RADARBONANG.ID - Semakin dewasa, kita sering membohongi diri sendiri dengan berkata bahwa semuanya baik-baik saja.
Padahal, justru ketika bertambah usia, kita seharusnya lebih berani jujur pada diri sendiri.
Kita tidak harus selalu terlihat kuat di setiap waktu, apalagi jika itu hanya membuat kita semakin jauh dari perasaan kita yang sebenarnya.
Di Balik Sikap Cuek
Sikap cuek yang sering diperlihatkan banyak orang ternyata bukan untuk terlihat keren.
Lebih dari itu, sikap tersebut muncul sebagai bentuk perlindungan diri—agar kita tidak terluka lagi oleh lingkungan sekitar.
Begitu pula dengan kebiasaan melakukan apa pun sendiri.
Bukan karena ingin dianggap mandiri, melainkan karena kita sudah terlalu sering kecewa dan tidak ingin bergantung pada orang lain.
Sikap Menyibukkan Diri
Saat dewasa, kita mulai paham bahwa menyibukkan diri dengan hal positif jauh lebih penting daripada hanya duduk merenung, mendengarkan keramaian di dalam kepala sendiri.
Namun di balik kesibukan itu, ada kenyataan bahwa kita tetap membutuhkan orang lain, walau hanya untuk menjadi pendengar yang baik.
Kebiasaan melakukan segalanya sendiri terbentuk karena kita terlalu sering menghadapi semuanya sendirian.
Menyembunyikan Air Mata
Ketika sedih, kita pun memilih menyembunyikan air mata.
Kita berusaha terlihat kuat agar tidak dicap rapuh, terutama oleh orang-orang yang mungkin tidak peduli pada sisi lemah kita.
Kita menahan banyak hal, bukan karena kuat, tapi karena takut—takut dianggap lemah, takut mengecewakan, atau takut disakiti kembali.
Namun pada akhirnya, yang paling penting adalah keberanian untuk jujur pada diri sendiri.
Setiap orang memiliki proses dan jalan hidup yang berbeda.
Tidak apa-apa jika harus terlihat lemah sesekali. Yang terpenting adalah bagaimana kita terus bangkit, berprogres, dan memberi ruang pada diri sendiri untuk tumbuh tanpa harus berpura-pura kuat. (*)
Editor : Amin Fauzie