RADARBONANG.ID - Era kendaraan listrik di Eropa memasuki fase baru. Bukan lagi sekadar soal sedan atau SUV, melainkan kendaraan keluarga dan komuter massal.
Di titik itulah Hyundai Motor Company menurunkan bidak terbarunya: Hyundai Staria Electric.
Model ini diperkenalkan ke publik Eropa dalam ajang Brussels Motor Show.
Menandai debut MPV listrik murni pertama Hyundai yang secara serius menempatkan ruang, kenyamanan, dan fungsi harian sebagai pusat inovasi—bukan sekadar pelengkap elektrifikasi.
Hyundai membaca celah yang kerap luput dari pengembangan EV: kebutuhan daya angkut manusia dan aktivitas harian yang realistis.
Staria Electric bukan konsep futuristik tanpa pijakan, melainkan evolusi logis dari Staria konvensional yang sudah dikenal luas di Eropa.
“Hyundai terus memperluas lini kendaraan listriknya untuk memenuhi kebutuhan mobilitas harian di Eropa. Staria Electric menghadirkan keunggulan EV kami pada sebuah model yang sudah dikenal dan dipercaya banyak pelanggan, dengan memadukan ruang dan fleksibilitas luar biasa khas Staria, sistem bertegangan tinggi dan interior yang telah disempurnakan. Hasilnya adalah mobilitas listrik yang praktis dan efisien untuk penggunaan sehari-hari di berbagai wilayah Eropa,” ujar Xavier Martinet, President & CEO Hyundai Motor Europe dilansir dari JawaPos.com.
Pernyataan itu sekaligus menegaskan posisi Staria Electric sebagai kendaraan kerja sekaligus kendaraan hidup.
Interior Rasa Lounge, Bukan Sekadar Kabin
Masuk ke dalam Staria Electric, pendekatan “Inside-Out” khas Hyundai terasa dominan.
Kabin luas, lantai rata, dimensi lebar, dan konfigurasi kursi fleksibel menciptakan atmosfer seperti lounge berjalan. Bukan hanya lapang, tapi memberi rasa lega secara psikologis.
Pendekatan ini bukan kosmetik. Ruang kabin dirancang adaptif untuk berbagai skenario: keluarga urban, layanan shuttle, transportasi penumpang, hingga gaya hidup aktif. Dari perjalanan sekolah hingga antarbandara, semuanya terasa relevan.
Desain Eksterior Mengabdi ke Fungsi
Siluet bodi memanjang dengan garis bahu rendah dan kaca besar bukan sekadar gaya.
Elemen tersebut memastikan visibilitas optimal dan masuknya cahaya alami ke kabin.
Hasilnya adalah ruang yang terang, bersih, dan ramah pengguna—ciri kuat kendaraan berorientasi manusia.
Staria Electric tetap menjaga DNA Staria: posisi duduk ergonomis, akses mudah, dan tata letak intuitif. Bedanya, kini semua itu digerakkan oleh sistem listrik senyap dan responsif.
Teknologi 800 Volt, Isi 20 Menit
Di balik kenyamanan, Staria Electric bukan EV biasa. Sistem kelistrikan 800voltmenjadi tulang punggung performanya.
Baterai 84 kWh dipadukan dengan motor listrik 160 kW penggerak roda depan, cukup untuk penggunaan intensif harian.
Pengisian cepat DC dari 10 ke 80 persen hanya membutuhkan sekitar 20 menit—angka krusial bagi pasar Eropa yang mengandalkan efisiensi waktu.
Untuk kebutuhan harian, tersedia onboard charger AC 11 kW, lengkap dengan penutup port pengisian berpemanas untuk iklim dingin.
Dua Varian, Dua Segmentasi Jelas
Hyundai tidak bermain aman. Staria Electric langsung hadir dalam dua konfigurasi:
- Luxury 7 penumpang, menyasar keluarga dan pengguna pribadi.
- Wagon 9 penumpang, ditujukan bagi keluarga besar dan operasional shuttle profesional.
Langkah ini mempertegas posisi Staria Electric sebagai kendaraan serbaguna, bukan niche product.
Lebih dari MPV, Ini Pernyataan Arah
Peluncuran Staria Electric bukan sekadar penambahan model. Ini sinyal arah. Hyundai membawa kapabilitas EV ke segmen yang selama ini dianggap sulit dielektrifikasi: MPV besar dengan tuntutan ruang dan kenyamanan tinggi.
Di tengah membesarnya ukuran model AI—eh, model kendaraan listrik—dan tuntutan mobilitas rendah emisi, Staria Electric hadir bukan untuk pamer teknologi, melainkan untuk bekerja. Dan justru di situlah kekuatannya.
Staria Electric dijadwalkan memperkuat pasar Eropa sebagai bagian penting dari roadmap elektrifikasi Hyundai—sebuah MPV listrik yang tidak berisik, tidak ribet, dan tidak kehilangan fungsi dasarnya: membawa manusia dengan nyaman. (*)
Editor : Muhammad Azlan Syah