Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Merasa Tahun Ini Kok Cepat Banget? Ini Fenomena Waktu yang Terasa Singkat

M. Afiqul Adib • Senin, 29 Desember 2025 | 16:23 WIB
ilustrasi
ilustrasi

RADARBONANG.ID — “Kok sudah akhir tahun lagi?” Kalimat ini hampir selalu muncul di penghujung kalender.

Banyak orang merasa waktu berlalu begitu cepat, seolah tahun berjalan hanya dalam hitungan minggu.

Padahal, secara matematis, jumlah hari dan jam tetap sama. Fenomena ini ternyata bukan sekadar perasaan atau keluhan biasa, melainkan berkaitan erat dengan cara otak manusia memproses pengalaman dan menyimpan memori.

Perasaan bahwa waktu melaju lebih cepat sering kali muncul seiring bertambahnya usia. Saat masih kecil, satu tahun terasa panjang dan penuh cerita.

Namun ketika dewasa, bulan demi bulan seakan melompat begitu saja. Psikolog menyebut ini sebagai perubahan persepsi waktu, bukan perubahan waktu itu sendiri.

Baca Juga: Gerak Tegas Tari Cakalele, Warisan Perang yang Menjadi Identitas Budaya Maluku

Kenapa Waktu Terasa Semakin Cepat?

Salah satu penjelasan paling umum datang dari teori psikologi kognitif. Seiring bertambahnya usia, hidup manusia semakin dipenuhi rutinitas.

Bangun pagi, bekerja, pulang, makan, tidur, lalu mengulang pola yang sama keesokan harinya.

Ketika hari-hari berjalan serupa, otak tidak mencatat banyak hal baru sebagai memori yang menonjol.

Akibatnya, saat kita menoleh ke belakang, otak seolah “melewati” banyak hari tanpa detail berarti. Inilah yang membuat setahun terasa hanya seperti beberapa bulan.

Sebaliknya, saat mengalami banyak hal baru—seperti di masa kanak-kanak—otak menyimpan lebih banyak memori, sehingga waktu terasa lebih panjang.

Rutinitas: Aman, tapi Membuat Waktu Melaju

Rutinitas sebenarnya memberi rasa aman dan stabil. Namun, jika terlalu monoton, ia bisa menjadi penyebab utama mengapa waktu terasa singkat.

Ketika setiap hari terasa mirip, tidak ada penanda emosional yang kuat untuk membedakan satu minggu dengan minggu lainnya.

Inilah alasan mengapa banyak orang merasa “kehilangan waktu”, padahal sebenarnya waktu tersebut terlewati tanpa variasi pengalaman.

Kalender bergerak normal, tetapi ingatan tidak memiliki cukup cerita untuk menandai perjalanan itu.

Teknologi dan Distraksi Digital

Selain rutinitas, teknologi juga berperan besar dalam mempercepat persepsi waktu. Media sosial, notifikasi tanpa henti, dan hiburan digital membuat kita selalu sibuk, tetapi sering kali tanpa kesadaran penuh.

Satu jam scrolling terasa seperti lima menit. Tanpa disadari, hari berganti, minggu berlalu, dan bulan pun habis.

Distraksi digital membuat kita kurang hadir dalam momen. Kita ada secara fisik, tetapi pikiran sibuk di layar.

Ketika momen tidak benar-benar dirasakan, otak pun menyimpannya sebagai pengalaman yang “tipis”, sehingga waktu terasa meluncur begitu saja.

Mengapa Akhir Tahun Selalu Terasa Paling Cepat?

Menjelang akhir tahun, refleksi sering muncul. Kita menilai kembali target, resolusi, dan rencana yang belum tercapai.

Saat menyadari banyak hal belum terlaksana, muncullah kesan bahwa waktu berjalan terlalu cepat. Padahal, yang terjadi adalah ketidakseimbangan antara rencana dan pengalaman nyata.

Baca Juga: Dari Gundam hingga Cowboy Bebop, Ini Anime Luar Angkasa Wajib Tonton

Cara Membuat Waktu Terasa Lebih “Panjang”

Meski waktu tidak bisa dihentikan, persepsi kita terhadapnya bisa diubah. Salah satu cara paling efektif adalah menciptakan pengalaman baru.

Tidak harus besar—mencoba rute baru ke kantor, belajar hobi sederhana, atau mengunjungi tempat yang belum pernah didatangi sudah cukup memberi “penanda” bagi otak.

Selain itu, melatih mindfulness atau hadir penuh dalam momen juga membantu. Saat kita benar-benar menikmati percakapan, makanan, atau perjalanan, memori yang terbentuk menjadi lebih kuat dan bermakna.

Waktu Singkat, Makna Tetap Bisa Panjang

Merasa tahun berjalan cepat adalah pengalaman manusiawi. Fenomena ini dipengaruhi oleh rutinitas, distraksi, usia, dan cara otak menyimpan memori. Namun, kita tetap punya kendali untuk mengisinya dengan makna.

Pada akhirnya, bukan soal seberapa cepat waktu berlalu, tetapi seberapa sadar kita menjalaninya. Tahun mungkin terasa singkat, tetapi kenangan yang kita ciptakan bisa bertahan jauh lebih lama dari angka di kalender.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#kenapa tahun terasa #cepat psikologi waktu #waktu terasa cepat #rutinitas dan persepsi waktu #fenomena waktu singkat