Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Tren Baju Knit Meledak Lagi! Kok Bisa Semua Orang Berlomba-Lomba Belanja Outfit Rajut Tahun Ini?

Defy Maulida Puspaaji • Minggu, 14 Desember 2025 | 15:05 WIB

Tren baju knit kembali mencuri perhatian. Outfit rajut bernuansa earth tone dan pastel kini jadi pilihan favorit untuk tampil hangat, stylish, dan effortless di berbagai suasana.
Tren baju knit kembali mencuri perhatian. Outfit rajut bernuansa earth tone dan pastel kini jadi pilihan favorit untuk tampil hangat, stylish, dan effortless di berbagai suasana.

RADARBONANG.ID – Belakangan ini media sosial dipenuhi unggahan outfit bernuansa rajut atau baju knit.

Dari selebgram, mahasiswa, pekerja kantoran, hingga ibu-ibu muda, semua kompak memamerkan gaya kasual hangat dengan knitwear.

Tak sekadar ramai di linimasa, tren ini juga berdampak langsung pada penjualan. Sejumlah toko online bahkan mengaku stok baju knit mereka “ludes diserbu” dalam waktu singkat.

Fenomena ini memunculkan satu pertanyaan besar: apa yang sebenarnya membuat baju knit kembali menjadi tren utama tahun ini?

Baca Juga: Denny Sumargo Tetap Lakukan Aksi Sosial Meski Dibilang Pencitraan

Hangat, Stylish, dan Instagrammable

Baju knit sejatinya bukan tren baru. Namun tahun ini popularitasnya melonjak karena kombinasi tiga faktor utama: kenyamanan, tampilan stylish, dan nilai visual yang kuat di media sosial.

Rajutan yang lembut memberi kesan rapi tanpa terlihat berlebihan, cocok untuk gaya santai maupun semi-formal.

Selain itu, banyak orang menilai knitwear memberikan kesan “mahal” meski dibanderol dengan harga terjangkau.

Inilah yang membuatnya mudah diterima berbagai kalangan. Untuk urusan OOTD, baju knit juga dinilai fotogenik karena teksturnya memberi dimensi visual yang menarik di kamera.

Tak heran jika tagar #knitwear dan #knitoutfit mengalami peningkatan impresi signifikan. Para fashion influencer pun gencar merekomendasikan knit top, cardigan rajut, hingga knit dress sebagai item wajib tahun ini.

Lonjakan Penjualan di E-Commerce

Dari sisi pasar, tren ini tercermin jelas di platform e-commerce. Beberapa penjual melaporkan lonjakan pembelian baju knit hingga dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Pencarian tertinggi didominasi oleh knit cardigan bernuansa earth tone, sleeveless knit ala Korea, hingga knit dress dengan aksen ruffle.

Banyak pembeli mengaku memilih knit karena sifatnya yang awet dan timeless. Satu potong baju rajut bisa dipakai berulang kali dengan gaya berbeda, mulai dari hangout santai, ngopi sore, hingga meeting kantor.

Pengaruh K-Drama dan Gaya Korea

Demam drama Korea turut memberi andil besar dalam mengangkat kembali tren ini. Karakter perempuan dalam drama romantis kerap tampil dengan cardigan rajut lembut, sweater oversized, atau knit vest yang manis. Gaya tersebut menciptakan kesan rapi, hangat, dan approachable.

Tanpa disadari, penonton ikut meniru gaya minimalis ala Korea ini dalam kehidupan sehari-hari. Knit pun menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin tampil santai namun tetap terlihat tertata.

Cuaca Tak Menentu, Knit Jadi Andalan

Faktor cuaca juga berperan penting. Di tengah kondisi cuaca yang sulit diprediksi—panas di siang hari, hujan di sore atau malam—baju knit dinilai sebagai solusi praktis.

Tidak setebal jaket, namun cukup memberi rasa hangat saat dibutuhkan.

Bagi masyarakat perkotaan, knit cardigan atau outer rajut menjadi pilihan aman untuk aktivitas harian, terutama bagi pekerja kantoran dan pengguna transportasi umum.

Baca Juga: Boros Tanpa Disadari! 7 Kebiasaan Sehari-Hari yang Diam-Diam Menguras Dompet, dari Jajan Receh sampai Ongkir Murce

Brand Lokal Ikut Meramaikan Tren

Melihat peluang pasar yang besar, brand fashion lokal pun bergerak cepat.

Mereka menghadirkan baju knit dengan material lebih breathable, potongan yang disesuaikan dengan bentuk tubuh orang Indonesia, serta warna-warna pastel yang digemari Gen Z.

Harga yang lebih terjangkau membuat produk lokal semakin diminati. Bahkan, sejumlah toko rumahan mengaku kewalahan memenuhi pesanan pre-order karena tingginya permintaan.

Tips Memilih Baju Knit agar Tak Salah Beli

Bagi yang ingin ikut tren, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pilih material cotton blend atau rayon knit agar nyaman di iklim tropis.

Perhatikan kerapatan rajut—semakin rapat, biasanya semakin awet. Hindari bahan yang terlalu panas dan pilih warna netral seperti cream, mocha, atau sage green agar mudah dipadukan.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#tren fashion 2025 #outfit rajut kekinian #baju knit wanita #tren baju knit #knit fashion gen z