Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Fenomena Big Shoe Era: Chunky Sneaker Makin Bongsor, Makin Mahal, dan Justru Jadi Kecintaan Gen Z

Arinie Khaqqo • Kamis, 20 November 2025 | 14:10 WIB
ilustrasi sneaker
ilustrasi sneaker

RADARBONANG.ID – Ada sesuatu yang berubah di rak-rak sneaker store. Model ramping yang dulu digandrungi seperti hilang ditelan zaman.

Siluet mungil ala era runner 2010-an pelan-pelan tersingkir oleh sepatu berwajah besar, bertumpuk busa, dan tampak seperti barang bawaan astronot. Nama fenomenanya: Big Shoe Era.

Di TikTok, FYP penggemar fashion sudah penuh unboxing sepatu setinggi bata rumah. Di lorong kampus, model ber-sol tebal jadi pemandangan sehari-hari.

Yang menarik, harga banyak modelnya menyentuh jutaan—bahkan puluhan juta—tapi anehnya justru makin dicari. Seolah ada kesepakatan tak tertulis di kalangan Gen Z: semakin besar, semakin keren.

Chunky Sneaker Jadi Cara Gen Z Bicara Lewat Penampilan

Berbeda dari generasi sebelumnya yang mengutamakan sepatu nyaman dan ringan, Gen Z menempatkan fashion sebagai medium ekspresi.

Chunky sneaker dengan bentuk besar dan konstruksi tebal memberi satu hal yang mereka cari: impact visual.

“Modelnya memang besar, tapi itu justru bikin outfit sederhana kelihatan stand out,” kata salah satu stylist muda Jakarta.

Menurutnya, sepatu ini bekerja seperti highlighter visual—langsung menarik mata bahkan ketika busananya minimalis.

Beberapa model extra chunky bahkan memberi efek tambah tinggi 3–6 cm. Bagi generasi yang tumbuh bersama budaya visual Instagram dan TikTok, kelebihan semacam itu bukan bonus—itu alasan utama membeli.

Siapa Dalang di Balik Ledakan Big Shoe Era?

Fenomena ini tidak muncul tiba-tiba. Ada dua motor utama yang mendorong hype-nya sampai ke Indonesia.

1. K-Pop “mengajarkan” gaya futuristik

Video klip dan airport fashion idol seperti NewJeans, Stray Kids, aespa, hingga TXT hampir selalu memajang sneaker bulky dalam paduan gaya minimalis.

Gaya mereka dipotret jutaan kali, disebar ulang, ditiru, dan menjadi acuan anak muda Asia.

Sumber tren: Hypebeast Korea dan Vogue Korea mencatat kenaikan jelas minat konsumen pada model “platform sneaker” sejak 2023–2025, terutama setelah kelompok K-Pop generasi 4 sering memakai siluet tersebut.

2. Brand high fashion dan streetwear yang memanaskan pasar

Rumah mode seperti Balenciaga, Gucci, Prada, dan Maison Margiela, ditambah deretan brand sneaker global seperti Nike, Adidas, dan New Balance, berlomba memproduksi model chunky bersentuhan futuristik.

Data dari Business of Fashion (BOF) menyebut bahwa teknologi sol, penggunaan foam hybrid, serta struktur multilayer membuat cost produksi tipe ini jauh lebih mahal—dan harga ritel ikut terdongkrak.

Kolaborasi terbatas (limited drop) antara high fashion x streetwear seperti Nike x Jacquemus atau Adidas x Balenciaga juga memperkuat perilaku beli impulsif. Efeknya? Hype mengalahkan logika harga.

Kenapa Bisa Semahal Itu?

Setidaknya ada empat alasan utama:

 Chunky Sneaker Jadi “Seragam” Baru Kota-Kota Besar

Tak perlu jauh-jauh ke Seoul. Di Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, hingga kota pelajar seperti Malang, chunky sneaker sudah berubah jadi semacam uniform anak muda.

Kombinasinya seragam: baggy pants + kaos polos + hoodie tipis + sepatu bongsor. Formula sederhana yang terlihat sangat kekinian.

Di Pinterest dan Instagram, inspirasi gaya seperti ini memenuhi feed fashion lokal.

Tren ini juga terasa di kampus. Di jalanan dekat Fakultas Ekonomi, di coffee shop, di coworking space, model chunky seperti Adidas CL Response, New Balance 9060, hingga Fila Renno wara-wiri setiap hari.

Akankah Tren Ini Bertahan?

Pengamat gaya hidup menyebut tren ini tidak akan cepat mati. Selama teknologi sepatu terus bergerak dan estetika futuristik tetap digemari, chunky sneaker akan berevolusi lebih besar dan lebih bold.

Beberapa brand bahkan sudah menyiapkan koleksi “extra chunky generation” untuk 2026—model yang lebih tebal dari rilisan sekarang.

“Gen Z tidak punya masalah tampil beda. Bahkan mereka mencari alasan untuk beda,” ujar seorang fashion consultant dari Surabaya.

“Selama sepatu besar memberi efek visual menyenangkan, tren ini tidak akan ke mana-mana.” (*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#tren sepatu 2025 #Big Shoe Era #platform sneaker #chunky sneaker Gen Z #fashion futuristik anak muda