RADARBONANG.ID – Buah potong sering menjadi penyelamat saat lapar tiba-tiba. Rasanya segar, manis, harganya terjangkau, dan mudah ditemukan di berbagai tempat seperti pinggir jalan, kantor, kampus, hingga stasiun.
Namun, di balik kepraktisannya itu, ada sisi gelap yang sering tidak diperhatikan: buah potong sangat rentan menjadi sarang bakteri, terutama jika proses pemotongan dan penyimpanannya tidak dilakukan secara higienis.
Fenomena ini semakin marak seiring tren hidup sehat, ketika banyak orang memilih buah potong sebagai camilan cepat tanpa menyadari bahwa risiko kontaminasinya bisa jauh lebih tinggi dibandingkan buah utuh.
Baca Juga: Desta Resmi Jadi Dono, Trio Warkop DKI Reborn Siap Hadir dengan Format Baru
1. Pisau dan Talenan Berpotensi Menjadi Media Bakteri
Hal yang sering tidak disadari adalah bahwa pisau dan talenan dapat menjadi perantara bakteri yang sangat cepat.
Jika sebelumnya digunakan untuk memotong daging atau bahan mentah lain lalu langsung dipakai untuk buah tanpa dicuci dengan benar, kontaminasi silang bisa terjadi seketika.
Buah yang seharusnya segar berpotensi membawa bakteri seperti E. coli, Salmonella, hingga Listeria.
Kondisi ini semakin berbahaya ketika buah potong langsung dimasukkan ke dalam wadah dan disajikan begitu saja.
2. Penyimpanan Lama Tanpa Pendinginan Menjadi Pemicu Kuman
Buah yang sudah dikupas memiliki permukaan yang basah dan lembut, kondisi ideal bagi bakteri untuk berkembang biak.
Banyak pedagang yang menyimpan buah potong di suhu ruang selama berjam-jam, tanpa pendinginan, hanya ditutup plastik tipis, bahkan dibiarkan terkena debu jalanan.
Padahal, buah potong seharusnya disimpan pada suhu 4–5°C agar tetap aman dikonsumsi. Ketika berada di atas suhu tersebut, bakteri dapat berkembang dengan sangat cepat.
3. Buah Berair Lebih Berisiko: Semangka, Melon, Pepaya
Buah dengan kandungan air tinggi lebih rentan terkontaminasi. Kadar gula dan kelembapan pada buah seperti semangka, melon, dan pepaya menjadi sumber makanan favorit bakteri.
Melon dan semangka sering disebut sebagai buah yang paling berisiko karena kulit luarnya sering kotor dan sulit dibersihkan.
Saat dipotong, bakteri dari kulit dapat terbawa ke bagian dalam buah. Jika disimpan terlalu lama, dalam hitungan jam jumlah bakteri bisa meningkat drastis.
4. Penggunaan Es Batu Bukan Selalu Solusi
Beberapa pedagang menggunakan es batu untuk menjaga buah tetap dingin. Namun, tidak semua es dibuat dari air yang matang atau bersih.
Es yang terkontaminasi justru dapat membuat buah yang awalnya aman menjadi berbahaya. Buah dingin bukan berarti buah tersebut higienis, terutama jika sumber air untuk es tidak jelas.
5. Faktor Tangan Penjual dan Lingkungan Tidak Bisa Diabaikan
Buah potong sering disajikan di tempat terbuka seperti dekat jalan raya, dekat sumber asap kendaraan, atau di kios yang tidak terlindungi.
Kontaminasi dapat berasal dari tangan penjual yang tidak dicuci, sarung tangan yang tidak diganti, debu jalanan, lalat dan serangga, serta udara panas. Semua faktor tersebut sangat mudah menempel pada permukaan buah yang lembut dan basah.
6. Cara Memilih Buah Potong yang Aman
Meskipun berisiko, bukan berarti kita tidak boleh mengonsumsi buah potong. Kuncinya adalah selektif dalam memilih.
Beberapa tips untuk mendapatkan buah potong yang aman antara lain:
- Pilih penjual yang menyimpan buah di dalam cooler atau kulkas, pastikan pisau, talenan, dan wadah terlihat bersih,
- Hindari buah yang tampak mengilap karena bisa menandakan mulai berair,
- Perhatikan aroma buah dan hindari yang berbau asam atau seperti fermentasi,
- Pilih penjual yang memotong buah langsung setelah dipesan, serta jangan biarkan buah potong berada di suhu ruang lebih dari dua jam.
7. Mengapa Buah Utuh Lebih Aman?
Buah utuh memiliki kulit yang berfungsi sebagai pelindung alami. Selama kulit tidak rusak, bakteri akan sulit masuk ke dalam daging buah.
Setelah dikupas, pelindung tersebut hilang dan buah menjadi sangat rentan terhadap kontaminasi.
Karena itu, banyak ahli menyarankan agar buah utuh dicuci terlebih dahulu sebelum dipotong untuk mengurangi risiko perpindahan bakteri dari kulit ke bagian dalam buah.
Baca Juga: Mitos Kopi buat Cegah Kejang Anak: Trend Warisan Simbah yang Wajib Direvisi
Buah Potong Tetap Boleh, Asal Tidak Sembarangan
Buah potong tetap bisa menjadi pilihan praktis dan sehat asalkan diperoleh dari penjual yang higienis dan disimpan dengan benar. Risiko bakteri bukanlah mitos, tetapi dapat diminimalkan dengan cara yang tepat.
Fenomena “dark side buah potong” semakin membuat banyak orang sadar bahwa camilan sehat bukan hanya tentang apa yang dimakan, tetapi juga bagaimana makanan tersebut diperlakukan sebelum sampai ke tangan konsumen.(*)
Editor : Muhammad Azlan Syah