Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Belajar dari Kisah Nabi Nuh, Miliarder AS Ini Temukan Kunci Kesuksesan di Tengah Hinaan Dunia

M Robit Bilhaq • Minggu, 18 Januari 2026 | 15:05 WIB

Terinspirasi kisah Nabi Nuh, David Steward mengubah hinaan dan keraguan menjadi jalan menuju kesuksesan besar.
Terinspirasi kisah Nabi Nuh, David Steward mengubah hinaan dan keraguan menjadi jalan menuju kesuksesan besar.

RADARBONANG.ID – Kisah Nabi Nuh tidak hanya hidup dalam ruang keagamaan, tetapi juga menjadi inspirasi lintas zaman.

Keteguhan iman, kesabaran menghadapi hinaan, dan keberanian memegang visi besar adalah nilai universal yang masih relevan hingga hari ini.

Nilai-nilai itulah yang mengubah hidup David Steward, seorang pria asal Missouri, Amerika Serikat, hingga menjadi salah satu miliarder dunia.

Baca Juga: Oliver Glasner Pastikan Tinggalkan Crystal Palace di Akhir Musim, Terseret Rumor ke Manchester United

Terinspirasi Keteguhan Nabi Nuh

Ketertarikan David Steward pada kisah Nabi Nuh bermula dari pencariannya akan makna keteguhan hidup.

Ia melihat Nabi Nuh sebagai simbol keberanian untuk tetap berjalan di jalan yang diyakini benar, meski harus menghadapi ejekan dan penolakan dari lingkungan sekitar.

Dalam kisahnya, Nabi Nuh menerima perintah Ilahi untuk membangun bahtera raksasa sebagai persiapan menghadapi banjir besar.

Perintah itu datang di saat kondisi alam terlihat normal. Akibatnya, Nabi Nuh dicemooh, dianggap gila, dan diragukan oleh kaumnya sendiri.

Namun, semua hinaan itu tidak menghentikannya untuk terus bekerja dan menyelesaikan bahtera.

Hidup dalam Tekanan Sejak Kecil

Nilai keteguhan Nabi Nuh terasa sangat dekat dengan perjalanan hidup David Steward. Lahir pada 2 Juli 1951, David tumbuh dalam kondisi ekonomi yang sulit.

Sejak kecil, ia sudah akrab dengan diskriminasi dan ejekan karena warna kulitnya yang hitam.

Di masa sekolah, David merasakan langsung dampak segregasi rasial yang membatasi ruang geraknya.

Ia sering dipandang sebelah mata, bukan karena kemampuannya, melainkan latar belakang sosialnya. Pengalaman pahit ini membentuk mentalnya untuk terbiasa berdiri tegak di tengah tekanan.

Ejekan Kembali Datang Saat Berbisnis

Tekanan tidak berhenti ketika David dewasa. Saat memutuskan terjun ke dunia usaha pada era 1990-an, ia kembali menghadapi keraguan dan hinaan.

Banyak orang menilai langkahnya tidak realistis dan meragukan kemampuannya sebagai pengusaha.

Namun, David mengingat kembali pelajaran dari kisah Nabi Nuh: visi besar hampir selalu disambut dengan ejekan.

Orang-orang yang tidak memiliki visi sering kali menjadi yang paling keras meragukan mimpi orang lain.

Mendirikan World Wide Technology

Berbekal keyakinan tersebut, David mengambil keputusan besar untuk berhenti menjadi karyawan dan mendirikan World Wide Technology (WWT).

Perusahaan ini bergerak di bidang layanan teknologi komputer untuk korporasi, sebuah sektor yang saat itu belum populer.

Banyak orang menertawakan langkahnya, menganggap bisnis tersebut terlalu berisiko dan belum dibutuhkan pasar.

Situasi ini mirip dengan kondisi Nabi Nuh yang membangun bahtera di tengah cuaca cerah, tanpa tanda-tanda bencana.

Keyakinan pada Masa Depan Teknologi

Meski diragukan, David tetap bergeming. Ia yakin bahwa teknologi komputer dan internet akan menjadi kebutuhan utama di masa depan.

Keyakinan ini membuatnya bertahan meski perjalanan bisnis WWT diwarnai jatuh bangun dan tekanan finansial.

Baca Juga: Mengejutkan! Perlakuan Kasar ke ChatGPT Akan Memberikan Jawaban Lebih Akurat, Berikut Penjelasan Dari Riset Penn State

Seiring waktu, prediksi David terbukti benar. Dunia bergerak menuju era digital, dan layanan teknologi yang ditawarkan WWT justru menjadi kebutuhan penting bagi perusahaan global.

Dari Hinaan Menuju Kekayaan Fantastis

Kesuksesan WWT berdampak langsung pada lonjakan kekayaan pribadi David Steward.

Berdasarkan data terbaru, nilai asetnya kini mencapai US$ 11,4 miliar atau setara sekitar Rp 184,6 triliun. Angka ini menempatkannya di jajaran orang terkaya di dunia.

Bagi David, pencapaian tersebut bukan sekadar soal uang, melainkan bukti bahwa keteguhan pada visi mampu mengalahkan hinaan dan keraguan.

Pelajaran dari Nabi Nuh

Kisah David Steward menunjukkan bahwa kesuksesan sering kali menuntut keberanian untuk berbeda. Seperti Nabi Nuh, ia memilih tetap berjalan di jalurnya sendiri, meski harus menghadapi ejekan dan penolakan.

Dalam dunia yang gemar meremehkan mimpi besar, keteguhan hati dan keyakinan pada visi menjadi kunci utama untuk bertahan dan akhirnya berhasil. (*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Kisah sukses pengusaha #Keteguhan visi #World Wide Technology #kisah Nabi Nuh #motivasi hidup #david Steward