RADARBONANG.ID – Bulan Ramadan selalu menjadi musim yang tepat untuk memulai usaha minuman segar.
Setelah seharian berpuasa, tenggorokan yang kering dan tubuh yang haus akan mencari minuman sejuk yang manis dan menyegarkan.
Bagi pelaku usaha kecil, menjajakan minuman favorit saat buka puasa bisa menjadi salah satu peluang bisnis yang menjanjikan—dengan modal relatif kecil namun permintaan yang tinggi.
Baca Juga: Indonesia Diperkirakan Jadi Pasar Digital Terbesar di Asia Tenggara pada 2030
Banyak jenis minuman tradisional maupun yang dikreasikan kekinian menjadi favorit pembeli takjil di bulan Ramadan.
Berikut ini berbagai ide minuman segar yang tidak hanya nikmat diminum saat berbuka, tetapi juga laris diburu konsumen.
1. Sop Buah – Minuman Segar dan Berenergi
Sop buah atau es buah menjadi minuman favorit banyak orang saat berbuka puasa. Kombinasi beragam buah segar seperti semangka, melon, alpukat, mangga, naga, hingga apel menghadirkan vitamin dan rasa yang menyegarkan.
Tambahan nata de coco, susu bubuk, dan sirup membuat minuman ini terasa creamy dan menggugah selera.
Sop buah bisa dijual dalam cup atau gelas plastik sehingga praktis dibawa oleh pembeli. Variasi buah yang digunakan juga bisa disesuaikan dengan musim atau preferensi pelanggan.
2. Es Kopyor – Klasik yang Tak Pernah Sepi
Es kopyor adalah minuman yang khas dengan kelapa muda yang lembut dan segar. Dipadu dengan kolang-kaling, cincau, sagu mutiara, dan sirup cocopandan, es kopyor menawarkan kombinasi tekstur dan rasa yang memikat.
Meski bahan dasarnya sederhana, tampilan warna-warni minuman ini sering menarik perhatian pembeli.
Minuman ini cocok dijual di bazar Ramadan, depan masjid, atau di kawasan permukiman yang ramai menjelang buka puasa.
3. Es Teler – Favorit Semua Kalangan
Es teler termasuk minuman segar klasik Indonesia, dengan kombinasi alpukat, nangka, kelapa muda, kolang-kaling, dan susu.
Teksturnya lebih creamy dan manis, sehingga sering dipilih oleh pembeli yang ingin buka puasa dengan sajian sedikit lebih “berisi”.
Pengemasan dalam cup dan penggunaan es serut yang halus dapat membuat es teler tampil lebih menggugah dan menarik pembeli di bazar takjil.
4. Es Campur – Miniatur Rasa Nusantara
Es campur adalah minuman es tradisional yang populer di berbagai daerah di Indonesia. Minuman ini umumnya terdiri dari es serut, coconut, buah-buahan, cincau, jelly, kolang-kaling, dan sirup manis.
Kombinasi warna dan tekstur membuat es campur banyak disukai keluarga, remaja, hingga orang dewasa.
Kelebihan es campur adalah fleksibilitasnya: bahan bisa diubah sesuai selera atau ketersediaan bahan baku setempat.
5. Es Oyen – Kreasi Warna-Warni yang Menarik
Es oyen merupakan minuman tradisional yang terlihat sangat menarik karena isian buahnya yang beragam: alpukat, nangka, kelapa muda, kolang-kaling, dan sagu mutiara.
Warna-warni isian ini membuat es oyen sering menjadi pilihan utama pembeli takjil yang ingin sesuatu yang lebih “meriah”.
Es oyen juga bisa dikombinasikan dengan durian atau bahan premium lain untuk variasi yang lebih menguntungkan.
6. Es Kacang Merah – Pelepas Dahaga yang Mengenyangkan
Es kacang merah kini semakin populer sebagai minuman buka puasa karena rasanya yang manis dan mengenyangkan.
Kuah santan yang berpadu dengan kacang merah serta es serut membuat minuman ini cocok sebagai pelepas haus sekaligus pemulih energi.
7. Minuman Tradisional Lainnya – Cendol, Pisang Ijo
Selain minuman buah, minuman tradisional seperti es cendol atau pisang ijo juga selalu laris saat Ramadan.
Es cendol dengan kuah santan dan gula merah menawarkan rasa manis khas nusantara, sementara es pisang ijo menyajikan kombinasi pisang dan sirup yang kaya nutrisi.
Baca Juga: Daun Pisang Tumbuh dari Tengah, Bukan dari Batang: Fakta Sederhana yang Baru Disadari Banyak Orang
Tips Menjual Minuman Segar yang Laris
Agar usaha minuman buka puasa sukses, perhatikan beberapa hal berikut:
-
Kemasan menarik: Gunakan gelas dengan tutup atau cup transparan agar tampilan minuman terlihat jelas.
-
Variasi rasa: Sediakan versi manis, tidak terlalu manis, atau variasi topping seperti nata de coco, jelly, atau sagu mutiara.
-
Lokasi strategis: Tempatkan gerai di area yang ramai, dekat masjid, perumahan, atau bazar Ramadan.
-
Harga bersaing: Tetapkan harga yang pas sesuai porsi dan bahan, sehingga konsumen merasa puas dengan nilai yang mereka dapat.