RADARBONANG.ID – Popularitas susu nabati terus meningkat, bukan hanya di kalangan vegan, tetapi juga pecinta kopi dan mereka yang ingin hidup lebih sehat.
Dua jenis yang paling sering menjadi perdebatan adalah oatmilk dan almond milk. Keduanya hadir sebagai alternatif susu sapi, tetapi membawa ciri khas, manfaat, dan konsekuensi lingkungan yang berbeda.
Pertanyaannya: mana yang lebih tepat untuk Anda? Artikel ini membahas nutrisi, manfaat, kekurangan, dan dampak lingkungan dari keduanya sehingga Anda bisa memilih berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar tren.
Baca Juga: Dorong Wisata & Perdagangan, Pemerintah Tetapkan Bebas Visa RI–Afrika Selatan
Oatmilk dikenal dengan teksturnya yang creamy, mirip dengan susu sapi. Banyak barista memilihnya karena memberikan hasil yang stabil saat dikukus dan menambah kekayaan rasa pada kopi.
Selain itu, oatmilk secara alami mengandung serat beta-glucan, yang bisa membantu pencernaan dan mendukung kesehatan jantung.
Kandungan energi dan karbohidratnya lebih tinggi dibanding almond milk, sehingga cocok bagi orang yang membutuhkan tenaga ekstra atau ingin minuman yang lebih mengenyangkan.
Di sisi lain, almond milk adalah pilihan favorit bagi mereka yang ingin susu rendah kalori dan rendah karbohidrat.
Dibandingkan oatmilk, almond milk memberikan sensasi minum yang lebih ringan. Kandungan kalorinya yang lebih rendah membuatnya ideal untuk diet penurunan berat badan atau bagi orang yang menjaga kadar gula darah.
Meskipun begitu, almond milk memiliki kandungan protein yang sangat rendah secara alami. Jika Anda membutuhkan asupan protein lebih tinggi, almond milk bukanlah sumber utama yang dapat diandalkan.
Kelebihan oatmilk terletak pada tekstur dan rasa. Susu ini dapat memberikan hasil terbaik untuk latte, smoothies, baking, dan berbagai masakan yang membutuhkan kelembutan.
Seratnya membantu memperlancar pencernaan dan dapat membantu menurunkan kolesterol. Selain itu, oatmilk aman dikonsumsi oleh orang yang alergi kacang.
Namun karena kalori dan karbohidratnya lebih tinggi, oatmilk kurang tepat bagi mereka yang sedang menjalani diet ketat atau ingin menstabilkan gula darah.
Sementara itu, almond milk unggul sebagai pilihan yang ringan dan rendah kalori. Ketika diperkaya, almond milk juga bisa mengandung vitamin D, kalsium, dan beberapa mineral penting lainnya.
Rasa yang tidak terlalu dominan membuatnya mudah dipadukan dengan sereal, smoothies diet, dan konsumsi harian yang tidak memerlukan tekstur creamy.
Kekurangannya, almond milk cenderung minim protein dan tidak cocok dijadikan sumber nutrisi utama bagi orang yang aktif secara fisik atau membutuhkan protein lebih.
Aspek yang sering luput dari perhatian adalah dampak lingkungan. Oatmilk banyak dipuji sebagai pilihan susu nabati yang lebih ramah lingkungan karena membutuhkan lebih sedikit air dan lahan saat diproduksi.
Emisi gas rumah kaca dari budidaya oat juga lebih rendah dibanding beberapa sumber nabati lainnya.
Almond milk, meskipun populer, memiliki jejak air yang lebih tinggi. Produksi almond membutuhkan banyak air, sehingga menjadi pertimbangan bagi konsumen yang peduli terhadap keberlanjutan.
Pada akhirnya, tidak ada satu jenis susu nabati yang paling superior untuk semua orang. Pemilihan oatmilk atau almond milk sangat bergantung pada tujuan konsumsi.
Jika Anda membutuhkan susu yang creamy, bergizi dalam hal serat, dan memberikan hasil maksimal untuk kopi, oatmilk bisa menjadi pilihan utama.
Namun, bila fokus Anda adalah menjaga kalori tetap rendah dan menjaga gula darah tetap stabil, almond milk mungkin lebih sesuai.
Baca Juga: Musim Baratan Mulai Menyapa Tuban, Warga Diminta Nikmati Keindahannya tapi Tetap Waspada
Bagi mereka yang alergi kacang, oatmilk jelas menjadi alternatif yang aman, sedangkan almond milk cocok untuk yang ingin minuman ringan sehari-hari dengan kendali kalori yang ketat.
Baik oatmilk maupun almond milk sama-sama bebas laktosa, aman untuk vegan, dan bisa menjadi bagian dari pola makan sehat.
Keduanya menawarkan manfaat berbeda yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi, preferensi rasa, maupun gaya hidup Anda.
Pilihan terbaik bukan soal mengikuti tren, tetapi memahami kebutuhan tubuh sendiri dan memilih susu nabati yang paling mendukung tujuan kesehatan Anda.(*)
Editor : Muhammad Azlan Syah