Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Sering Lelah dan Berat Badan Naik Tanpa Sebab? Waspadai Tanda Hypothyroid yang Diam-Diam Mengintai

Defy Maulida Puspaaji • Selasa, 30 Desember 2025 | 17:20 WIB

Mudah lelah dan berat badan naik tanpa sebab bisa jadi sinyal hypothyroid. Jangan abaikan tanda-tanda kecil pada tubuh.
Mudah lelah dan berat badan naik tanpa sebab bisa jadi sinyal hypothyroid. Jangan abaikan tanda-tanda kecil pada tubuh.

RADARBONANG.ID – Merasa cepat lelah meski aktivitas tidak terlalu padat? Berat badan naik perlahan padahal pola makan tidak banyak berubah? Banyak orang langsung mengaitkan kondisi ini dengan faktor usia, stres pekerjaan, atau kurang olahraga.

Padahal, keluhan tersebut bisa menjadi sinyal awal hypothyroid, gangguan hormon tiroid yang sering datang tanpa disadari.

Hypothyroid terjadi ketika kelenjar tiroid tidak memproduksi hormon tiroid dalam jumlah yang cukup.

Padahal hormon ini memiliki peran vital dalam tubuh, mulai dari mengatur metabolisme, detak jantung, suhu tubuh, hingga energi harian. Ketika produksinya menurun, hampir seluruh sistem tubuh ikut melambat.

Baca Juga: Bukan Sekadar Keringat! Intip 5 Tren Workout Outfit Gen Z 2025 yang Bikin Auto Jadi Main Character di Gym

Masalahnya, gejala hypothyroid sering berkembang secara perlahan dan tampak ringan.

Banyak penderita mengabaikannya karena dianggap keluhan biasa. Akibatnya, tidak sedikit orang baru mengetahui kondisi ini ketika gejala sudah semakin mengganggu kualitas hidup.

Penyakit yang Bekerja Pelan tapi Konsisten

Hypothyroid sering disebut sebagai penyakit “pelan tapi pasti”. Tidak menimbulkan nyeri hebat atau keluhan mendadak, tetapi efeknya terus menumpuk.

Tubuh terasa seperti berjalan dengan kecepatan lebih lambat dari biasanya, tanpa disadari penyebab pastinya.

Karena sifatnya yang samar, hypothyroid kerap dijuluki sebagai silent disease. Seseorang bisa hidup bertahun-tahun dengan hormon tiroid rendah tanpa menyadari bahwa tubuhnya sedang tidak bekerja secara optimal.

Gejala Hypothyroid yang Sering Dianggap Sepele

Ada sejumlah tanda umum hypothyroid yang kerap diabaikan, padahal bisa menjadi petunjuk penting kondisi tubuh.

Keluhan paling sering adalah mudah lelah dan mengantuk. Meski tidur cukup, tubuh tetap terasa lemas dan aktivitas ringan pun terasa menguras energi.

Selain itu, kenaikan berat badan tanpa sebab jelas juga menjadi tanda khas. Metabolisme yang melambat membuat tubuh lebih mudah menyimpan lemak meski asupan makanan tidak berlebihan.

Penderita hypothyroid juga sering merasa kedinginan, bahkan ketika suhu lingkungan normal. Kulit menjadi lebih kering, kasar, dan rambut rontok lebih banyak dari biasanya.

Pada beberapa kasus, wajah tampak bengkak terutama di area mata dan pipi akibat penumpukan cairan.

Dari sisi mental, hypothyroid dapat memengaruhi konsentrasi dan suasana hati. Penderita bisa mengalami sulit fokus, mudah lupa, hingga muncul gejala depresi ringan.

Detak jantung yang melambat juga membuat tubuh terasa lesu dan kurang bertenaga.

Pada perempuan, gangguan ini kerap berdampak pada siklus menstruasi yang tidak teratur serta masalah kesuburan. Kondisi ini sering kali baru disadari setelah keluhan berlangsung lama.

Siapa yang Lebih Berisiko?

Hypothyroid dapat dialami siapa saja, tetapi risikonya lebih tinggi pada kelompok tertentu. Perempuan lebih rentan dibandingkan laki-laki.

Risiko juga meningkat pada usia di atas 35 tahun, mereka yang memiliki riwayat penyakit autoimun, atau memiliki anggota keluarga dengan gangguan tiroid.

Ibu pasca melahirkan juga termasuk kelompok yang perlu waspada.

Meski demikian, usia muda bukan jaminan bebas dari hypothyroid. Pola hidup tidak seimbang, kurang asupan nutrisi tertentu, serta stres berkepanjangan dapat berperan dalam memicu gangguan ini.

Baca Juga: Yogyakarta Geser Bali Jadi Tujuan Utama Libur Akhir Tahun 2025

Mengapa Hypothyroid Tidak Boleh Diabaikan

Jika tidak ditangani, hypothyroid dapat memicu berbagai komplikasi serius. Mulai dari peningkatan risiko penyakit jantung, gangguan sistem saraf, depresi berat, hingga masalah kesuburan. Dalam jangka panjang, kualitas hidup penderita bisa menurun drastis.

Kabar baiknya, hypothyroid termasuk kondisi yang dapat dikontrol. Dengan pengobatan yang tepat dan pemantauan rutin, penderita tetap bisa menjalani hidup normal dan produktif.

Kapan Perlu Memeriksakan Diri?

Jika Anda mengalami dua atau lebih gejala hypothyroid secara menetap, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter.

Pemeriksaan darah sederhana untuk melihat kadar hormon tiroid dapat membantu mendeteksi kondisi ini sejak dini.

Deteksi lebih awal memberi peluang lebih besar untuk mengendalikan gejala dan mencegah komplikasi di kemudian hari.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#hypothyroid #hormon tiroid #gejala hypothyroid #gangguan tiroid #mudah lelah dan berat badan naik