Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Perjuangan Rosita Istiawan Menyulap Lahan Gersang Jadi Hutan Organik Seluas 30 Hektare

Muhammad Azlan Syah • Sabtu, 22 November 2025 | 00:10 WIB

Rosita Istiawan, di tengah hutan organik seluas 30 hektar yang ia rawat di kawasan Megamendung, Bogor, Jawa Barat
Rosita Istiawan, di tengah hutan organik seluas 30 hektar yang ia rawat di kawasan Megamendung, Bogor, Jawa Barat

RADARBONANG.ID - Di kawasan Megamendung, Kabupaten Bogor, tepatnya di punggung bukit yang dulu gersang dan tandus, berdiri sebuah hutan organik seluas 30 hektare.

Hutan ini bukan proyek pemerintah besar — melainkan warisan dan mimpi seorang perempuan gigih: Rosita Istiawan.

Sekitar dua dekade lalu, lahan milik Rosita hanyalah bekas kebun singkong, tanah dengan pH rendah dan sangat sulit ditanami.

Namun berbekal keyakinan kuat dan semangat perubahan, Rosita perlahan membeli lahan tersebut dan mulai menanam pohon keras secara bertumpang sari dengan tanaman sayuran.

Metode ini memungkinkan pepohonan mendapat nutrisi dan kelembapan dari tanaman lain, tanpa perlu pupuk kimia.

Baca Juga: Podcaster Lebih Tenar dari Artis? Fenomena Baru Industri Hiburan yang Bikin TV Ketinggalan Zaman

Setelah dua tahun, muncul keajaiban: mata air mulai memancar dari dalam tanah. Air itu menjalar hingga mengairi dua desa di sekitarnya.

Menurut Rosita, mata air tersebut merupakan hasil langsung dari preservasi pohon — bukti bahwa alam mampu pulih bila dijaga dengan cermat. Kini, hutan organik miliknya menaungi sekitar 44 ribu pohon berbagai jenis, termasuk jati, mahoni, eboni, damar, dan tanaman keras lainnya.

Rosita menekankan bahwa seluruh proses penanaman dan pemeliharaan dilakukan secara organik, tanpa bahan kimia sintetis.

Ia percaya bahwa pendekatan alami tidak hanya lebih sehat untuk tanah, tetapi juga memperkuat ekosistem mikro di dalamnya.

Berkat kerja keras dan kesabaran, kondisi tanah di lahannya kini membaik; humus meningkat dan tanaman bisa tumbuh lebih lebat.

Tantangan yang dihadapi tidaklah ringan. Selain kondisi lahan yang buruk, Rosita juga harus menghadapi calo-calo tanah yang mencoba membeli pohon-pohon kayu keras miliknya.

Bahkan, ada tekanan dan ancaman fisik. Namun, ia bersikukuh menolak tawaran tersebut.

Baginya, hutan ini bukan aset dagangan — melainkan warisan lingkungan. “Kalau membuat hutan, harus jadi macannya hutan,” katanya.

Kini, hutan organik Megamendung tidak hanya menjadi paru-paru hijau, tetapi juga rumah bagi sekitar 120 spesies satwa. Rosita pun menjadikannya sebagai ruang edukasi bagi warga dan pelajar.

Di sana, orang dapat belajar tentang pemulihan lahan, pemupukan organik, hingga pentingnya menjaga keanekaragaman hayati. Ia juga berencana mendigitalisasi seluruh data pohon di hutannya — jenis, asal, umur tanam — agar menjadi referensi bagi konservasi dan penelitian.

Semangat Rosita pun mendapat sorotan dari pemerintah daerah. Pada 2023, namanya masuk nominasi penghargaan Kalpataru untuk kategori penyelamat lingkungan sebagai pengakuan atas dedikasinya menjaga alam.

Pejabat setempat bahkan mengungkapkan bahwa upayanya menjadi inspirasi besar bagi gerakan penghijauan di Bogor.

Bupati Bogor, terinspirasi dari kerja Rosita, menyatakan akan mendorong program penghijauan di seluruh kecamatan mulai 2026.

Ide itu tercetus setelah peninjauan ke hutan organik milik Rosita — bukti nyata bahwa satu keluarga saja bisa menumbuhkan perubahan besar.

Baca Juga: Brownies Crispy Viral, Renyah di Luar Lumer di Dalam! Resep Gampang Anti Gagal Ini Bikin Netizen Berebut Coba

Ketua DPRD Bogor juga menyebut penghijauan sebagai investasi alam masa depan, menegaskan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah untuk menjaga keberlanjutan.

Bagi Rosita, keberhasilan ini bukan sekadar soal menanam berjuta-an pohon, tetapi soal menumbuhkan kesadaran.

Ia menyadari bahwa hutan yang ia rawat sekarang bukanlah milik pribadinya untuk diwariskan: saat ia tiada, lahan ini akan diserahkan ke alam lewat Yayasan Hutan Organik, agar terus berada di tangan orang yang mencintai lingkungan.

Perjalanan Rosita menunjukkan satu hal penting: upaya kecil, konsisten, dan tulus bisa menjadi titik balik bagi alam. Dari tanah yang dulu kering, kini berdiri hutan yang memberi kehidupan — bagi manusia, satwa, dan masa depan Bumi.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Hutan Organik Megamendung #Rosita Istiawan #konservasi Bogor #penghijauan Megamendung #reboisasi pribadi