RADARBONANG.ID – Kemiskinan tidak semata-mata disebabkan oleh rendahnya pendapatan.
Cara seseorang mengelola uang serta pola pikir terhadap keuangan juga menjadi faktor penentu dalam meningkatkan kualitas hidup. Hal ini disampaikan oleh perencana keuangan Prita Ghozie.
Menurut Prita, literasi finansial dan perubahan mindset merupakan kunci penting agar individu memiliki kesempatan keluar dari jerat kemiskinan secara berkelanjutan.
Kemiskinan Bukan Hanya Soal Penghasilan
Prita Ghozie menilai banyak orang sebenarnya memiliki peluang untuk memperbaiki kondisi keuangannya, namun terhambat oleh pola pikir yang keliru.
Salah satu anggapan yang sering ditemui adalah keyakinan bahwa penghasilan rendah membuat seseorang mustahil menabung atau merencanakan keuangan.
Padahal, menurutnya, perubahan justru dapat dimulai dari perencanaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Memahami Prioritas dan Kebutuhan
“Langkah awal yang sangat penting adalah mengenali apa yang menjadi prioritas serta membedakan antara kebutuhan dan keinginan,” ujar Prita.
Ia menegaskan bahwa keputusan keuangan yang bijaksana berawal dari kesadaran terhadap apa yang benar-benar diperlukan, bukan sekadar mengikuti keinginan sesaat.
Perubahan Pola Pikir Jadi Kunci
Selain pendidikan keuangan, Prita juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir.
Pola pikir yang terbuka untuk belajar, beradaptasi, dan berani mengambil langkah kecil dinilai mampu membuka jalan menuju kondisi ekonomi yang lebih baik.
Sebaliknya, pola pikir yang pasrah dan merasa tidak mampu justru akan memperpanjang siklus kesulitan finansial.
Bangun Kebiasaan Finansial yang Sehat
Prita mendorong masyarakat untuk membangun kebiasaan keuangan yang sehat, seperti mencatat pengeluaran harian, menyusun anggaran sederhana, serta menyiapkan dana darurat meski dalam jumlah kecil.
Menurutnya, konsistensi jauh lebih penting dibandingkan besar kecilnya nominal yang disisihkan.
Perubahan Kecil, Dampak Besar
Melalui perpaduan literasi keuangan dan mindset yang tepat, Prita Ghozie meyakini setiap individu memiliki peluang untuk meningkatkan kualitas hidupnya.
Ia menegaskan bahwa keluar dari kemiskinan bukanlah proses instan. Namun, langkah kecil yang dilakukan dengan kesadaran dan konsistensi dapat membawa perubahan besar di masa depan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni