Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Harga Rumah Melonjak, Tanah Jadi Pelarian Baru Gen-Z: Ini Checklist Investasinya

Tulus Widodo • Senin, 17 November 2025 | 22:45 WIB
Ilustrasi kenaikan harga rumah
Ilustrasi kenaikan harga rumah

RADARBONANG.ID — Di tengah harga rumah yang makin tak terkejar, satu pilihan investasi justru mencuat sebagai “jalan sunyi” namun menjanjikan bagi Gen-Z: membeli tanah.

Minim biaya perawatan, potensi capital gain tinggi, dan fleksibel untuk berbagai kebutuhan. Namun, tanah bukan sekadar lahan kosong—ia menuntut strategi yang jernih sebelum disikat begitu saja.

Perencana Keuangan Advisors Alliance Group Indonesia, Dandy, mengingatkan bahwa langkah pertama yang tak boleh ditawar adalah memahami niat membeli.

“Apakah untuk dijual lagi mengejar capital gain, dijadikan lahan bisnis, atau untuk tempat tinggal. Ini berpengaruh pada jangka waktunya nanti,” ujarnya, dikutip dari CNNIndonesia.com.

Sederhana, tapi itu pondasi. Tanpa tujuan, Gen-Z hanya akan membeli tanah seperti membeli mimpi: indah, tapi tak jelas arahnya.

Budget Harus Melek Realita

Generasi muda sering kali terpeleset pada ambisi besar namun lupa fondasi finansialnya. Dandy menegaskan, alokasi anggaran harus disiplin dan sehat, tak lebih dari sepertiga pendapatan.

“Biasanya dari budgeting selalu sisihkan 10 persen–20 persen untuk ditabung atau investasi untuk DP tanah. Lalu cicilannya jangan sampai lebih besar dari 30 persen income bulanan,” jelasnya.

Dandy menambahkan pentingnya dana darurat sebagai penyangga ketika pendapatan terganggu. Sebab tanah adalah aset besar yang tidak bisa dicairkan secepat pikiran.

Lokasi Adalah "Nafas” Investasi Tanah

Kawasan berkembang menjadi kunci. Tanpa prospek pertumbuhan, lahan hanya jadi angka diam di laporan aset.

“Cari tempat yang punya prospek ke depannya, misalnya tanahnya dekat jalur transportasi umum, dalam beberapa tahun ke depan akan dekat dengan stasiun MRT yang akan dibangun, biasanya harga akan naik,” ujar Dandy.

Transportasi, pusat komersial baru, hingga rencana pembangunan kota bisa menjadi pendorong lonjakan harga tanah yang signifikan.

Developer Harus Terbukti, Bukan Sekadar Janji

Bagi yang membeli tanah via pengembang, reputasi adalah segalanya. Satu kesalahan bisa berujung pada aset yang tak bisa ditinggali atau dijual.

“Kalau tanah yang ada developer pastikan track record developer bagus dan tanggung jawab, ini akan menambah nilai jual,” katanya.

Bagi Gen-Z yang baru belajar, ini bisa jadi pagar pelindung dari risiko yang tak terlihat.

Simulasi Keuangan, Jangan Baru Tahu Setelah Terjebak Cicilan

Perencana Keuangan OneShildt Consulting, Budi Rahardjo, menekankan bahwa investasi tanah—apalagi untuk kebutuhan rumah tinggal—tidak boleh membuat keuangan timpang.

“Jangan sampai memaksakan diri membeli rumah, namun mengorbankan keuangan. Simulasikan kondisi keuangan sebelum dan sesudah membeli, terutama jika akan menambah cicilan tetap,” jelasnya.

Budi mengingatkan calon pembeli untuk menggali informasi sebanyak mungkin dan menentukan kriteria rumah sesuai kebutuhan agar tidak salah pijak.

Legalitas dan Tata Kota Jangan Sampai Dianggap Remeh

Masalah sengketa adalah momok yang membuat banyak orang mengurungkan niat beli tanah. Budi menegaskan ini bukan hal sepele.

“Periksa legalitas tanah, pastikan tanah memiliki sertifikat yang jelas dan tidak sedang dalam sengketa,” tegasnya.

Selain itu, memahami rencana tata kota membantu memastikan nilai tanah tidak stagnan atau justru terdampak proyek yang merugikan.

Likuiditas Tetap Nomor Satu

Tanah memang menjanjikan, tapi sifatnya tidak likuid. Budi mengingatkan bahwa investasi ini membutuhkan kesabaran panjang dan modal konsisten.

“Namun angka 10 persen–20 persen rutin dari pendapatan bulanan dapat menjadi angka yang lumrah jika kita tertarik berinvestasi tanah. Modal membeli tanah tidak harus full dari dana sendiri, namun juga dapat dengan mengambil pinjaman melalui bank. Pastikan bahwa tanah dapat digunakan untuk tujuan yang diinginkan,” pungkasnya.

Dengan strategi yang matang, tanah bisa jadi tiket Gen-Z untuk masuk ke pasar properti tanpa harus memaksakan membeli rumah yang harganya melesat.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#tips beli tanah #panduan investasi properti #investasi tanah Gen Z #legalitas tanah #cara memilih lokasi tanah