RADARBONANG.ID — Musim hujan sering datang membawa udara dingin, lembap, dan risiko penyakit yang meningkat.
Tidak sedikit orang mengeluh mudah masuk angin, pilek, batuk, hingga pegal-pegal saat hujan turun hampir setiap hari.
Di tengah kondisi ini, tradisi minum wedang atau minuman hangat khas Nusantara kembali relevan.
Bukan hanya menghangatkan tubuh, berbagai wedang legendaris juga dikenal membantu menjaga daya tahan tubuh secara alami.
Baca Juga: Amerika Ambil Alih Kendali TikTok, Era Dominasi China di Negeri Paman Sam Resmi Berakhir
Indonesia kaya akan minuman tradisional berbasis rempah yang telah diwariskan turun-temurun.
Kombinasi jahe, kunyit, kayu manis, hingga rempah aromatik lainnya terbukti memberi efek menenangkan sekaligus menyehatkan.
Berikut tujuh wedang legendaris yang layak menjadi andalan selama musim hujan.
1. Wedang Jahe
Wedang jahe adalah minuman hangat paling populer di Indonesia. Jahe dikenal memiliki sifat antiinflamasi dan mampu membantu meredakan masuk angin, mual, serta gejala flu ringan.
Campuran jahe segar, gula merah, dan air panas menghasilkan rasa pedas-manis yang menenangkan. Minuman ini mudah dibuat di rumah dan cocok diminum pagi atau malam hari saat suhu mulai turun.
2. Bandrek
Berasal dari Jawa Barat, bandrek dikenal sebagai minuman pengusir dingin yang ampuh. Racikannya terdiri dari jahe, kayu manis, cengkeh, dan gula aren.
Kandungan rempah dalam bandrek membantu melancarkan peredaran darah dan meningkatkan imunitas tubuh. Tak heran, bandrek sering dijajakan di daerah pegunungan atau kawasan bersuhu rendah.
3. Bajigur
Masih dari tanah Sunda, bajigur menawarkan sensasi hangat dengan rasa manis gurih. Perpaduan santan, gula aren, dan jahe menciptakan minuman yang tidak hanya menghangatkan, tetapi juga mengenyangkan.
Bajigur biasanya disajikan bersama camilan tradisional seperti ubi rebus, pisang kukus, atau kacang tanah, cocok dinikmati saat hujan sore hari.
4. Wedang Uwuh
Wedang uwuh merupakan minuman khas Yogyakarta yang kaya akan rempah. Serai, secang, jahe, kapulaga, dan daun pala menghasilkan warna merah alami yang cantik.
Minuman ini dipercaya membantu meredakan gejala flu, pegal, dan kelelahan. Aromanya yang kuat memberi efek relaksasi, membuat tubuh terasa lebih hangat dan segar.
5. Susu Kunyit
Susu kunyit atau “golden milk” semakin populer karena manfaat kesehatannya. Kunyit dikenal mengandung antioksidan dan senyawa antiinflamasi yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
Dicampur dengan susu hangat, minuman ini efektif meredakan batuk kering dan menjaga stamina, terutama saat cuaca lembap dan dingin.
6. Ronde
Ronde adalah minuman hangat hasil akulturasi budaya Tionghoa-Indonesia. Kuah jahe kental berpadu dengan bola ketan berisi kacang tanah dan taburan roti tawar.
Hangatnya langsung terasa di perut, menjadikannya pilihan tepat setelah kehujanan atau saat malam hari. Selain menghangatkan, ronde juga memberi energi tambahan.
Baca Juga: Ular Viper Biru Asli Indonesia Viral karena Film Zootopia 2
7. Liang Teh
Berbeda dari wedang lain, liang teh dikenal sebagai minuman penyeimbang. Racikannya terdiri dari berbagai bahan herbal seperti kayu manis, alang-alang, dan bunga krisan.
Liang teh membantu meredakan panas dalam dan menjaga tenggorokan tetap nyaman, sehingga cocok diminum di musim hujan yang sering memicu perubahan suhu tubuh.
Musim hujan tak selalu identik dengan tubuh lemas dan mudah sakit. Dengan memanfaatkan minuman tradisional berbasis rempah, tubuh bisa tetap hangat dan bugar.
Tujuh wedang legendaris ini bukan hanya warisan budaya, tetapi juga solusi alami menjaga kesehatan. Di tengah cuaca tak menentu, segelas wedang hangat bisa menjadi kunci sederhana agar tubuh tetap fit. (*)
Editor : Muhammad Azlan Syah