RADARBONANG.ID — Air Terjun Nglirip di Kabupaten Tuban, Jawa Timur bukan sekadar destinasi wisata alam dengan panorama memukau.
Di balik gemericik airnya yang jernih dan suasana hijau yang tenang, air terjun ini menyimpan cerita legenda dan mitos yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.
Pesona alam dan kisah mistisnya membuat banyak pengunjung datang bukan hanya untuk menikmati alam, tetapi juga merasakan energi budaya yang khas.
Baca Juga: Lonjakan Tajam Harga Emas Hari Ini, Antam Retro Ikut Cetak Sejarah di Atas Rp3 Juta
Panorama Alam yang Menyejukkan
Air Terjun Nglirip terletak di Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Tuban.
Ketinggian air terjun ini berkisar antara 25–30 meter dengan aliran deras yang menciptakan kolam alami di bawahnya—tempat yang disukai banyak pengunjung untuk berenang atau sekadar merendam kaki.
Lingkungan sekitar yang masih asri dengan pepohonan hijau memberikan suasana sejuk, teduh, dan jauh dari hiruk-pikuk kota.
Selama musim kemarau, air terjun ini menampilkan warna air kebiruan yang eksotis, sementara saat musim hujan debit air lebih deras dan dramatis.
Tak jarang pelangi tampak muncul di sekitar area ketika cuaca cerah, menambah daya tarik visual bagi para wisatawan.
Kisah Asal Usul Nama Nglirip
Nama “Nglirip” sendiri memiliki makna yang erat dengan narasi lokal. Beberapa penuturan menyebut bahwa istilah tersebut berasal dari frasa “Ngili golek urip” yang berarti mencari kehidupan, menggambarkan sumber mata air yang tak pernah kering dan selalu mengalir, simbol kesuburan dan perjalanan hidup.
Legenda ini bukan hanya sekadar dongeng, tetapi bagian dari identitas budaya masyarakat sekitar yang selalu diceritakan kepada generasi muda dan pengunjung.
Legenda Patah Hati yang Menyentuh
Salah satu kisah yang paling terkenal adalah legenda tentang seorang putri cantik dari desa yang jatuh cinta pada seorang pemuda bernama Joko Lelono.
Hubungan mereka mendapat tentangan keras dari keluarga sang pemuda yang berasal dari kalangan bangsawan.
Karena cinta mereka dianggap tidak sepadan, konflik pun terjadi dan berujung tragis.
Versi lain dari cerita ini mengatakan bahwa setelah kekasihnya tewas akibat permusuhan tersebut, sang gadis memilih menyepi di goa dekat air terjun hingga akhirnya lenyap tanpa jejak atau dikatakan moksa. Kepergiannya yang misterius memberi nuansa mistis pada kawasan tersebut sampai hari ini.
Legenda ini berkembang sehingga masyarakat setempat percaya bahwa pasangan muda yang berkunjung bersama tanpa tujuan ziarah akan menghadapi masalah hubungan, bahkan berpisah dalam waktu tertentu. Mitos seperti ini menambah rasa penasaran sekaligus hormat terhadap adat lokal.
Mitos, Kepercayaan, dan Ritual
Tak hanya soal legenda cinta, terdapat pula mitos tentang sosok gaib yang dipercaya menjaga kawasan air terjun.
Beberapa pengunjung mengaku pernah mendengar suara lembut atau melihat sosok perempuan berpakaian putih saat berada di sekitar air terjun — pengalaman yang sering dikaitkan dengan arwah sang putri dalam cerita rakyat.
Selain itu, ada pula ritual kecil yang dilakukan para pelancong atau warga lokal, seperti mandi di bawah aliran air sambil berdoa untuk harapan baik atau keberuntungan.
Kepercayaan terhadap energi mistis ini membuat Air Terjun Nglirip menjadi lebih dari sekadar objek wisata alam, tetapi juga tempat spiritual yang penuh makna bagi sebagian orang.
Lebih dari Sekadar Alam
Air Terjun Nglirip bukan hanya indah secara visual tetapi juga sarat cerita yang menjadi bagian dari warisan budaya Tuban.
Tempat ini menarik wisatawan yang penasaran akan keindahan alam sekaligus legenda mistis yang mengitarinya.
Keberadaan makam Syech Abdul Jabbar di atas lokasi juga menarik pengunjung untuk melakukan ziarah, menambah dimensi historis dan religius kawasan ini.
Kombinasi panorama alam, kisah legenda yang misterius, serta nuansa spiritual menjadikan Air Terjun Nglirip salah satu destinasi wisata yang tidak hanya memanjakan mata tetapi juga mengajak pengunjung memahami kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat.(*)
Editor : Muhammad Azlan Syah