nikita Willy ungkap rahasia mengatur nutrisi anak dalam pola asuh soft-spoken yang penuh empati. Fokusnya bukan sekadar kenyang, tapi gizi seimbang untuk tumbuh kembang optimal
Nikita Willy ungkap rahasia mengatur nutrisi anak dalam pola asuh soft-spoken yang penuh empati. Fokusnya bukan sekadar kenyang, tapi gizi seimbang untuk tumbuh kembang optimal

RADARBONANG.ID - Artis dan ibu muda Nikita Willy semakin menjadi sorotan publik karena gaya parentingnya yang dikenal soft-spoken dan penuh kesabaran.

Dalam berbagai kesempatan, ia sering membagikan pengalamannya dalam mendampingi kedua buah hatinya, Issa Xander Djokosoetono (3) dan Nael Idrissa (1), dengan pendekatan bertahap dan empatik yang tidak sekadar mengutamakan kedisiplinan tetapi juga kesejahteraan emosional anak.

Gaya ini sejalan dengan apa yang sering disebut sebagai gentle parenting, yakni pola asuh yang menekankan komunikasi, empati, konsistensi, dan pemahaman kebutuhan perkembangan anak sejak dini.

Baca Juga: Biliar Lepas dari Stigma Negatif, Pemerintah Dorong Jadi Olahraga Prestasi Anak Muda

Banyak orang tua muda membagikan inspirasi dari cara Nikita memperkenalkan rutinitas dan kebiasaan kepada kedua anaknya tanpa paksaan keras atau otoriter.

Fokus pada Nutrisi: Lingkungan yang Mendukung Tumbuh Kembang

Dalam rangka meningkatkan literasi nutrisi keluarga, Nikita hadir sebagai pembicara dalam acara Boostopia by Expert Boost, sebuah inisiatif edukatif yang digagas oleh Expert Boost by Tentang Anak.

Di acara ini, ia berbagi tentang bagaimana ia mengatur nutrisi anak-anaknya agar tetap sehat dan optimal dalam mendukung tumbuh kembang mereka.

Nikita menyampaikan bahwa ia secara rutin berkonsultasi dengan dokter anak untuk memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi.

Ia juga menekankan pentingnya memahami kebutuhan nutrisi micro-nutrien — seperti vitamin D — yang tidak selalu tercermin dalam berat badan, tetapi berdampak besar pada kesehatan mata, tulang, imunitas, dan perkembangan keseluruhan anak.

Nutrisi dan Hidden Hunger

Data yang disampaikan dalam diskusi tersebut mengungkap bahwa satu dari dua anak di Indonesia mengalami kekurangan mikronutrien penting, yang sering kali disebut sebagai hidden hunger.

Kekurangan zat-zat gizi ini bisa memengaruhi energi, kemampuan fokus, dan pertumbuhan mereka secara jangka panjang.

Menurut Nikita, penting bagi orang tua untuk tidak hanya memastikan anak “kenyang”, tetapi memahami kualitas makanan yang diberikan — termasuk asupan vitamin, mineral, protein, lemak sehat, dan nutrien penting lain yang menjadi dasar pertumbuhan optimal anak.

Ini sejalan dengan prinsip pola asuhnya yang tidak ingin sekadar memberi makanan, tetapi membangun basis kebiasaan sehat sejak dini.

Pendekatan Bertahap Menghadapi Perubahan Pola Makan

Sebagai ibu dari dua anak yang masih sangat muda, Nikita juga menekankan pendekatan bertahap dalam mengenalkan rutinitas baru atau perubahan pola makan.

Misalnya, jelang bulan suci Ramadan, ia memperkenalkan makna puasa kepada anak-anaknya secara bertahap melalui contoh dalam rutinitas keluarga, bukan langsung menuntut mereka untuk ikut berpuasa penuh.

Pendekatan ini ia sesuaikan dengan kesiapan fisik dan emosional anak, sehingga memberikan ruang bagi anak untuk memahami nilai dari kebiasaan tersebut, bukan semata kewajiban.

Hal ini mencerminkan filosofi antara soft-spoken parenting dan nutritional awareness parenting yang ia jalankan — yakni membangun pemahaman melalui contoh, konsistensi, dan komunikasi yang lembut serta menghormati tahap perkembangan anak.

Edukasi Nutrisi bagi Orang Tua Sebagai Kunci Utama

Nikita juga menggarisbawahi bahwa edukasi nutrisi bukan hanya tanggung jawab satu orang tua, tetapi perlu dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar.

Baca Juga: Kurma Naik Kelas! Dessert Box Cokelat Jadi Takjil Paling Diburu Ramadan 2026, Modal Kecil Untung Besar

Diskusi di Boostopia menekankan pentingnya literasi nutrisi keluarga, yang membantu orang tua memahami bahwa gizi anak lebih dari sekadar warna sayur hijau atau piring penuh karbohidrat, tetapi mencakup keseimbangan micro-nutrien penting yang mendukung kesehatan dan perkembangan jangka panjang.

Dengan pendekatan yang telaten, penuh empati, dan berdasarkan informasi yang akurat, Nikita berupaya memberikan fondasi yang sehat bagi kedua anaknya, baik secara fisik maupun emosional, tanpa menimbulkan stres atau paksaan yang berlebihan.

Ini menjadi bagian penting dari bagaimana ia melihat peran orang tua di era modern — bukan hanya sebagai pengatur kegiatan, tetapi sebagai pendamping tumbuh kembang anak melalui pendekatan yang sadar dan penuh kasih.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#konsultasi gizi dokter anak #Boostopia by Expert Boost #nikita willy #Parenting Nikita Willy #soft spoken parenting #Ilmu Parenting